Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Regulasi Diri?

Regulasi diri (self regulation) adalah kemampuan untuk mengontrol perilaku sendiri. Regulasi diri merupakan penggunaan suatu proses yang mengaktivasi pemikiran, perilaku dan perasaan yang terus menerus dalam upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

39

Regulasi  diri  penting  dimiliki  oleh  seseorang  dalam  membantu perkembangannya, karena  regulasi  diri  juga  dapat  mengontrol  keadaan  lingkungan  dan  implus  emosional yang sekiranya dapat mengganggu perkembangan seseorang (Setiyawati, 2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi diri yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari self-observation atau observasi diri yaitu pengamatan pribadi yang dilakukan oleh individu, judgmental process atau proses penilaian adalah membandingkan perilaku dengan norma atau standar yang menjadi acuan individu, dan self-response atau reaksi diri adalah reaksi-reaksi yang timbul berdasarkan hasil pengamatan diri. Faktor eksternal terdiri dari standard atau dasar perilaku. Dasar perilaku menjadi acuan dalam mengevaluasi tingkah laku dan reinforcement yaitu penguatan yang menjadi hal yang digunakan untuk mempertahankan perilku yang diinginkan (Pramitya & Valentina, 2013).

Referensi:

Pramitya, A. A. I. M., & Valentina, T. D. (2013). Hubungan Regulasi Diri Dengan Status Gizi pada Remaja Akhir di Kota Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 43–53. https://doi.org/10.24843/jpu.2013.v01.i01.p05

Setiyawati, Y. (2019). Regulasi Diri Mahasiswa Ditinjau Dari Keikutsertaan Dalam Suatu Organisasi. EMPATI-Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 245–259. https://doi.org/10.26877/empati.v6i1.4115

Menurut Bandura (dalam Alwisol, 2010), faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi diri meliputi faktor internal seperti observasi diri, proses penilaian, reaksi diri; serta faktor eksternal seperti interaksi dengan lingkungan dan bentuk penguatan (reinforcement).

Faktor regulasi diri yang lain dikemukakan oleh Zimmerman dan Pons (dalam Ghufron, 2012). Menurut Zimmerman dan Pons, ada tiga faktor yang mempengaruhi regulasi diri, yaitu:
a. Individu
Faktor individu meliputi:
1. Pengetahuan individu, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh individu akan semakin membantu individu tersebut dalam meregulasi dirinya.
2. Tingkat kemampuan metakognisi yang semakin tinggi akan semakin membantu individu dalam melaksanakan regulasi diri pada tiap individu.
3. Tujuan yang ingin dicapai, semakin besar tujuan yang ingin dicapai oleh individu maka akan semakin tinggi kemampuan regulasi diri tiap individu untuk mencapai tujuannya.

b. Perilaku
Perilaku merujuk pada upaya individu untuk menggunakan kemampuan yang telah dimiliki. Semakin besar upaya individu dalam mengatur mengorganisasi aktivitas merekan makan akan meningkatkan regulasi diri pada diri mereka.

c. Lingkungan
Lingkungan menjadi salah satu faktor regulasi diri, hal ini bergantung pada kondisi lingkungan tersebut yang dapat mendukung atau justru tidak mendukung terjadinya regulasi diri pada diri individu.

Referensi :
Alwisol. (2010). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Ghufron M.N.& Risnawati R.S. (2012). Teori-teori Psikologi. Jogjakarta: ArRuzz Media.