Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Usaha untuk dapat memahami kepribadian seseorang sudah lama dilakukan. Mulai dengan cara yang paling sederhana, dengan pendekatan non ilmiah, cara-cara modern atau pendekatan ilmiah.

Penggunaan cara-cara yang sangat sederhana memunculkan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat spekulatif, dimana kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Beberapa pengetahuan yang bersifat spekulatif disebut juga dengan ilmu semu (pseudo science). Pseudo science terkait dengan memahami kepribadian manusia diantaranya adalah :

  1. Chirologi yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
  2. Astrologi adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian manusia berdasarkan waktu kelahiran seseorang.
  3. Grafologi merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian manusia berdasarkan tulisan tangannya.
  4. Phisiognomi adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian berdasarkan keadaan wajah.
  5. Phrenologi merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian manusia berdasarkan keadaan tengkorak.
  6. Onychology merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian manusia atas dasar keadaan kuku.

Sedangkan, usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam teori kepribadian. Teori kepribadian secara garis besar dapat dibagi kedalam beberapa kelompok, yaitu :

Teori Psikoanalisis

What is Psychoanalytic Theory? definition, meaning and example - Business  Jargons

Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud, dimana psikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian, khususnya dari segi struktur, dinamika, dan perkembangannya.

Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tga tingkat kesadaran, yaitu sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious).  Pada tahun 1923, Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yaitu das Es (Id), das Ich (Ego), dan das Ueber Ich (Super Ego). Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi gambaran mental terutama dalam fungsi dan tujuannya

Teori Behaviorisme

Teori Behaviourisme

Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh J.B. Watson. Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu merupakan fungsi stimulus, artinya determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan. Banyak peneliti yang melakukan berbagai eksperimen untuk mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku manusia. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

Teori yang paling populer dalam teori kepribadian behaviorisme adalah Teori Kepribadian Skinner

Teori Humanistik

Teori Humanistik

Psikologi humanistik diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi, pada awal tahun 1960-an, di bawah kepemimpinan Abraham Maslow. Teori ini merupakan teori yang beertujuan untuk mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh diatas.

Manusia, menurut eksistensialisme adalah hal yang mengada-dalam dunia (being-in-the-world), dan menyadari penuh akan keberadaannya. Eksistensialisme menolak pemahaman yang menempatkan manusia semata-mata sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan. Sebaliknya, para filsuf eksistensialis percaya bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.

Didalam teori Humanistik, teori yang terkenal adalah Teori Abraham Maslow dan Teori Carl Rogers.

Memahami kepribadian manusia memang suatu hal yang kompleks, oleh karena itu, tidak mengagetkan kalau banyak sekali pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk memahami kepribadian seseorang. Itulah gunanya ilmu psikologi bukan ?

Well, membaca kepribadian manusia tidak semudah yang dibayangkan. Manusia adalah makhluk yang komplek karena manusia memiliki tiga elemen yang tidak dimiliki secara lengkap oleh makhluk-makhluk lainnya, yaitu Akal, hati dan nafsu. Ketiga elemen inilah yang membentuk kepribadian manusia. Belum lagi penalaman dan lingkungannya. Terlalu banyak faktor yang mempengaruhi kepribadian manusia itu sendiri.

Dalam dunia psikologi kognitif, kepribadian manusia seperti sebuah "kotak hitam" yang kita hanya bisa menduga tetapi tidak bisa memastikan kebenarannya. 

Tetapi, berdasarkan pengalamanku, dengan mengamati perilaku, pola pikir dan sikap mereka, juga dapat "mengintip" kepribadian mereka. Beberapa yang menjadi catatan penting untuk mengintip kepribadian seseorang adalah sebagai berikut :

Amati bagaimana perilakunya saat mereka berpikir bahwa tidak ada orang yang melihatnya. Demikian pula, amati bagaimana perilaknya ketika mereka pikir bahwa mereka memiliki anonimitas (lebih cenderung perilaku di dunia maya).

Amati bagaimana perilaku mereka terhadap orang lain yang tidak dapat memberikan keuntungan apa pun kepada mereka.

Amati bagaimana perilaku mereka ketika orang lain mengajukan permintaan kecil. Kemudian amati bagaimana perilaku mereka ketika orang lain memohon permintaan yang besar.

Amati bagaimana mereka menanggapi konfrontasi orang lain setelah mereka melakukan sesuatu yang salah. Apakah mereka bertanggung jawab? Atau apakah mereka mengelaknya? Atau bahkan melawannya dan merasa dirinya benar?

Amati bagaimana perilaku mereka ketika mereka ditempatkan dalam posisi berkuasa.

Amati bagaimana perilaku mereka ketika mereka memiliki segalanya. Sebaliknya, amati bagaimana perilaku mereka ketika mereka tidak memiliki apa-apa.

Amati bagaimana perilaku mereka ketika terlibat dalam diskusi. Apakah mereka melakukan ad hominem, dan mencoba menyerang sisi pribadi teman diskusinya? Atau apakah mereka menghargai pendapat orang lain dan mencoba memahami bahwa terdapat sudut pandang yang berbeda?

Amati bagaimana perilaku mereka terhadap seseorang yang mereka anggap tidak menarik, cacat, atau sangat berbeda dari mereka.

Amati bagaimana perilaku mereka terhadap sahabatnya. Sebaliknya, amati bagaimana perilaku mereka terhadap musuh terbesarnya, atau seseorang yang mereka benci.

Amati bagaimana mereka menerima pujian atau menerima penghargaan. Apakah mereka menyombongkan diri? Atau apakah mereka bertingkah laku rendah hati dan mengungkapkan rasa syukur?

Cara mereka berperilaku dan bersikap pada kasus-kasus tersebut sudah dapat mencerminkan kepribadian mereka yang tersimpan didalam hati dan pikirannya. Yang terpenting adalah ketika mengamati jangan sampai terjadi bias.

Mengetahui kepribadian seseorang harusnya lebih mudah dari yang kamu pikirkan, jika kamu benar-benar memperhatikannya.

Berdasarkan pengalamanku sleama ini, terdapat empat cara yang menurutku paling sesuai digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang.

1. Perhatikan bagaimana orang tersebut berperilaku dan memperlakukan kamu, saat dia berada di dekat teman-teman terdekatnya; yaitu teman terdekatnya yang tidak kamu kenal secara pribadi. Secara umum, orang cenderung tidak dapat berpura-pura di depan teman dekatnya. Teman dekatnya sudah mengenal dirinya luar dalam. Oleh karena itu, dia cenderung akan berperilaku alami.

Jika kamu menyadari bahwa dia tidak memperlakukanmu sebaik saat kamu berdua dengannya, maka kamu harus "segera sadar" bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengannya.

2. Dengarkan pendapatnya ketika dia membicarakan tentang orang lain. Ini akan memberimu gambaran yang lebih baik tentang bagaimana pola pikirnya dan apa saja nilai-nilai yang mereka pegang. Ketika membicarakan orang lain, terutama orang yang tidak disukainya, mereka biasanya akan berkata sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Kamu hanya perlu mendengarkannya dan pikirkan apabila kamu yang berada pada orang yang sedang dibicarakannya.

3. Perhatikan bagaimana dia memperlakukanmu ketika mereka tidak mendapatkan keuntungan apapun ketika bersamamu. Ketika seseorang tidak memiliki kepentingan atas dirimu, maka dia tidak akan memiliki alasan untuk berpura-pura ketika berada di dekatmu. Dari situ kamu akan dapat melihat sifat aslinya. Jangan kaget kalau kebanyakan orang akan terlihat "kejam" ketika mereka tidak membutuhkanmu.

4. Cara terakhir dan menurutku yang terpenting adalah…. Tanyakan pertanyaan (secara tidak langsung) lalu observasi jawaban dan body language-nya.  Kebenaran akan terungkap ketika kamu menemukan pertanyaan yang tepat. Kalau kamu memang benar-benar ingin mengenalnya, banyak-banyak aja bertanya. Tapi pertanyaan tidak langsung lho ya. Kalau pertanyaan langsung, nanti kesannya seperti interogasi.
 
Orang tidak akan bisa bohong dalam waktu yang lama, karena berbohong itu sejatinya adalah perbuatan yang tidak alami. Satu kebohongan akan dilanjutkan dengan kebohongan lainnya, dan kebohongan lainnya dan seterusnya. Kebenaran akan selalu terungkap.

"Ketika seseorang menunjukkan karakter mereka yang sebenarnya, kamu harus mempercayainya".

Yang perlu diperhatikan bahwa orang bisa berubah, begitu juga kepribadiannya. Kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh pola pikir dan pengalaman yang membentuk dirinya.

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, cara termudah untuk mengetahui kepribadian seseorang adalah dengan mencari tahu siapa teman-teman terdekatnya.  Orang terdekat disini adalah orang (teman-teman) yang paling sering bertemu dengannya. Jadi kalau ada orang yang punya banyak teman, sorting dulu dengan siapa dia menghabiskan banyak waktu bersamanya.

Pada dasarnya orang cenderung berkumpul dengan orang yang setipe, karena orang akan merasa nyaman apabila berada di lingkungan yang sama. Kalau teman-teman dekatnya adalah orang-orang yang suka show off, maka diapun akan melakukan hal yang sama.  Jika teman-teman dekatnya adalah orang-orang yang easy going, tidak mungkin orang yang "mudah tersinggung" bisa nyaman berada di dekat mereka.

Selain itu, perhatikan ketika dia memperlakukan orang yang status sosialnya berada di bawahnya atau orang yang dia tidak memiliki kepentingan atasnya, misalnya dengan pembantunya atau dengan pelayan restoran. Biasanya orang-orang tidak menutup-nutupi kepribadiannya pada orang yang berada di bawahnya. Seperti quotes dari Mohammad Ali,

Ketika seseorang memperlakukan pelayan restoran dengan buruk, maka someday aku juga akan diperlakukan buruk olehnya ketika dia sudah tidak punya kepentingan dengan diriku lagi.

Kalau dengan orang yang status sosial berada diatasnya atau ketika dia memiliki kepentingan atas orang lain, maka dia akan mengenakan topeng yang nice agar mereka mendapatkan simpati atas orang tersebut.

Selain itu, perhatikan reaksinya ketika berada dibawah tekanan atau berada pada kondisi yang tidak menyenangkan. Kondisi tersebut akan memunculkan wajah aslinya. Tidak semua orang bisa menyembunyikan kepribadiannya ketika berada dalam kondisi tersebut.

Terakhir, tidak semua yang ditulis diatas merupakan suatu kebenaran mutlak. Kita sejatinya tidak bisa tau secara mutlak terkait dengan kepribadian seseorang. Semuanya membutuhkan waktu dan proses untuk saling mengenal. Yang terpenting, percaya saja sama intuisimu. Kalau menurut intuisimu baik, kemungkinan besar dia adalah orang baik. Tetapi kalau menurut intuisimu dia tidak sebaik yang kamu pikir, ya begitulah adanya.