Beberapa orang sering mencurahkan isi hatinya saat ia sudah merasa terbeban dengan masalah. Dan terkadang masalah yang ia alami benar-benar kritis dan berat, sehingga ia menangis atau melakukan hal-hal lain untuk melampiaskan emosinya. Bagaimana cara menghadapi orang yang marah atau emosi ?
Kemarahan adalah emosi yang universal sehingga penting untuk mengetahui cara berhadapan dengan orang yang sedang marah secara tenang dan asertif. Kemampuan menenangkan seseorang yang sedang marah merupakan kemampuan yang berguna karena selain dapat meningkatkan reputasi profesional, hal itu juga dapat membantu berhadapan dengan orang-orang yang kesulitan mengelola emosinya. Coba gunakan strategi dibawah ini untuk menghadapi orang yang sedang marah :
Tetap aman dan libatkan orang lain
Apabila merasa terancam oleh orang yang sedang marah, percayai penilaianmu. Tinggalkan ruangan dimana kalian bersama apabila merasa tidak aman atau karena merasa terlalu kesal untuk memecahkan situasi saat itu.
Jangan merespon dengan amarah
Hal yang natural untuk merasa kesal saat berhadapan dengan seseorang yang marah, entah apakah kemarahan mereka dapat dimaklumi. Kamu mungkin merasa seakan diserang, dan tubuh juga dipengaruhi oleh hormon "fight or flight" yang dapat membuatmu juga menjadi marah. Cobalah untuk merespon dengan tenang dan cerdas saat berhadapan dengan orang yang marah. Pelajari bagaimana cara mengelola emosi dan berlatih relaksasi pernafasan sehingga tetap relaks saat berhadapan pada situasi yang menekan. Namun apabila merasa terpengaruh oleh kemarahan itu, secara sopan minta izin untuk keluar dari pembicaraan dan tenangkan diri terlebih dahulu.
Jauhkan dirimu secara emosi
Kadang kemarahan seseorang tidak ada hubungannya denganmu. Penelitian pada tahun 2012 menemukan bahwa saat seseorang mengetahui bahwa mereka bukan penyebab kemarahan seseorang, mereka tidak akan kesal pada situasi itu.
Identifikasi penyebabnya
Kamu perlu mengetahui mengapa orang tersebut merasa marah. Gunakan metode pertanyaan efektif untuk mengetahui sumber permasalahan dari kemarahan itu. Berikan dorongan agar dia menjelaskan mengapa dia merasa marah, jangan mengintrupsi saat dia bicara, dan terus tanyakan pertanyaan hingga dia menjelaskan semuanya. Coba lihat dari perspektif orang tersebut dan dengarkan dengan baik apa yang dikatakannya. Saat kamu harus bicara, bicaralah dengan pelan dan tenang, turunkan nada bicara, dan gunakan bahasa tubuh yang tidak mengancam. Hal itu dapat membantu orang lain untuk lebih tenang.
Temukan solusi dan minta maaf bila melakukan kesalahan
Setelah mengetahui dengan pasti situasinya, jangan menghindari tanggungjawab dengan membuat alasan ataupun membela diri apabila kamu yang menyebabkan kemarahan itu. Berperilaku defensif justru dapat membuat orang lain menjadi semakin marah. Dibandingkan hal itu, tanyakan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi situasi tersebut.
Bantu mereka mengontrol kemarahannya
Kadang seseorang tidak bisa mengelola emosinya sendiri, dengan bantuan darimu dapat membuat mereka lebih mudah mengelolanya dan merasa lebih tenang
Berlatih menenangkan amalah
Berhadapan dengan situasi yang berhubungan pada emosi orang lain memang dapat melelahkan, terutama bila tidak terbiasa untuk mengatasi situasi itu. Contohnya gunakan role-playing untuk mengatasi pelanggan yang marah dan kesal. Hal itu dapat berguna mengembangkan kecerdasan emosi, kemampuan komunikasi yang baik, dan ke-assertive-an.
Komunikasikan apa yang dirasakan
Ada kemungkinan untuk berhadapan dengan orang yang sering marah dalam kehidupan, dan apabila kemarahan itu sudah lewat penting untuk komunikasikan bagaimana kemarahan orang tersebut mempengaruhi perasaan. Pastikan untuk tetap sopan, menghargai namun asertif pada orang tersebut dan fokus pada statement "aku" untuk mengkomunikasikannya.
Sumber : Dealing With Angry People