Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Permintaan Maaf Cukup Untuk Membenahi Suatu Kesalahan ?

Kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang. Biasanya jika dia merasa bersalah akan meminta maaf, lalu apakah dengan permintaan maaf saja itu cukup untuk membenahi suatu kesalahan ?

37

Meminta maaf sudah menunjukan bahwa kita mengakui sebuah kesalahan dan ingin memperbaiki hubungan agar menjadi lebih baik lagi. Namun tentu saja tidak sekedar "aku minta maaf", akan tetapi pengucapannya yang tulus, meminta maaf dengan serius, serta kesalahan yang menimbulkan keregangan atau ketegangan itu tidak akan diulangi (dan benar-benar ditunjukkan bahwa hal tersebut tidak akan terulang). Jangan juga menyertai alasan ketika kamu meminta maaf, contoh "maaf aku terlambat ya tadi macet" atau lainnya, karena bisa jadi hal itu tidak menunjukan kamu menyesal dan malah orang berkesan kamu hanya beralasan. Kamu bisa lakukan maaf dan terimakasih sekaligus untuk menunjukan bahwa kamu menyesal dan menghargai orang lain, contoh "maaf ya aku terlambat, terimakasih sudah mau menunggu". Selain itu, kita tidak boleh memaksa orang menerima maaf kita, jika memang orang lain masih merasa tersinggung, masih merasa tidak enak hati, atau perlu menenangkan diri maka berilah ruang dan waktu untuk dia menenangkan diri dan apakah maaf kita patut diterima. Meminta maaf adalah sebuah kewajiban ketika kita melakukan kesalahan, namun menerima maaf adalah sebuah pilihan dari orang yang bersangkutan. Oleh karena itu, hal-hal yang sudah disebutkan tadi sebaiknya dilakukan dengan baik dan benar.

Saya rasa selama permintaan maaf itu disampaikan dengan tulus dan pihak yang berbuat salah menyesali perbuatannya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memaafkannya. Mmemaafkan terutam untuk suatu hal yang dinilai cukup fatal mungkin akan sulit bahkan sangat sulit bagi beberapa orang, tetapi jika kita tidak memaafkan maka dampak negatif dari rasa dendam juga akan menyakiti diri kita sendiri. Menurut saya, manusia yang bijak adalah mereka yang mengambil waktu untuk berpikir dan mendinginkan pikiran lalu bisa memaafkan seseorang seiring dengan berjalannya waktu. Sedangkan orang yang tahu diri adalah mereka yang mau meminta maaf dengan tulus ketika melakukan kesalahan. Manusia bukan mahkluk yang sempurna wajar jika melakukan kesalahan, karena hal itu akan terasa egois bagi kita yang juga seorang manusia tidak mau memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan.

Tergantung pada ringan atau tidaknya suatu kesalahan. Namun, permintaan maaf pun arus disertai niat dan kesadaran akan letak kesalahan nya. meminta maaf tanpa tahu letak kesalahan nya lah yang berpotensi untuk mengulang-ulang kesalahan yang sama. Maaf dan tahu apa yang sedang dibicarakan.