Keakraban antar individu mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang akrab banget, tapi ada juga yang hanya sekedar say hello. Apa yang membuat seseorang bisa akrab dengan orang lain ?
Salah satu penyebab seseorang dapat menjadi akrab adalah karena adanya interpersonal attraction, yaitu penilaian seseorang terhadap sikap orang lain, dimana penilaian ini dapat mempengaruhi keakraban seseorang. Selain itu, terdapat faktor-faktor yang memengaruhi suatu ketertarikan interpersonal (interpersonal attraction) yaitu faktor internal, eksternal dan interaksi (Baron & Branscombe, 2012):
1. Faktor internal
Faktor dari dalam diri individu-meliputi dua hal, yaitu: kebutuhan untuk berinteraksi dan pengaruh perasaan. Interaksi satu sama lain bisa terjadi dimana saja, namun kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan orang setiap individu berbeda satu sama lain.
- Kebutuhan untuk berinteraksi Kebutuhan berinteraksi adalah suatu keadaan dimana seseorang berusaha untuk mempertahankan suatu hubungan, bergabung dalam kelompok, berpartisipasi dalam kegiatan, menikmati aktivitas bersama keluarga atau teman. Menunjukkan perilaku saling bekerja sama, saling mendukung dan konformitas. Seseorang yang memiliki kebutuhan untuk saling berinteraksi berusaha mencapai kepuasan terhadap kebutuhan ini.
- Pengaruh perasaan Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa humor digunakan untuk mencairkan suasana dan fasilitas interaksi pertemanan humor yang menghasilkan tawa akan dapat membuat individu lebih mudah beriteraksi, sekalipun dengan orang yang belum individu kenal.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang memengaruhi dimulainya suatu hubungan interpersonal adalah kedekatan dan daya tarik.
- Daya tarik fisik Sebuah penelitian mengenai daya tarik fisik menunjukkan bahwa sebagian besar orang percaya bahwa laki-laki dan perempuan yang menarik menampilkan ketenangan, mudah bergaul, mandiri, dominan, gembira, seksi, mudah bergaul, cepat beradaptasi, sukses, lebih maskulin (untuk laki-laki) dan lebih feminim (untuk wanita) daripada orang yang tidak menarik. Sehingga individu cenderung untuk memilih berinteraksi dengan orang yang menarik dibanding dengan orang yang kurang menarik karena orang yang menarik memiliki karakteristik lebih positif. Hal ini sesuai dengan pepatah yang mengatakan “don’t judge a book by its cover” yang menunjukkan bahwa jangan menilai terlalu cepat orang yang belum individu kenal meskipun secara fisik menarik atau tidak, karena orang tersebut mungkin saja berbeda dengan apa yang individu nilai sebelumnya. 3. Faktor interaksi Faktor interaksi terdapat 2 hal yaitu persamaan-perbedaan dan suka timbal balik.
- Persamaan-perbedaan (Similarity- Dissimilarity) Miller & Periman (2009, dalam Baron & Branscombe, 2012) mengemukakan bahwa sangat menyenangkan ketika individu menemukan orang yang mirip dengan individu dan saling berbagi asal-usul, minat dan pengalaman yang sama. Semakin banyak persamaan semakin mereka saling menyukai. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suami istri yang memiliki kepribadian yang hampir sama akan memiliki pernikahan yang lebih bahagia daripada pasangan suami istri yang memiliki kepribadian yang berbeda. Namun ternyata perbedaan juga tidak kalah menyenangkan dari persamaan, hal ini terjadi ketika menyukai seseorang yang memiliki opini yang berbeda, individu mengasumsikan bahwa orang tersebut menyukai individu apa adanya dan bukan karena opini individu. Perbedaan juga membuat individu lebih dapat belajar hal yang baru dan bernilai darinya
- Suka timbal-balik Faktor lain yang mempengaruhi ketertarikan individu kepada orang lain adalah bagaimana orang tersebut menyukai individu. Secara umum, individu menyukai orang yang juga menyukai individu dan tidak menyukai orang yang tidak menyukai individu dengan kata lain individu memberikan kembali perasaan yang diberikan orang lain kepada individu.
Sumber: Baron, R. A., & Branscombe, N. R. (2012). Social Psychology (Thirteen e). Pearson Education.