Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Tanda-Tanda Bahwa Kita Sudah Mempunyai Perilaku Konsumtif?

Perilaku konsumtif merupakan suatu perilaku membeli dan menggunakan barang yang tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional dan memiliki kencenderungan untuk mengkonsumsi sesuatu tanpa batas dimana individu lebih mementingkan faktor keinginan dari pada kebutuhan serta ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, pengunaan segala hal yang paling mewah yang memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik.

Menurutmu, apa tanda-tanda bahwa kita sudah mempunyai perilaku konsumtif?

29

Perilaku konsumtif dapat didefinisikan sebagai tindakan membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan melainkan untuk memenuhi keinginan, yang dilakukan secara berlebihan sehingga menimbulkan pemborosan dan inefisiensi biaya. Perilaku konsumtif muncul terutama setelah adanya masa industrialisasi dimana barang-barang di produksi secara massal sehingga mengakibatkan konsumen yang lebih luas. Media, baik elektronik maupun massa menempati posisi strategis dalam membentuk perilaku konsumtif, yaitu sebagai perantara yang menarik minat. konsumen dalam membeli barang (Lestarina et al., 2017). Aspek-aspek dari perilaku konsumtif adalah (Lestarina et al., 2017):

  • Pembelian Impulsif (Impulsive buying). Aspek ini menunjukkan bahwa individu membeli sesuatu semata-mata karena didasari oleh hasrat yang tiba-tiba atau keinginan sesaat, sehingga dilakukan tanpa terlebih dahulu dipertimbangkan dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian serta biasanya bersifat emosional.
  • Pemborosan (Wasteful buying). Pada aspek ini, individu menghambur-hamburkan banyak uang tanpa menyadari adanya kebutuhan yang jelas.
  • Mencari kesenangan (Non rational buying). Pada aspek ini, individu membeli sesuatu semata-mata untuk mencari kesenangan bukan untuk kebutuhan

REFERENSI

Lestarina, E., Karimah, H., Febrianti, N., Ranny, R., & Herlina, D. (2017). Perilaku Konsumtif di Kalangan Remaja. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), 1–6. https://doi.org/10.29210/3003210000

Perilaku konsumtif dapat diartikan sebagai suatu tindakan memakai produk yang tidak tuntas artinya, belum habis sebuah produk yang dipakai seseorang telah menggunakan produk jenis yang sama dari merek lainnya atau dapat disebutkan, membeli barang karena adanya hadiah yang ditawarkan atau membeli suatu produk karena banyak orang memakai barang tersebut (Sumartono & Djabar, 2002 dalam Astuti, 2013).

Menurut Sumartono dan Djabar (2002 dalam Astuti, 2013) ciri-ciri perilaku konsumtif yaitu:

  1. Membeli produk karena iming-iming hadiah.
  2. Membeli produk karena kemasannya menarik.
  3. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi
  4. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat atau kegunaannya)
  5. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status
  6. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan
  7. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi.
  8. Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek
    berbeda).

Referensi

Astuti, E. D. (2013). Perilaku konsumtif dalam membeli barang pada ibu rumah tangga di Kota Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(2).

Hasil penelitian yang merupakan referensi yang saya gunakan menunjukkan bahwa perilaku konsumtif ditandai oleh:

  • Berbelanja cenderung tidak berdasarkan kebutuhan melainkan keinginan. Masyarakat cenderung berperilaku konsumtif dan tidak memikirkan kebutuhan masa depan serta menggunakan uang pas sesuai maupun melebihi pendapatan nya tanpa adanya uang untuk disishkan.
  • Di saat keputusan berbelanjamu mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarmu.
  • FoMO (Fear of missing out) dimana seseorang selalu ingin membeli barang yang sedang ngetrend
  • Lifestyle yang melebihi dana yang dimiliki
  • Membeli barang hanya karena iklan
  • Mulai berani berhutang untuk memenuhi keinginan nya
  • Tidak suka menabung
  • Tidak memperhitungkan harga barang saat membelinya

Referensi:

Syahniar, S., Alizamar, A., (2019). Consumptive Behavior in Guidance and Counseling Services in Universiti Education, 3(2), 120-124.

Menurut Lina dan Rasyid (1997) aspek-aspek perilaku konsumtif adalah :

  • Pembelian Impulsif (Impulsif buying)

Berperilaku membeli semata-mata karena didasari oleh hasrat keinginan sesaat, dilakukan tanpa mempertimbangkannya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian dan biasanya bersifat emosional.

  • Pemborosan (Wasteful buying)

Menghambur-hamburkan banyak dana tanpa disadari adanya kebutuhan yang jelas.

  • Mencari kesenangan (Non rational buying)

Suatu perilaku dimana konsumen membeli sesuatu yang dilakukan semata mata untuk mencari kesenangan.

Sedangkan menurut Tambunan (2001) ada dua aspek perilaku konsumtif :

  1. Adanya suatu keinginan mengkonsumsi secara berlebihan. Hal ini akan menimbulkan pemborosan dan bahkan inefisiensi biaya.
  2. Perilaku tersebut dilakukan untuk mencapai kepuasan semata. Kebutuhan yang dipenuhi bukan kebutuhan utama melainkan kebutuhan yang dipenuhi hanya sekedar mengikuti arus mode, ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial tanpa memperdulikan dibutuhkan atau tidak.

referensi :

Jordan. (2013).  HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004