Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Yang Mempengaruhi Kebahagian Seseorang?

Kebahagiaan adalah istilah umum yang menunjukkan kenikmatan atau kepuasan yang menyenangkan dalam kesejahteraan, keamanan, atau pemenuhan keinginan. Kebahagiaan adalah pencapaian cita-cita dan keberhasilan dalam apa yang diinginkan. Kebahagiaaan, merupakan tujuan utama dalam kehidupan manusia.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebahagian (well being) seseorang?

40

Kebahagiaan adalah bagian dari kesejahteraan subjektif yang dapat didefinisikan sebagai evaluasi kognitif dan afektif terhadap kehidupan. Evaluasi kognitif dari orang yang bahagia berupa kepuasan hidup yang tinggi sedangkan evaluasi afektif adalah banyaknya afek positif, dan sedikitnya afek negatif yang dirasakan.

Dalam psikologi positif, Seligman menyatakan bahwa kebahagiaan melibatkan emosi atau perasaan positif yang ditujukan pada masa lalu, masa sekarang, dan terhadap masa depan. Bentuk emosi pada masa lalu berupa rasa puas, lega, sukses, bangga, tenang, dan damai. Emosi positif pada masa sekarang adalah berupa kenikmatan dan gratifikasi. Sementara sikap optimis, harapan, percaya, yakin, dan percaya kepada diri sendiri adalah bentuk emosi yang berorientasi pada masa depan.

Tiga faktor yang berkontribusi terhadap tingkat kebahagiaan individu, :

  1. Faktor genetik. Asumsi ini berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh Lykken danTellegen (Lyubomirsky, Sheldon & Schkade, 2005) terhadap anak kembar monozigot dan dizigot pada usia 20 tahun dan 30 tahun. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa varians kebahagiaan pada orang dewasa sebagian besar ditentukan secara genetik. Faktor genetik mencerminkan intrapersonal yang relatif tidak berubah, tempramental, dan ciri afektif kepribadian, seperti ekstraversi, gairah, dan efektifitas negatif, yang berakar pada neurobiologi yang diwariskan dan sepanjang hidup hanya akan berubah sedikit.
  2. Kondisi atau keadaan hidup. Keadaan hidup merupakan faktor situasional yang mencakup wilayah nasional, geografis, dan budaya dimana seseorang tinggal, serta faktor-faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, dan etnis. Selain itu, pengalama pribadi seseorang terkait masa perkembangan anak-anak juga berpengaruh. Freud menjelaskan bahwa usia 0-5 tahun sebagai masa golden age yang mana masa tersebut sebagai penentu perilaku dan kepribadian individu dimasa mendatang.
  3. Adanya aktifitas yang disengaja. Misalnya, berolahraga secara teratur atau mencoba melakukan kegiatan baik lainnya, melakukan jenis aktifitas kognitif, berjuang untuk mencapai tujuan pribadi yang penting, dan lain-lain.

Menurut Argyle (dalam Shabani dan Torban, 2018) kebahagiaan merupakan kondisi mental yang positif, tingkat kepuasan yang tinggi dan memilik perasaan bersifat positif yang tinggi dan perasaan bersifat negatif yang rendah dimiliki oleh individu tersebut. selain itu menurut  Hils dan Argyle (2001) terdapat faktor-faktor pembentukan kebahagiaan yang telah disederhanakan lagi oleh Liaghatdar, Jaferi, Abedi, dan Samiee (2008), antara lain :
1. faktor life satisfaction yakni kepuasan hidup dalam kebahagiaan dipandang sebagai dimensi kognitif dalam kebahagiaan, menurut Diener, Lucas dan oisi yang dimaksud dimensi kognitif adalah evaluasi, penilaian kepuasan, dan pemenuhan dalam kehidupan
2. Faktor Joy merupakan aspek emosional dalam kebahagiaan dan kepuasan hidup merupakan aspek kognitif kebagaiaan, dalam arti joy adalah emosi positif dalam kebagaiaan atau disebut dengan subjectivewellbeing (sadeghi & Mohammadi, 2017)
3. Faktor self-esteem adalah evaluasi dari kelayakan diri individu mengenai penilaian pribadi dengan dilihat seberapa banyak individu tersebut menghargai dirinya sendiri
4. Faktor Calm diartikan sebagai respon emosi yang intensi terhadap perubahan lingkungan, misalnya dengan menenangkan diri salah satunya dengan cara mendengarkan musik
5. Faktor Control diartikan bagaimana seseorang dalam mengarahkan tujuannya untuk membantu mengatasi situasi stres, rasa sakit dan gelisah melalui keterampilannya serta berfungsi sebagai perlindungan akan perilaku agresi pada usia muda
6. Faktor Self-Efficay adalah keyakinan seseorang akan kapasitas yang dimiliki dalam menghasilkan suatu pekerjaan yang mempengaruhi kehidupan serta mempredisi dan menjelaskan perilaku koping seseorang.

Seseorang pasti ingin mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa merasakannya karena berbagai hambatan. Padahal, kebahagiaan tidak hanya membuat pikiran menjadi rileks, tapi juga sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi kebahagiaan hidup seseorang yaitu:

Intentional Activity

Aktivitas keseharian menyumbang 50 persen kebahagiaan. Artinya, setiap orang harus bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam suatu hubungan yang bernilai. Bergaul, berteman, mengunjungi keluarga, silaturahmi, merupakan salah salah satu bentuk kegiatan yang dapat menaikkan tingkat kebahagiaan seseorang.

Faktor genetik

kebahagiaan itu sebenaranya dapat diturunkan alias genetik. Seseorang yang memiliki keluarga bahagia, maka dia mempunyai peluang lebih besar untuk bahagia ketimbang orang dengan keluarga yang tidak bahagia.

Bersyukur

Status sosial atau kedudukan seseorang di masyarakat rupanya bukanlah faktor terbesar yang berkontribusi terhadap kebahagiaan, karena pengaruhnya hanya 10 persen. Yang paling penting seseorang harus banyak bersyukur terhadap apa yang dimiliki.