Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Yang Dapat Memotivasi Diri Kita Agar Dapat Memaksimalkan Potensi Diri Kita?

Banyak orang, selalu mendambakan masa depan yang lebih baik, sukses dalam berkarir, hubungan rumah tangga yang sehat dan harmonis, juga hubungan sosial yang baik dan sempurna. Namun, banyak hal yang selalu menjadi kendala (batu sandungan) dan menjadi benteng penghambat dalam tercapainya harapan-harapan tersebut. Apa saja yang dapat memotivasi diri agar dapat memaksimalkan potensi diri kita?

18

Pada situasi saat ini merupakan masa dimana dunia sedang di landa bencana wabah penyakit covid-19 yang dapat memberikan dampak kepada semua orang, dampak yang dirasakan baik secara fisik ataupun psikologis tanpa memandang muda ataupun tua, pelajar ataupun pekerja. dampak psikologis saat pandemi covid-19 ini adalah psikosomatik dimana seseorang mengalami gangguan pikiran yang menimbulkan keluhan fisik karena salah satu dipicu oleh berita-berita terkait covid-19. Dengan adanya masalah fenomena ini diperlukan individu untuk memotivasi dan mengembangan potensi akan dirinya untuk dapat survive dan mampu untuk mengapai atau mengusahakan apa yang belum tercapai dari individu itu sendiri. lalu bagaimana agar memotivasi diri untuk memaksimalkan potensi diri? yakni melalui proses kependidikan, dengan adanya layanan pendidikan terjadi proses pengembangan potensi melalui kegiatan yang melibatakn banyak orang baik pengajar, pelajar, ataupun lingkungan pendidikan (Sri Patmah Sukartini dan Mohammad Imam Faisal Baihaqi, 2007;125). Potensi diri merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk dikembangkan dalam prestasi atas kemampuan  yang terpendam diri seorang. lalu menurut Andri Wongso terdapat empat tahap yang harus dikembangkan untuk menggali potensi diri yakni :

  1. Mengenal diri dan Konsep diri, tahap pertama ini juga dibagi menjadi 4 yaitu konsep hidup manusia, karakteristik dasar manusia, konsep diri, dan pengembangan diri
  2. Pengenalan diri/ Memposisikan diri, merupakan proses seorang menemukan jawaban untuk mencapai visi hidup melalui tiga fase yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. dari sini awal mula motivasi individu sehingga ada keinginan untuk meraih cita-cita yang dinginkan
  3. Mendobrak diri, dengan ini adanya hubungan dengan kepercayaan atau keyakinan. unsur ini melibatkan individu untuk memilih dan bebas akan kehendaknnya sendiri, dan upaya untuk mengembangkan apa yang ingin di raih. keyakinan ini merupakan motivasi hidup untuk terus bergerak dalam menjalankan visi misi hidup seseorang.
  4. Mengaktualisasikan diri, artinya ada proses realisasi diri setelah mampu untuk melakukkan tindakan-tindakan dengan cepat, berani ambil risiko dan mengambil pengalaman atas keberhasilan atau kegagalan. oleh karena itu dengan aktualisasi diri ini menuntut untuk menjalin koneksi dan relasi yang bernilai lebih.

bagaimana bisa meilhat apakah seorang diri tersebut memiliki motivasi untuk mengembangkan potensi dirinya. motivasi menurut Atkinson, dkk (1982;49) adalah menggerakkan dan mengarahkan perilaku individu. terdapat karakteristik  individu dengan motivasi berprestasi tinggi menurut McClelland dalam Desmita (2009;61), pertama memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memperhatikan hal untuk perbaikan, kedua respon pada tantangan atau tingkat kesulitan sedang, ketiga memiliki ketekunan yang lebih lama, keempat menykai situasi yang dimana individu tersebut memiliki tanggung jawab probadi atas segala perbuatannya, kelima menerima feedback atas kinerjanya, dan terakhir inovatif dan efisien dimana berusaha untuk menemukan sesuatu yang baru dan berbeda.

Sumber :

  • Saffana, N. (2020). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Potensi Diri : Motivasi, Tujuan Hidup, Befikir Positif, & Komunikasi. Literature Review Potensi Diri.
  • Kusuma, D. (2020). Memotivasi Diri dan Mengembangkan Potensi Diri Dikala Pandemi.