Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Klaustrafobik adalah ketakutan pada ruangan kecil maupun yang tertutup. Fobia ini termasuk dalam jenis fobia yang spesifik. Sebanyak 4% populasi didunia mengalami gejala dari Klaustrafobik. Pemicu dari fobia ini adalah ruangan kecil, lift, tempat yang ramai, dan alat scan MRI.

Kriteria diagnosis untuk phobia yang spesifik menurut American Psychiatric Association dalam DSM 5 yaitu :

  • Ketakutan yang berlebihan atau tidak rasional pada suatu objek atau situasi yang spesifik
  • Bertemu dengan objek atau mengalami situasi tersebut langsung memicu anxiety (kecemasan) atau panic attack
  • Individu tersebut sadar bahwa ketakutannya berlebihan dan tidak rasional
  • Objek atau situasi itu bisa ditoleransi dengan kesulitan dan penghindaran
  • Penghindaran dan kesulitan itu berhubungan pada keterlibatan objek yang ditakuti dengan kehidupan sehari-hari individu tersebut

Selain itu menurut NHS, anxiety dan panic attack yang dialami penderita dapat menyebabkan tanda-tanda fisik seperti :

  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Tiba-tiba merasa panas atau dingin
  • Nafas pendek-pendek atau bahkan kesulitan bernafas
  • Sensasi seakan tercekik
  • Jantung berdetak sangat cepat (tachycardia)
  • Sakit atau perasaan sesak di dada
  • Sensasi seakan banyak kupu-kupu di perut
  • Merasa tidak enak badan
  • Sakit kepada dan pusing
  • Merasa lemah
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Mulut kering
  • Butuh untuk ke toilet
  • Suara berdering di telinga
  • Merasa bingung atau disorientasi

Apabila Klaustrafobik yang dialami cukup parah, akan ada tanda psikologis seperti

  • Takut kehilangan kontrol
  • Takut pingsan
  • Merasa takut yang amat sangat
  • Takut meninggal

Namun tentu saja untuk lebih self-diagnosis tidak dianjurkan. Maka apabila merasakan beberapa atau semua tanda diatas bisa datang ke ahli profesional seperti psikolog atau psikiatri untuk mendapatkan diagnosis klinis yang lebih jelas serta penanganan yang lebih baik.

Sumber :