Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

beberapa manfaat yang anda dapatkan ketika merasa jatuh cinta adalah sebagai berikut:

Euforia

Euforia adalah perasaan bahagia dan gembira karena peristiwa yang membahagiakan. Euforia anda peroleh ketika merasakan jatuh cinta, ketika anda bertemu atau bahkan hanya melihat orang yang anda cintai. Hanya memikirkan orang yang anda cintai sudah cukup untuk melepaskan dopamin pada otak anda dan membuat anda menjadi semangat

Kelekatan dan keamanan

Oksitosin juga meningkat pada saat merasakan jatuh cinta dan meningkatkan perasaan ketertarikan, keamanan, dan kepercayaan. Inilah sebabnya mengapa anda akan merasa nyaman dan santai bekerja dengan pasangan anda.

Mengurangi stres

Produksi oksitosin dan dopamin meningkatkan rasa bahagia dan menurunkan resiko terjadinya stres. Berdasarkan penelitian dari 2010 juga menunjukkan bahwa orang lajang memiliki tingkat kortisol dan hormon stres yang lebih tinggi daripada orang yang berkomitmen dalam hubungan.

Refrensi:

Health line

Jatuh cinta tidak hanya sekedar membuat kita bahagia saja, namun mungkin ada beberapa manfaat jatuh cinta lainnya bagi psikologis manusia. Apa saja manfaatnya ?

Benar sekali bahwa jatuh cinta membuat orang merasa bahagia. Dari sumber yang aku baca, ada beberapa manfaat khususnya psikologis, bagi orang-orang yang merasakan jatuh cinta, diantaranya:

  1. Mengurangi depresi
  2. Mengurangi kecemasan
  3. Mengurangi rasa sakit atau "pain"
  4. Mengurangi tingkat stres
  5. Mempercepat proses penyembuhan
  6. Hidup lebih bahagia dan hidup lebih panjang

Ternyata banyak ya manfaat yang bisa kita rasakan jika kita merasa jatuh cinta. Jika kamu belum menemukan orang yang kamu cinta, jangan khawatir. Tetap berusaha dan berdoa, semoga kamu yang belum menemuka orang yang kamu cintai, cepat berjumpa.

Reference:

  1. Rauh, S. (2009). 10 surprising health of benefits of love. Diakses: https://www.webmd.com/sex-relationships/features/health-benefits.

Jatuh cinta tentunya memiliki dampak negatif maupun positif. Berikut dampak positif dari jatuh cinta yang dilansir dalam artikel MDLinx:

1. Cinta menurunkan tekanan darah

Para peneliti telah menunjukkan bahwa orang-orang dalam pernikahan yang bahagia dan penuh cinta cenderung memiliki tingkat tekanan darah yang lebih rendah.

2. Cinta mengurangi kecemasan

Para peneliti menemukan perbedaan penting antara pasangan jangka panjang (yang bersama setidaknya 10 tahun) dan pasangan baru: Cinta mengurangi kecemasan pada orang-orang dalam hubungan romantis jangka panjang.

3. Cinta melawan flu

Bisakah cinta menyembuhkan flu biasa? Para peneliti melaporkan bahwa jatuh cinta meningkatkan kekebalan, yang membantu melawan infeksi virus seperti pilek dan flu.

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan profil genetik pada 47 wanita. Mereka menemukan bahwa wanita yang sedang jatuh cinta mengalami perubahan dalam regulasi gen sel imun.

4. Cinta mengurangi rasa sakit

"Cinta menyakitkan"? Belum tentu. Secara keseluruhan, jatuh cinta (dan dicintai sebagai balasannya) mengurangi perasaan sakit, menurut sebuah badan penelitian.

5. Cinta memperpanjang hidup

Pasangan dalam hubungan yang bahagia dan stabil hidup lebih lama. Secara khusus, mereka yang menggambarkan pernikahan mereka sebagai "sangat bahagia" atau "cukup bahagia" memiliki peluang 20% lebih rendah untuk meninggal lebih awal daripada mereka yang menggambarkan pernikahan mereka sebagai "tidak terlalu bahagia," menurut sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 19.000 orang dewasa AS yang sudah menikah. .

Ada alasan material dan emosional untuk umur panjang yang lebih besar. Pada tingkat praktis, berada dalam hubungan yang mendukung berarti saling menjaga.

Pada tingkat emosional, dukungan penuh kasih dan keterlibatan sosial membantu meningkatkan umur panjang. Kabar baiknya untuk semua orang adalah bahwa ini bukan hanya untuk orang yang sudah menikah atau pasangan jangka panjang. Orang dengan hubungan sosial yang kuat (tidak hanya dengan pasangan, tetapi dengan keluarga atau teman) memiliki kemungkinan 50% untuk bertahan hidup.

Referensi:

Murphy, J. (2020). Health benefits of being in love, according to researchers.  Diakses https://www.mdlinx.com/article/health-benefits-of-being-in-love-according-to-researchers/73jp3DJFZypxPMMBf2aawt

Ada sebuah pepatah bijak yang mengatakan bahwa cinta tidak hanya bisa membuat dunia berputar, tetapi juga bisa membuat orang menjadi lebih sehat. Pepatah ini didukung kuat oleh hasil penelitian yang menemukan bahwa cinta dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan, meningkatkan daya tahan, mengurangi rasa sakit, dan hidup lebih lama. Berikut 6 manfaat cinta bagi kesehatan yang dilansir dari mdlinx.com:

  1. Menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang memiliki pernikahan bahagia dan penuh cinta cenderung memiliki tingkat tekanan darah yang lebih rendah.
  2. Mengurangi kecemasan. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa cinta dapat mengurangi tingkat kecemasan pada orang-orang yang memiliki hubungan jangka panjang.
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh. Jatuh cinta dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi virus seperti pilek dan flu.
  4. Mengurangi rasa sakit. Secara keseluruhan jatuh cinta dan dicintai dapat mengurangi perasaan sakit. Dalam sebuah penelitian, peneliti memantau orang yang sedang jatuh cinta sekaligus yangs sedang merasakan nyeri. Mereka lalu diperlihatkan foto pasangan mereka dan foto seorang teman akrab. Hasilnya diperoleh bahwa rasa sakit berkurang saat melihat foto pasanga.
  5. Memperpanjang hidup. Pasangan yang berada dalam hubungan yang bahagia dan stabil akan hidup lebih lama. Terdapat alasan material dan emosional yang menyebabkan cinta dapat memperpanjang hidup. Secara praktis, berada dalam hubungan yang mendukung berarti saling menjaga dan mengingatkan. Secara emosional adanya dukungan penuh kasih dan keterlibatan sosial membantu meningkatkan umur panjang.

Intinya cinta adalah obat yang manjur. Sebagai individu kita tentu membutuhkan cinta dan kasih sayang, kita juga perlu mencari hubungan yang positif baik dari pasangan, teman, atau bahkan hewan peliharaan. Dengan begitu kita akan terhindar dari kesepian yang telah menjadi bahaya kesehatan era modern.

Referensi:

Murphy, J. (2020, February 13). MDLinx International. MDLinx. https://www.mdlinx.com/article/health-benefits-of-being-in-love-according-to-researchers/73jp3DJFZypxPMMBf2aawt

Jatuh cinta bisa memberikan manfaat dan efek yang baik untuk kesehatan mental maupun tubuh, diantaranya yaitu:

1. Membuat Orang Merasa Gembira

Jatuh cinta membuat seseorang selalu merasa gembira. Saat seseorang mengalami jatuh cinta, kadar neurotransmitter dopamine pada otak seseorang juga ikut mengalami peningkatan. Tidak hanya saat kamu jatuh cinta, kadar dopamine pada otak meningkat ketika kamu mengalami sesuatu hal yang dianggap menyenangkan. Inilah yang membuat rasa jatuh cinta seperti di mabuk asmara dan candu.

2. Menurunkan Tingkat Stres dan Depresi

Dengan merasakan perasaan bahagia, kamu bisa menurunkan tingkat stres dan depresi yang dialami. Seseorang yang mengalami jatuh cinta lebih banyak tertawa yang membantu untuk menurunkan tingkat stres. Sebaliknya, jika kamu kehilangan seseorang yang kamu cintai dan sayangi, tentu kamu dapat meningkatkan risiko stres dan depresi. Kondisi jatuh cinta dikaitkan dengan peningkatan hormon oksitosin yang membuat terhindar dari stres maupun depresi.

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Menurut dr. Gian Gonzaga, pimpinan utama pada penelitian dan pengembangan eHarmony Labs mengungkapkan pasangan yang menghadapi masalah dan berargumen dengan kasih sayang memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang sering bertengkar dengan tekanan emosi yang tinggi.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Menurut penelitian dari Pittsburgh University, wanita yang menjalani pernikahan dengan bahagia memiliki gangguan kesehatan yang berhubungan dengan jantung lebih rendah dibandingkan wanita yang mengalami hubungan tidak sehat.