Kebohongan seseorang dapat dilihat dari sikap, dll. Lalu sebenarnya apa ciri-cirinya jika seseorang sedang berbohong?
Mendeteksi kebohongan dapat menjadi tantangan, tetapi ada beberapa ciri-ciri umum yang dapat diperhatikan dari sisi psikologi manusia.
Ekspresi Wajah:
Orang yang berbohong cenderung memiliki ekspresi wajah yang tidak konsisten dengan kata-kata mereka. Misalnya, ketidaknyamanan, kecemasan, atau ketegangan dapat tercermin pada wajah mereka.
Perubahan Gerakan Mata:
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan gerakan mata dapat terkait dengan kebohongan. Beberapa orang cenderung menghindari kontak mata saat berbohong, sementara yang lain mungkin melibatkan kontak mata berlebihan untuk menutupi kebohongan.
Gerakan Tubuh:
Ketidaknyamanan atau kegelisahan dapat tercermin dalam gerakan tubuh yang tidak biasa, seperti menggaruk hidung, menyentuh wajah, atau menggeser berat badan dari satu kaki ke kaki lain.
Perubahan Suara:
Suara seseorang dapat memberikan petunjuk terhadap kebohongan. Kenaikan tingkat suara atau perubahan nada yang tidak wajar dapat menjadi tanda-tanda bahwa seseorang mungkin tidak jujur.
Ketidaksesuaian Antara Bahasa Tubuh dan Kata-Kata:
Bahasa tubuh yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkan dapat menjadi petunjuk kebohongan. Misalnya, menggelengkan kepala sambil mengatakan "ya" atau mengangguk sambil menyangkal.
Reaksi Fisiologis:
Kebohongan dapat memicu respons fisiologis seperti peningkatan denyut jantung, pernapasan yang cepat, atau keringat berlebihan. Meskipun reaksi ini bisa disebabkan oleh kecemasan, mereka juga dapat menjadi petunjuk kebohongan.
Ketidak Konsistenan Cerita:
Orang yang berbohong mungkin kesulitan menjaga konsistensi dalam cerita mereka. Detail-detail kecil yang berubah dari waktu ke waktu dapat menjadi tanda kebohongan.
Defensif atau Menyembunyikan Informasi:
Seseorang yang berbohong mungkin bersikap defensif atau mencoba menyembunyikan informasi dengan cara yang tidak biasa.
Penggunaan Kata-Kata yang Berlebihan:
Orang yang berbohong mungkin menggunakan kata-kata yang berlebihan atau terlalu rumit untuk mencoba meyakinkan orang lain atau menyamarkan kebenaran.
Perubahan Respon Emosional:
Jika seseorang tampak terlalu emosional atau, sebaliknya, terlalu acuh terhadap suatu situasi, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka menyembunyikan sesuatu.
Penyimpangan dari Pola Perilaku Normal:
Kebohongan dapat mengubah pola perilaku normal seseorang. Mungkin ada perubahan dalam kebiasaan bicara, tingkah laku sosial, atau interaksi dengan orang lain.
Stres dan Kecemasan:
Kebohongan dapat menimbulkan stres dan kecemasan, yang dapat tercermin dalam perilaku dan reaksi emosional seseorang.
Penting untuk diingat bahwa tidak satu pun dari ciri-ciri ini dapat dijadikan patokan pasti karena orang berbeda-beda. Pengamatan ini sebaiknya dilakukan dengan bijak dan tidak bersifat absolut. Pemahaman yang lebih baik terhadap orang tersebut dan konteks situasional juga penting dalam menilai kejujuran seseorang.
Vanessa Van Edwards dalam penelitian yang dia lakukan bahwa setidaknya 82 % kebohongan tidak terdeteksi. Mungkin pula terasa sulit untuk mengetahui apakah seseorang berbohong apabila tidak tahu bagaimana mereka berperilaku saat mengatakan kebenaran, contohnya bila bicara dengan orang yang baru pertama bertemu maupun sales.
Apabila ingin tahu apakah seseorang mengatakan kebenaran atau tidak, dibawah ini ada 10 tanda saat seseorang sedang berbohong :
1. Perubahan pada pola bicara
Suara atau tingkah laku seseorang saat bicara mungkin akan berubah saat mereka mengatakan kebohongan. Hal ini bisa dibedakan dengan menanyakan pertanyaan yang diketahui faktanya seperti tanggal lahir atau lokasi saat ini, dengan saat menanyakan pertanyaan yang mungkin dia berbohong.
2. Gestur tubuh yang tidak sesuai
Seseorang mungkin tidak mengatakan kebenaran saat mereka bilang 'iya' tapi kepalanya menggeleng. Apabila gestru badan tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan bisa jadi mereka berbohong.
3. Penjesannya kurang detail
Seseorang yang berbohong saat diminta mendeskripsikan hal-hal diluar kebohongan yang telah mereka siapkan, maka mereka kemungkinan hanya akan menceritakan sedikit atau bahkan tidak ada detail sama sekali.
4. Terlalu banyak bicara
Seorang pembohong biasanya membuat skenario buatan sejalan dengan kebohongan mereka, maka mereka kemungkinan akan menambahkan detail yang berlebihan untuk meyakinkan diri mereka sendiri dan orang lain atas apa yang mereka katakan.
5. Nada vokal naik atau turun secara tidak biasa
Tapi perlu dicek juga apakah kebudayaan berpengaruh pada nada suara mereka. Contohnya, seseorang dari etnik China biasanya memiliki nada suara yang lebih tingga saat berbohong. Berbeda lagi orang Hispanik yang memiliki nada suara lebih rendah saat mereka berbohong.
6. Arah tatapan mata
Kadang tatapan mata juga berbeda tergantung budaya. Contohnya orang yang berasal dari Amerika serikat biasanya terlihat berbohong bila menghindari kontak mata, namun pada kebudayaan yang lain seseorang yang membuat kontak mata justru menunjukkan tidak bisa dipercaya.
7. Menutupi mulut atau mata
Banyak orang yang ingin menutupi kebohongan maupun reaksi mereka saat berbohong tercermin dari gestur tubuh mereka yang juga menggunakan tangan untuk menutupi mata ataupun mulut.
8. Gerakan gelisah yang berlebihan
Gerakan tersebut seperti menggigit jari atau menggerak-gerakkan tangan menunjukkan bahwa respon anxiety (cemas) mereka sedang terjadi sehingga mereka mencoba menenangkan diri dengan melakukan hal itu.
9. Menunjuk (literal maupun figuratif)
Tindakan menunjuk paad atau kearah sesuatu maupun orang lain dengan gerakan maupun kata-kata mungkin merupakan sinyal dari keinginan untuk mengalihkan perhatian dari dirinya dan menuduh orang lain.
10. Identifikasi diri sebagai "ahli berbohong"
Penelitian menunjukkan bahwa "ahli berbohong" biasanya mengatakan kebohongan kecil pada kenalan atau teman mereka dan fokus mengatakan cerita yang simple dan jelas saja. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kategori tersebut justru lebih menjadi katergori kejujuran daripada katergori kebohongan.
Sumber : TOP 10 SIGNS THAT SOMEONE IS LYING