Pasti ada alasan yang mendasarinya mengapa orang jatuh cinta. Ada yang karena materi, penampilan ataupun perhatian. Kalau menurutmu, apa alasan yang membuat orang jatuh cinta?
Para psikolog membagi 2 jenis cinta, yaitu Passionate Love dan Companionate Love
Passionate Love : Yaitu perasaan cinta yang memiliki kondisi selalu ingin bersama dan memilikiperasaan yang kuat terhadap orang yang dicintai. Passionate Love merujuk pada intensitas kebersamaan individu yang saling mencintai.
Sedangkan Companionate Love : Yaitu suat kondisi dimana individu yang saling mencintai memilki komitmen untk tetap bersama-sama dikedaan baik maupun buruk dan kepudulian antar pasangan.
singkatnya Passionate Love kondisi cinta yang mengutamakan Intensitas sedangkan Companionate Love mengutamakan keintiman.
Asal usul seseorang jatuh cinta dapat ditelaah melalui pendekatan neurologis. Seperti Passionate Love yang sudah tumbuh dalam diri manusia akibat adanya interaksi antara ibu dan bayi sejak lahir. Neurotansmiter dan hormon penting menjadi aktif ketika terlibat dalam aktivitas ibu dan anak dan akan terus aktif ketika seseorang telah dewasa. Passionate Love yang sudah ada sejak lahir dapat berkembang menjandi Companionate Love
Selain itu, alasan mengapa seseorang jatuh cinta juga dapat ditinjau dari sisi aspek psikologis perasaan dan cinta. Menurut Breecheid dan Reis, 1998, 2 indikator utama yang dapat menunjukan kita mencintai seseorang adalah kedekatan dan kemiripan. Kita akan cenderung jatuh cinta kepada orang lebih dekat dengan kita baik secara fisik (seperti satu tempat kerja) dan psikologis. Selain itu kita akan cenderung memilih pasangan yang mirip dengan kita baik dari segi kepribadian, kepercayaan, sikap dan kesukaan.
Lanjut, terdapat pula komponen rasa cinta menurut Sternberg , yaitu hasrat (passion), keintiman (intimacy), dan komitmen (commitment).
- Keintiman (Intimacy) : rasa terikat, lekat dan perasaan dekat dalam sebuah hubungan romantis yang dilandasi oleh unsur emosi yang dikombinasikan dengan rasa percaya antara dua pihak individu. Contoh yang timbul dari komponen keintiman yaitu : Rasa ingin membahagiakan pasangan, perasaan senang saat bersama pasangan, mengerti dan mendukung keadaan orang yang dicintai dan menghargai pasangan dan orang yang dicintai.
- Hasrat (Passion) : Yaitu adanya ketertarikan secara fisik dan seksual.
- Komitmen (Commitment) : dikenal dengan decision karena merujuk pada keputusan untuk mencintai dan menetapkan ingin selamanya bersama pasangan hidupnya. Indikasi komitmen yaitu perasaan ingin bersama-sama dalam kondisi apapun
Jadi, perasaan jatuh cinta bersifat biologis dan disebabkan oleh beberapa faktor pendorong yang menyebabkan seseorang jatuh cinta yaitu kedekatandan kemiripan. Cinta juga memiliki komponen penting yaitu hasrat (passion), keintiman (intimacy),dan komitmen (commitment),ketika 3 komponen ini seimbang maka akan menghasilkan cinta yang sempurna
Refrensi : Psychology, elevent edition, Wade Travis & Garry
Baron, R. A., Branscombe, N. R. (2015). Psikologi Sosial. Edisi ke-13. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Cinta adalah pengalaman yang kompleks dan mendalam, dipenuhi dengan nuansa dan dimensi yang sulit dipahami sepenuhnya. Ada banyak alasan yang mendorong orang untuk jatuh cinta, dan seringkali kombinasi dari berbagai faktor ini yang menciptakan ikatan yang kuat. Pertimbangan utama termasuk daya tarik fisik, keterhubungan emosional, kesamaan nilai, dukungan emosional, dan pertumbuhan bersama.
Pertama-tama, daya tarik fisik sering kali menjadi pemicu awal dalam hubungan romantis. Sebagai manusia, kita cenderung terpengaruh oleh penampilan fisik seseorang. Ketertarikan terhadap karakteristik fisik tertentu dapat memicu perasaan keinginan dan ketertarikan. Misalnya, senyum yang menawan, mata yang menarik, atau bahkan postur tubuh dapat menjadi faktor penentu dalam menariknya seseorang.
Namun, daya tarik fisik saja tidak cukup untuk menjaga hubungan. Keterhubungan emosional memainkan peran penting dalam menciptakan ikatan yang kokoh. Keberlanjutan hubungan sering kali bergantung pada kemampuan untuk memahami dan meresapi perasaan satu sama lain. Rasa empati dan pengertian mendalam terhadap perjuangan dan kebahagiaan pasangan memperkuat keterikatan dan menciptakan fondasi yang kokoh.
Kesamaan nilai juga menjadi faktor kunci dalam mempertahankan hubungan yang berkelanjutan. Saat pasangan memiliki pandangan hidup, tujuan, atau prinsip yang serupa, ini menciptakan rasa persatuan dan pemahaman. Kesamaan ini dapat mencakup keyakinan agama, pandangan politik, atau nilai-nilai inti yang membentuk dasar kehidupan seseorang.
Dukungan emosional juga menjadi unsur vital dalam cinta. Kehadiran seseorang yang memberikan dukungan, kenyamanan, dan ketenangan dapat menciptakan lingkungan di mana hubungan dapat berkembang. Ketika seseorang merasa didukung secara emosional, ini dapat meningkatkan kepercayaan dan keintiman antar pasangan.
Pertumbuhan bersama juga merupakan faktor kunci dalam menjaga cinta tetap hidup. Hubungan yang kuat memerlukan kemampuan untuk tumbuh dan berubah bersama-sama. Setiap pasangan mengalami perubahan seiring waktu, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dan terus berkembang bersama-sama dapat memperkuat hubungan. Ini melibatkan komitmen untuk saling mendukung dalam pencapaian tujuan dan mengatasi rintangan bersama.
Dalam konteks sosial dan psikologis, teori ikatan juga dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang alasan orang jatuh cinta. Teori ini menekankan bahwa ikatan antara individu dalam hubungan romantis menciptakan keamanan emosional dan dukungan, yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan adanya ikatan ini, individu merasa aman dan nyaman, membentuk dasar untuk pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan.
Sebagai kesimpulan, cinta adalah pengalaman yang kompleks dan multi-dimensi. Daya tarik fisik, keterhubungan emosional, kesamaan nilai, dukungan emosional, dan pertumbuhan bersama merupakan beberapa faktor utama yang mendorong orang untuk jatuh cinta. Ketika faktor-faktor ini saling berinteraksi, mereka menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan yang bermakna dan berkelanjutan.