Menurut Soerianegara (1990) hutan mangrove mempunyai pengertian sebagai hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh:
- tidak terpengaruh iklim; 2) dipengaruhi pasang surut;
- tanah tergenang air laut;
- tanah rendah pantai;
- hutan tidak mempunyai struktur tajuk;
- jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia s p.), pedada ( Sonneratia sp .), bakau ( Rhizophora sp.), lacang ( Bruguiera sp.), nyirih ( Xylocarpus sp.), nipah ( Nypa sp.)
Sedangkan menurut Bangen (2001), karakteristik hutan mangrove adalah sebagai berikut:
-
Umumnya tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir.
-
Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove.
-
Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat.
-
Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat. Air bersalinitas payau (2-22 permil) hingga asin (mencapai 38 permil).