Penyakit ikan dapat didefenisikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan suatu fungsi atau struktur dari alat tubuh atau sebagian alat tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor, yaitu kondisi lingkungan, kondisi inang, dan adanya jasad patogen. Dengan demikian, timbulnya serangan penyakit merupakan hasil interaksi yang tidak serasi antara lingkungan, ikan, dan jasad/organism penyakit. Interaksi yang tidak serasi ini menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah diserang oleh penyakit (Kordi, 2004).
Pada umumnya penyakit infeksi bersifat musiman, terutama pada daerah tropis. Di daerah subtropis, seperti Amerika Serikat, wabah penyakit infeksi umumnya terjadi pada bulan Maret–Juni dan September–Oktober, ketika suhu air mencapai 20-28 derajat C. Kisaran suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi sebagian besar pathogen ikan (Irianto, 2005).
Menurut Kordi, 2004, penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang ikan-ikan budidaya, baik dipelihara di kolam, tambak, keramba, dan wadah-wadah dan cara penanggulangannya adalah sebagai berikut :
- Bakteri perusak sirip
Bakteri perusak sirip adalah jenis bakteri Mycobacter sp, Vibrio sp, Pseudomonas sp , dan bakteri coccus gram negatif. Ikan yang terserang bakteri ini mengalami kerusakan sirip-sirip terutama pada ujung-ujungnya. Cara penanggulangan ialah dengan cara merendam ikan yang terserang penyakit dengan kloramfenikol 50 ppm selama 2 jam.
- Penyakit Bercak merah
Penyakit bercak merah disebabkan oleh Aeromonas hydrophila . Bakteri Aeromonas hydrophila menyerang hampir semua jenis ikan air tawar yang dipelihara di tambak bersalinitas rendah. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar, sebab dalam waktu relatif singkat puluhan ton ikan mati secara masal, baik ukuran benih maupun induk. Serangan bakteri ini bersifat laten, jadi tidak memperlihatkan gejala penyakit meskipun telah dijumpai pada tubuh ikan.
Serangan bakteri ini baru terlihat apabila ketahanan tubuh ikan menurun akibat stress yang disebabkan oleh penurunan kualitas air, kekurangan pakan atau penanganan ikan yang kurang baik. Cara penanggulangan ialah dengan penyuntikan ikan menggunakan kloramfenikol 20-60 mg/kg.
- Columnaris
Penyakit columnaris disebabkan oleh bakteri Flexibacter columnaris . Bakteri Columnaris menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Gejala yang timbul ditandai dengan ikan kehilangan nafsu makan, terbentuknya luka terutama di kepala, sirip, kulit badan bagian belakang, ekor dan insang. Pada mulanya luka yang terbentuk cukup kecil, kemudian berwarna keputih-putihan, kemerah- merahan dan akhirnya menjadi borok atau bisul besar. Insang dan sirip menjadi rontok. Jika organisme ini menyerang insang, sering menyebabkan kematian massal. Cara penanggulangan ialah dengan cara merendam ikan yang terserang penyakit pada Kloramycetin 5-10 ppm selama 1-2 menit.
- Vibrosis
Penyakit vibrosis disebabkan oleh bakteri Vibrio sp . Bakteri Vibrio sp menyerang ikan air tawar dan ikan-ikan laut budidaya. Umumnya ikan yang diserang vibrosis memperlihatkan gejala-gejala seperti, ikan kehilangan nafsu makan, kulit ikan menjadi gelap, insang ikan pucat, sering terjadi pembengkakan pada kulit yang lama kelamaan akan pecah menjadi bisul dan mengeluarkan cairan nanah berwarna kuning kemerah-merahan, terjadi perdarahan pada dinding perut dan permukaan jantung, dan jika dilakukan pembedahan akan terlihat pembengkakan dan kerusakan pada jaringan hati, ginjal, limpa. Cara penanggulangan ialah dengan cara memberikan ikan yang berpenyakit kloramfenikol 0,2 g/kg pakan selama 4 hari berturut-turut.
-
Furuncolosis
Penyakit furuncolosis disebabkan oleh bakteri Aeromonas salmonicia. Ikan yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala-gejala seperti, ikan kehilangan nafsu makan, kulit ikan melepuh, insang terlihat pucat, mata menonjol, dan terdapat perdarahan pada kulit dan insang. Bila dibedah, maka organ-organ dalam seperti usus, ginjal, hati, dan limpa terlihat mengalami pendarahan. Cara penanggulangannya ialah dengan cara ikan yang telah terserang penyakit di obati dengan memberikan pakan yang dicampurkan dengan kloramfenikol sebanyak 1 g /Kg pakan dan diberikan selama 10 hari berturut-turut.