Daftar di bawah ini merupakan makanan dan porsi yang bisa diberikan pada otter atau berang berang :
• Anak ayam yang baru menetas: 2 ekor per hari (beberapa institusi membuang kantung kuning telur karena ancaman salmonella) atau daging kelinci dengan jumlah yang sama beserta kulit dan bulunya
• 70% sampai 80% dapat berupa daging. Daging ini harus dalam kualitas yang bagus dan bisa terdiri dari daging sapi bebas lemak termasuk jantung, ayam, kuda atau daging kambing. Babat (perut sapi) merupakan protein yang mudah dicerna, kaya dengan vitamin dan berguna untuk hewan yang sakit dan lemah.
• Sayur dan buah yang diparut: wortel, seledri, apel, tomat, blueberry, squash, kira-kira 20g per hari per ekor. Sayur dan buah-buahan dapat diberikan sebagai pengayaan. Beberapa akan dimakannya namun buah seperti melon dan squash seringkali hanya dimain-mainkan saja sampai menjadi ampas.
• 20 sampai 30% haruslah ikan: jika tersedia, sebaiknya ikan segar yang tidak berminyak. Ikan yang berminyak hanya boleh diberikan paling banyak 2 sampai 3 kali seminggu. Berikan potongan ikan lengkap termasuk kepala dan ekor. Jika berang-berang masih muda kupas kulit ikan dan buang tulang-belulangnya supaya tidak tersedak.
Makanan diatas harus dibagi menjadi beberapa kali pemberian, sebaiknya tiga kali atau minimal 2 kali.
Makanan tambahan
Makanan yang disebarkan: makanan ini digunakan sebagai makanan tambahan seharian Larva atau ulat, keong, cacing tanah, jangkrik, udang, moluska, kerang-kerangan, anggur, kismis, apel, kacang-kacangan yang tidak asin, seperti kacang tanah (tidak lebih dari 3 sampai 4 butir per ekor per minggu).
Air minum bersih, yang jauh dari tempat berenangnya, harus selalu tersedia. Mangkok harus dicuci
setiap hari, berbentuk sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik, serta tidak terlalu besar sehingga tidak digunakan oleh berang-berang sebagai tempat mandi atau toilet. Pada cuaca dingin, mangkuk ini harus selalu dicek agar tidak membeku.
Jumlah pemberian makan
Pada umumnya institusi-institusi memberi makan berang-berangnya 2 atau 3 kali per hari. Berang berang secara alaminya makan di sepanjang hari, jadi contoh diet di atas harus dibagi dan sesuai dengan susunan jadwal serta karyawan, namun disarankan minimal dua kali sehari. Sebagai tambahan, makanan tambahan/makanan sebar harus diberikan paling sedikit dua kali sehari untuk merangsang aktifitasnya.