Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana gejala klinis penyakit Ascariasis?

RI Rina Wijaya 9 years ago

Ascariasis|690x349

Untuk dapat mengetahui lebih awal hewan yang mengidap penyakit Ascariasis, bagaimana gejala klinisnya?

29

sapi cacingan|593x447

Gejala klinis yang umum terjadi pada anak sapi atau anak kerbau adalah diare, dehidrasi, bulu berdiri dan nampak kusam, nafas berbau asam butirat, nafsu makan menurun, lesu, pertumbuhan pedet terhambat, dan infestasi dalam jangka lama dapat menyebabkan anemia. Keadan ini mengakibatkan terjadinya penurunan berat badan (terjadi kekurusan) secara dratis dalam waktu singkat bahkan berakhir dengan kematian. Selain itu dilaporkan pula adanya gejala demam dan batuk, dan jika infestasi semakin parah akan mengakibatkan paralysis, kongjungtivitis, dan opisthotonus. Anak sapi yang tetap hidup akan mengalami gangguan pertumbuhan secara permanen.

Indikator penilaian derajat keparahan penyakit pada pedet ditentukan dari jumlah telur cacing per gram (epg) feses. Jumlah telur antara 10.000-30.000 epg diklasifi kasikan sebagai infestasi sedang. Adapun jumlah epg lebih dari 30.000 termasuk ke dalam kelompok infestasi berat.

Gejala klinis yang umum terjadi pada anak sapi adalah diare, dehidrasi, rambut berdiri dan terlihat kusam, nafas berbau asam butirat, nafsu makan menurun, lesu, pertumbuhan pedet terhambat dan infestasi dalam jangka panjang dapat menyebabkan anemia. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat bahkan berakhir dengan kematian (Anonim, 2005). Secara patologi infestasi Toxocara vitulorum tidak memperlihatkan adanya perubahan patologi anatomi yang khas, kecuali ditemukanya cacing pada saluran pencernaan, tetapi pada infeksi berat dapat terjadi reaksi peradangan pada saluran pencernaan (Anonim, 2005). Diagnosa dilakukan berdasarkan pengamatan gejala klinis dan epidemiologis sebagaimana telah diuraikan di atas, dengan dukungan pemeriksaan laboratorium terhadap feses pedet untuk menemukan dan mengkonfirmasi adanya telur cacing dalam feses pedet. Pengambilan sampel feses pedet untuk pemeriksaan laboratorium dapat berupa feses segar atau feses yang telah diawetkan dalam formalin 10% (Sackey, 2003).