Alpaka (alpaca; Llama pacos) adalah nama dari hewan mamalia khas Amerika Selatan. Melihat
penampilannya, mungkin orang tidak akan mengira kalau hewan ini adalah sejenis unta karena adanya pola pikir di kalangan awam kalau yang namanya unta pasti berpunuk. Dalam tangga klasifikasi ilmiah sendiri, alpaka dikategorikan sebagai bagian dari keluarga unta (famili Camelidae) karena baik alpaka maupun hewan-hewan lain dalam famili terkait memiliki ciri-ciri berupa perilaku herbivora alias memakan tumbuhan, memiliki 2 bilah jari kaki, berleher agak panjang, berkepala lonjong, berkaki ramping, & meludah jika merasa terganggu. Adapun selain alpaka, spesies unta lain yang juga hidup di Amerika Selatan adalah llama, vikuna, & guanako.
Habitat asli alpaka terletak di Pegunungan Andes bagian tengah. Namun alpaka juga bisa hidup di dataran rendah yang bersuhu lebih hangat jika bulu / rambutnya dicukur sebagian. Alpaka memiliki penampilan yang serupa dengan llama & keduanya juga sama-sama sering dipelihara oleh penduduk asli Andes. Adapun perbedaan utama antara keduanya adalah alpaka berukuran lebih kecil daripada llama. Perbedaan ukuran tersebut lantas membuat llama & alpaka diternakkan untuk tujuan yang berbeda. Jika llama diternakkan untuk dijadikan hewan penjaga gembala & pengangkut barang, maka alpaka diternakkan untuk diambil rambutnya yang seperti wol. Alpaka juga bisa dibedakan lagi menjadi 2 macam varian berdasarkan penampakan rambutnya, yaitu varian huacaya (berambut bergelombang) & varian suri (berambut lurus)
untuk pelihara alpaca di Indonesia menurut saya bisa bisa saja asal kondisi lingkungan dan suhu mendukung alpaca tersbut
sumber:
http://www.re-tawon.com/2016/05/alpaka-unta-kecil-berbulu-domba.html