Menurut saya, PTSD itu memang sangat rentan dialami oleh veteran perang. pertama - tama, Post-Traumatic Stress Disorder atau yang biasa disingkat sebagai PTSD, adalah sebuah gangguan psikologis yang disebabkan karena peristiwa atau pengalaman traumatik yang dialami oleh seseorang yang dapat terjadi selama berbulan – bulan atau bahkan bertahun – tahun. biasanya gejala PTSD ditandai dengan gejala reaksi emosional dan fisik yang intens. Salah satu kalangan yang paling sering dan rentan terkena PTSD adalah veteran perang dan memang pengakuan atas adanya PTSD ini pada awalnya berhubungan kuat dengan masalah psikologis pasca perang, war neuroses, dan combat exhaustion.
PTSD sendiri merupakan sebuah reaksi jangka panjang yang diakibatkan dari paparan zona perang. Sudah banyak penelitian yang meneliti bagaimana perang dapat memberikan gejala PTSD bagi para veteran yang bertempur di dalamnya. PTSD dalam konteks perang, juga berhubungan erat dengan apa yang disebut dengan CSR atau Combat Stress Reaction yang memiliki gejala seperti gangguan psikis, reaksi kekhawatiran, penyesalan, reaksi depresi, dan gejala gangguan jiwa.
Banyak penelitian yang juga membuktikan betapa banyaknya veteran perang yang mengalami PTSD, seperti salahs satu contohnya ada penelitian dari US Department of Veteran Affairs yang menemukan jika sekitar 11-20% tentara yang ikut dalam operasi militer di Irak, 12% yang ikut dalam Perang Teluk, dan 30% yang terlibat dalam Perang Vietnam, mengalami PTSD.
Referensi :
1. Friedman, M, J., Schnurr, P, P., & McConagh-Doyle, A. (June, 1994). Post Traumatic Disorder in the Military Veteran. Psychiatric Clinics of North America. 17(2), 265 – 277.
2. Kirmandita, P (2017). Problem-Problem Kesehatan Mental pada Tentara. Tirto. Retrieved from https://tirto.id/problem-problem-kesehatan-mental-pada-tentara-cuo6