Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa Veteran Perang Rentan Terkena Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)?

image|690x552, 75%

PTSD merupakan sebuah gangguan psikologis yang diakibatkan oleh peristiwa atau pengalaman traumatik seperti bencana alam, kekerasan, dan yang lain sebagainya yang dialami oleh seseorang. PTSD dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali dan memiliki gejala - gejala seperti halusinasi, mimpi buruk, stress yang berkepanjangan karena kilas balik peristiwa atau pengalaman buruk dan lain sebagainya. salah satu penyebab PTSD yang mungkin sering atau pernah kita dengar adalah PTSD yang disebabkan oleh perang dan biasanya kalangan veteran perang yang mengalami gangguan PTSD seperti ini.

Menurut kalian, mengapa veteran perang lebih rentan terkena sindrom PTSD , Lalu apa saja faktor yang menyertainya ?

46

Menurut saya, PTSD itu memang sangat rentan dialami oleh veteran perang. pertama - tama, Post-Traumatic Stress Disorder atau yang biasa disingkat sebagai PTSD, adalah sebuah gangguan psikologis yang disebabkan karena peristiwa atau pengalaman traumatik yang dialami oleh seseorang yang dapat terjadi selama berbulan – bulan atau bahkan bertahun – tahun. biasanya gejala PTSD ditandai dengan gejala reaksi emosional dan fisik yang intens. Salah satu kalangan yang paling sering dan rentan terkena PTSD adalah veteran perang dan memang pengakuan atas adanya PTSD ini pada awalnya berhubungan kuat dengan masalah psikologis pasca perang, war neuroses, dan combat exhaustion.

PTSD sendiri merupakan sebuah reaksi jangka panjang yang diakibatkan dari paparan zona perang. Sudah banyak penelitian yang meneliti bagaimana perang dapat memberikan gejala PTSD bagi para veteran yang bertempur di dalamnya. PTSD dalam konteks perang, juga berhubungan erat dengan apa yang disebut dengan CSR atau Combat Stress Reaction yang memiliki gejala seperti gangguan psikis, reaksi kekhawatiran, penyesalan, reaksi depresi, dan gejala gangguan jiwa.

Banyak penelitian yang juga membuktikan betapa banyaknya veteran perang yang mengalami PTSD, seperti salahs satu contohnya ada penelitian dari US Department of Veteran Affairs yang menemukan jika sekitar 11-20% tentara yang ikut dalam operasi militer di Irak, 12% yang ikut dalam Perang Teluk, dan 30% yang terlibat dalam Perang Vietnam, mengalami PTSD.

Referensi :
1. Friedman, M, J., Schnurr, P, P., & McConagh-Doyle, A. (June, 1994). Post Traumatic Disorder in the Military Veteran. Psychiatric Clinics of North America. 17(2), 265 – 277.
2. Kirmandita, P (2017). Problem-Problem Kesehatan Mental pada Tentara. Tirto. Retrieved from https://tirto.id/problem-problem-kesehatan-mental-pada-tentara-cuo6

Menurut sependek pengetahuan saya, veteran perang lebih rentan terkena sindrom PTSD/Post-Traumatic Stress Disorder, dikarenakan peristiwa di dalam peperangan tentunya sangat menguras energi dan mental. Veteran perang tentu mengalami pengalaman traumatik, mereka dekat dengan yang namanya kematian, hal itu tentu melekat di dalam pikiran dan menjadi bayang-bayang yang menghantui.

Menurut studi, faktor-faktor yang menyertai veteran perang lebih rentan terkena sindrom PTSD :
- Tingkat keparahan yang diterima akibat peristiwa peperangan
- Kurangnya dukungan sosial yang didapat
- Depresi
- Gejala fisik yang berubah akibat peristiwa peperangan

Berikut ini merupakan video yang membahas mengenai perang dan akibatnya terhadap seorang prajurit/tentara :
1.

Percakapan seorang tentara muda dengan veteran perang dan peristiwa perang yang mengubahnya
2.

Respon seorang veteran perang terhadap cemoohan-cemoohan orang lain mengenai sindrom PTSD yang beliau derita

Only the dead have seen the end of the war.
George Santayana

Referensi :
1. https://bmcpsychiatry.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12888-018-1590-5

PTSD adalah sebuah gangguan mental yang disebut sebagai post-traumatic stress disorder yang mengakibatkan trauma pada individu akibat peristiwa atau situasi yang sangat hebat. Armenta et al (2018) menemukan bahwa faktor PTSD yang terjadi pada veteran perang U.S adalah usia yang lebih tua, penempatan dalam paparan pertempuran yang tinggi, depresi, riwayat serangan fisik, cedera/penyakit yang melumpuhkan, somatik, kurang tidur, pemisahan dari militer, dan kurangnya dukungan sosial dikaitkan dengan PTSD

Sumber
- Armenta, R.F., Rush, T., LeardMann, C.A. et al. (2018). Factors associated with persistent posttraumatic stress disorder among U.S. military service members and veterans. BMC Psychiatry 18, 48 . https://doi.org/10.1186/s12888-018-1590-5