Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi?

Kekerasan dalam Rumah Tangga, memiliki arti setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

19

Faktor penyebab kekrasan dala rumah tangga sehigga hal itu bisa terjadi :

  1. Berbicara keras dan menyakitkan
    Perilaku ini sangat penting dan mutlak harus Anda hindari terhadap semua anggota keluarga. Berbicara keras dan lantang akan membuat si pendengar sakit hati lain halnya dengan berbicara yang sopan akan membuat lawan bicara Anda menjadi simpatik. Dengan demikian akan terhindar dari kesalahpahaman yang membuat percekcokan dalam keluarga Anda.

  2. Tidak sabar
    Faktor berikutnya adalah ketidaksabaran, karena itu adalah tolak ukur dalam hal Anda melakukan tindakan. Dalam kehidupan berkeluarga pasti tidak lepas dari kesalahan. Jika mendapati dalam keluarga Anda berbuat suatu kesalahan jangan sekali-sekali memvonisnya. Berikan kesempatan kepada yang bersangkutan berbicara untuk menyampaikan argumennya. Kemudian berikan nasihat atau petuah dengan nada yang santun dan bijak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

  3. Sifat ego
    Sifat egoisme hanya akan mendorong hati Anda menjadi keras kemudian muncul perilaku arogan dan semena-mena terhadap orang lain. Jauhkan sifat tersebut dari kehidupan Anda. Karena jika sifat egoisme tersebut terus bersarang dan mengendap dalam hati manusia lama kelamaan akan bermunculan jenis-jenis penyakit hati antara lain sifat keras kepala sulit menerima nasihat orang lain, iri hati, dendam, dan lain sebagainya. Jauhkan sifat-sifat seperti itu dari kehidupan Anda.

  4. Ekonomi
    Salah satu hal terjadinya kekerasan dalam rumah tangga adalah faktor ekonomi yang kurang mapan, dalam artian kehidupan rumah tangga tersebut ekonominya masih labil. Sehingga dengan keadaan yang seperti itu akan timbul berbagai perselisihan dalam rumah tangga Anda sehari-hari karena tuntutan dari pasangan atau dari anak Anda tidak terpenuhi. Jadi sebelum Anda melaksanakan hidup berumah tangga sebaiknya persiapkan kemampuan finansial Anda untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

  5. Mencari kambing hitam
    Ketika Anda mendapatkan masalah yang besar di dalam pekerjaan yang membuat pikiran kacau, jangan sekali-kali melampiaskan ke dalam rumah karena anggota keluarga tidak tahu apa-apa. Selesaikan masalah dalam pekerjaan Anda dan jangan campur aduk ke dalam keluarga. Alangkah baiknya jika Anda berdiskusi, mungkin pasangan Anda mempunyai jalan keluar tentang masalah Anda.

  6. Tidak ada budaya demokrasi dalam rumah tangga
    Di dalam keluarga, suami mempunyai tugas menjadi kepala keluarga namun tidak semua hal yang dilakukan itu benar. Jika suami salah dalam menyampaikan atau melakukan sesuatu, sebagai istri jangan ragu untuk membenarkan. Begitu juga sebaliknya jika istri salah melakukan sesuatu, kewajiban suami untuk mengarahkan ke jalan yang benar. Dengan ucapan yang lemah lembut maka akan mudah diterima oleh pasangan dan tidak sampai membuat sakit hati.

  7. Kurang terbuka dalam keluarga
    Kurang terbuka adalah salah satu hal yang dapat membuat tidak harmonisnya kehidupan berumah tangga. Jika Anda mempunyai masalah di luar, jangan dipikirkan sendiri, itu akan membuat beban Anda menjadi semakin besar. Berkomunikasi tentang masalah yang diterima kepada pasangan Anda dan menemukan solusinya bersama-sama itu akan meringankan beban masalah Anda.

  8. Pergi keluar rumah tanpa alasan
    Dalam kasus ini banyak contoh dilakukan oleh anak-anak yang beranjak dewasa dan masih labil. Sebagai orang tua, Anda harus lebih ketat dalam menjaga dan mengawasi putra-putri Anda saat akan keluar rumah. Dengan memberikan arahan-arahan tentang hal negatif dan positif di luar rumah, maka putra-putri Anda akan berpikir dan menjauhi hal-hal negatif yang Anda larang.

  9. Berprasangka buruk
    Berprasangka buruk terhadap pasangan akan membuat rasa tidak nyaman dalam rumah tangga. Sifat ini akan menjadikan rasa tidak percaya terhadap semua hal yang dilakukan pasangan. Dengan berpikiran yang baik terhadap pasangan akan menumbuhkan rasa saling percaya dalam kehidupan berumah tangga dan ini akan menambah keharmonisan dalam keluarga.