Menurut Rofiatul Immamiyah (2013) berdasarkan penelitian yang berkembang pada periode-periode selanjutnya, diperoleh hipotesis mengenai faktor-faktor determinan yang terdapat pada pikiran kelompok (groupthink) yaitu:
1. Faktor Anteseden
Kalau hal-hal yang mendahului ditujukan untuk meningkatkan pikiran kelompok (groupthink), maka keputusan yang dibuat oleh kelompok akan bernilai buruk. Akan tetapi, kalau hal-hal yang mendahului ditujukan untuk mencegah pikiran kelompok (groupthink), maka keputusan yang akan dibuat oleh kelompok akan bernilai baik.
2. Faktor Kebulatan Suara
Kelompok yang mengharuskan suara bulat justru lebih sering terjebak dalam pikiran kelompok (groupthink), daripada yang menggunakan sistem suara terbanyak .
3. Faktor Ikatan Sosial-Emosional
Kelompok yang ikatan sosial-emosionalnya tinggi cenderung mengembangkan pikiran kelompok (groupthink), sedangkan kelompok yang ikatannya lugas dan berdasarkan tugas belaka cenderung lebih rendah pikiran kelompoknya.
4. Toleransi terhadap Kesalahan
Loyalitas ke grup memerlukan individu untuk menghindari dan mengangkat isu-isu kontroversial atau solusi alternatif. Biaya sosial negatif utama groupthink adalah hilangnya kreativitas individu, keunikan, dan pemikiran mandiri. Faktor-faktor seperti kohesivitas kelompok, struktur kelompok rusak, dan bermain konteks situasional ke dalam kemungkinan groupthink akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Menurut Rofiatul Immamiyah (2013) faktor terbentuknya groupthink adalah:
1. Kohesivitas Kelompok
2. Faktor Struktural
3. Tekanan Kelompok (Group Stress)