Aku sangat setuju dengan penyatan ini. Nyatanya kesehatan mental kita sangat berpengaruh dalam kehidupan.
[quote="vairma, post:1, topic:161631"]
Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja.
[/quote]
Permasalahan hidup yang berat dapat membawa kondisi psikologis yang tertekan dan tidak nyaman. Tekanan-tekanan tersebut dapat menyebabkan psikosomatis.
Kartono & Gulo (1987) menerangkan bahwa, psikosomatis adalah gangguan fisik akibat dari kegiatan fisiologis yang berlebihan dalam mereaksi gejala emosi.
Maramis (2004) menjelaskan mekanisme psikosomatis sebagai berikut: stimulus emosi yang ditangkap oleh panca indera, akan diteruskan ke sistem limbik. Dari sistem limbik, emosi disadari dan kemudian diambil keputusan-keputusan untuk mengambil tindakan-tindakan, yang kemudian diekspresikan, lalu muncul perintah-perintah dari sistem limbik yang disalurkan melalui thalamus dan hipotalamus ke organ-organ yang kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk emosi. Jika stimulus itu berbahaya, maka akan timbul reaksi psikis yang berujud ketegangan emosi dan diikuti oleh aktifitas hiperaktif organ . Gangguan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh, sehingga terjadilah psikosomatis.
Psikosomatis ini dapat menyerang kulit (alergi), otot dan tulang (rematik, nyeri otot dan sendi), saluran pernafasan (sindrom hiperventilasi dan asma), jantung dan pembuluh darah (darah tinggi, sakit kepala dan migren), saluran pencernaan (asam lambung dan muntah-muntah), alat kemih dan kelamin (nyeri di panggul, impotensi, ejakulasi dini, dan mengompol), sistem endokrin (hipertiroid dan sindroma menopause)
Terlalu banyak bahaya yang dapat timbul bila kesehatan mental terganggu. Jadi selain menjaga kesehatan fisik, jangan lupa menjaga ketenangan batin. Mari juga belajar memahami teman-teman kita yang sakit batinnya, sebagaimana kita memaklumi teman yang sakit fisiknya.
Referensi
Pratiwi, D., & Lailatushifah, S. N. F. (2012). Kematangan emosi dan psikosomatis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi Universitas Wangsa .