Stewart dan Cash (2008) menguraikan tahapan dalam proses konseling sebagai berikut:
1. Pembukaan
Pada tahap ini terdapat dua proses yaitu orientasi dan membangun rapport. Dalam orientasi akan dijelaskan tujuan, lamanya konseling dan kerahasiaan data hasil konseling. Sedangkan rapport dilaksanakan dengan tujuan menciptakan hubungan baik dan kepercayaan agar klien dapat terlibat langsung dalam proses konseling. Setelah orientasi dan rapport berjalan, diharapkan klien memiliki keinginan untuk terlibat, adanya rasa percaya dan dapat lebih terbuka serta dapat bekerja sama dalam proses konseling.
2. Inti
Tahap ini terdiri dari tiga fase, yaitu fase asesmen masalah, integrasi affect dan penyelesaian masalah.
-
Fase pertama bertujuan untuk menemukan permasalahan klien. Pada fase ini dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut: menerima informasi, mendorong informasi, menyatakan kembali informasi dan mempertanyakan informasi.
-
Fase kedua adalah fase integrasi affect, dimana fase ini bertujuan untuk menggali perasaan klien secara mendalam. Pada fase ini dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut: menerima perasaan, mendorong perasaan, merefleksikan perasaan, mempertanyakan perasaan dan menghubungkan perasaan dengan sebuah konsekuensi atau contoh.
-
Fase ketiga adalah fase penyelesaian masalah yang bertujuan untuk sampai pada memutuskan rencana tindakan. Pada fase ini dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut: memberikan informasi atau penjelasan, mengarahkan pada alternatif-alternatif, pembuatan keputusan dan mengelola sumberdaya.
3. Penutup
Terdapat beberapa cara yang dapat dikombinasikan untuk menutup sebuah konseling, yaitu mengemukakan sebuah pertanyaan penutup, mengemukakan bahwa konseling sudah berakhir, mengajukan pertanyaan-pertanyaan pribadi, menjelaskan alasan berakhirnya konseling, mengemukakan kepuasan dan penghargaan, mengatur jadwal untuk pertemuan selanjutnya serta menyimpulkan hasil konseling.
4. Evaluasi
Pada tahap ini, konselor sebaiknya berpikir dengan kritis mengenai proses konseling yang telah dijalani. Hal-hal yang perlu dievaluasi antara lain: persiapan konseling, bagaimana pelaksanaan setiap tahapan konseling, keterampilan wawancara dan keterampilan konseling.