Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana Cara Mengasah Kemampuan Memecahkan Suatu Masalah?

Memecahkan Suatu Masalah|690x350

Soft Skill yang sangat dibutuhkan saat ini atau masa mendatang adalah problem solving ability.

Problem solving ability adalah kemampuan untuk mengidentifikasi lalu memberikan beberapa solusi alternative untuk masalah yang dihadapi dan memilih pilihan atau keputusan yang terbaik atau kemampuan untuk mengidentifikasi komponen sistem yang menyebabkan kesalahan, serta pilihan yang tersedia untuk memecahkan masalah itu dan menyelesaikan tugas.

Tahapan problem solving menurut para ahli memiliki beberapa langkah yang pendapatnya saling berbeda satu sama lain tetapi memiliki kesimpulan atau inti yang tidak beda jauh dan dapat diringkas menjadi 5 langkah pokok yaitu :

  • Menemukan permasalahan,
  • Identifikasi permasalahan,
  • Merancang beberapa alternative hipotesis,
  • Membuat penilaian dan keputusan mengenai hipotesis yang akan digunakan dan
  • Evaluasi diikuti pengujian solusi.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk problem solving terdapat tiga langkah atau konsep secara general yang telah terbukti keberhasilannya, yakni :

  1. Mengidentifikasi masalah secara tepat. Secara konseptual suatu masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara kerja secara actual dan target kinerja yang diharapkan. Berdasarkan konsep yang ada, seorang problem solver professional harus lebih dahulu untuk mampu mengetahui sejauh mana tingkat kinerja actual saat ini serta kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita dan kapan waktu pencapaian target kinerja itu.

  2. Menentukan sumber dan akar penyebab masalah. Apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan atau menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Membuat Solusi masalah secara efektif dan efisien.

Adapun langkah-langkah membuat solusi masalah yang efektif dan efisien yaitu:

  1. Mendefinisikan masalah secara tertulis.

  2. Membangun diagram sebab akibat yang dimodifikasi untuk mendefinisikan akar penyebab masalah dan penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun dapat diperkirakan.

  3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram sebab aibat sedangkan penyebab yang tidak dapat diperkirakan didaftarkan pada sebab akibat itu secara tersendiri.

  4. Mendefinisikan tindakan atau solusi yang efektif melalui pencegahan munculnya kembali penyebab-penyebab itu, tindakan yang diambil harus ada dibawah pengendalian kita dan memenuhi tujuan dan target kinerja yang ditetapkan.

  5. Menerapkan implementasi atau tindakan-tindakan yang diajukan.

Selain langkah-langkah diatas, ada juga langkah-langkah dalam problem solving yang sangat sederhana yaitu kesadaran akan adanya masalah, merumuskan masalah, mencari data dan merumuskan hipotesa-hipotesa tersebut kemudian menerima hipotesa yang benar. Akan tetap problem solving itu tidak selalu mengikuti urutan yang teratur, melainkan dapat meloncat-meloncat antara beberapa langkah tersebut.

Pada dasarmya metode problem solving ini menekankan pada penemuann dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Dan mengapa memiliki Problem solving ability ini penting adalah karena metode ini mendorong kita untuk berpikir secara ilmiah, praktis, intuitif dan bekerja atas dasar inisaitf sendiri,menambah keterampilan dalam menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganilisisnya untuk diteliti kembali hasilnya, meningkatkan potensi intelektal serta menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka.

Selain itu, penerapan problem solving juga memiliki beberapa kelebihan antara lain:

  1. Melatih kita untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah secara realistis.
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

[details=Referensi]
* https://disnawati.wordpress.com/
* http://www.academia.edu/9083884/Problem_Solving
* http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-problem-solving.html
[/details]

86

7 Cara meningkatkan keterampilan yang kreatif untuk pemecahan masalah anda
Menurut : first the trousers

Kita semua memiliki potensi untuk menjadi kreatif, tetapi kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kemampuan kita untuk memecahkan masalah secara kreatif, Cara pola berpikir kita dan mental yang kita gunakan untuk memilih, mengolah, dan menganalisis informasi dapat bertindak sebagai penghalang dan menahan potensi kreatif kita. Berikut adalah cara untuk meningkatkan keterampilan kreatif yang kita miliki :

  1. Kesadaran diri.
    Cukup menyadari dan mengakui bahwa masalah keterampilan kreatif kita dibatasi oleh cara kita berpikir. Melakukan hal itu akan mendorong anda untuk menemukan alat-alat, teknik dan trik untuk mengatasi mereka yang menyimpang dan meningkatkan keterampilan memecahkan masalah anda.

  2. Lepaskan diri anda dari masalah.
    Cara kita melihat masalah dibatasi oleh bingkai cara kita tersebut, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu kita, keyakinan kita dan proses mental kita. Masalah atau mencari solusi dari berbagai perspektif (atau bidang yang berdekatan) adalah cara yang bagus untuk mengatasi beberapa penyimpangan mental yang mengganggu kita. Dalam pengalaman kami yang paling efektif yaitu menggunakan "teknik kreativitas", ada dua langkah. Langkah pertama biasanya terdiri dalam bergerak menjauh dari masalah untuk memfasilitasi ide-ide baru, langkah kedua kemudian terdiri dalam menerjemahkan ide-ide mereka kembali ke solusi yang dapat memecahkan masalah asli.

  3. Menggunakan framework, sistem, untuk mengarahkan pemikiran anda.
    Kebanyakan orang tampaknya masih tidak menyadari bahwa ada metode untuk kreativitas. Kreativitas tidak terjadi begitu saja. Salah satu manfaat yang signifikan dari pendekatan methodic adalah membantu untuk mendorong dan mengarahkan pada proses penemuan ide, dengan demikian membantu mengatasi penyimpangan dan keterbatasan dari penyelesaian masalah tersebut.

  4. Tampilkan empati.
    Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri sendiri pada posisi orang lain tanpa menghakimi. Di sini "orang lain" bisa menjadi konsumen anda, untuk mencoba mengubah anggota tim lain saat sesi ideation. Hal ini yang sangat sulit untuk dilakukan, tetapi juga merupakan cara yang sangat bagus untuk mengungkapkan solusi baru untuk masalah. Empati tidak berarti bahwa sudut pandang anda harus setuju dengan sudut pandang orang lain, itu berarti anda dapat melihat hal-hal dari sudut pandang mereka untuk mempertimbangkan solusi baru yang mungkin muncul dari perspektif ini. Cara mudah untuk memulai adalah berlatih empati dengan signifikan. anda akan menemukan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan anda namun dapat menjadi kreatif dalam hubungan anda!.

  5. Mempromosikan macam-macam sudut pandang - hindari pemikiran dari suatu kelompok.
    Saya percaya solusi yang lebih baik yang dihasilkan ketika dikembangkan oleh berbagai kelompok orang tersebut. Jika anda adalah seorang pemikir yang intuitif pasti menambahkan orang yang lebih berfikiran rasional untuk sesi ideation anda, bahkan jika itu terasa tidak nyaman pada awalnya. Jika anda seorang tim bisnis orang menambahkan orang yang berpikiran kreatif untuk tim ideation anda. Kuncinya tidak hanya untuk menambah orang yang memiliki gaya kerja yang berbeda dari anda, tetapi juga untuk mendengarkan mereka dan memungkinkan perspektif mereka untuk mempengaruhi pemikiran dan proses ideation. Pemimpin yang terbaik adalah "integrator", mereka mampu mendengarkan berbagai sudut pandang dan memasukkan mereka ke dalam solusi akhir.

  6. Fokus pada input yang tepat dan berstimulasi.
    Menggunakan dalam membuka pikiran dan masukan dari bidang atau kategori juga membantu pola pemikiran anda sendiri dan meningkatkan keterampilan masalah secara kreatif anda. Namun, tidak semua pembuka pikiran diciptakan sama. Beberapa akan lebih relevan dengan jenis masalah yang anda coba untuk memecahkan daripada yang lain.

  7. Perluas pengetahuan dan pengalaman Anda sendiri.
    Masalah lebih beragam pada marketing yang bekerja untuk anda, yang lebih banyak kasus di kategorikan berbeda-beda, berfikir lebih fleksibel dan proses berpikir anda akan menjadi lebih gesit. Anda akan dapat menarik dari dari kumpulan-kumpulan yang lebih luas dari pengetahuan dan pengalaman serta membuat koneksi lebih bermakna, akhirnya dapat menimbulkan solusi jenis yang baru.

Problem Solving Ability

Untuk memahami konsep masalah menurut Newell (1980) menyatakan bahwa ruang masalah adalah mendasar unit organisasi dari semua aktivitas simbolik dan merupakan titik awal untuk semua masalah pemecahan. Elemen untuk membuat representasi masalah adalah konsep dari lingkungan tugas. Lingkungan tugas dapat dilihat sebagai seperangkat pengetahuan, informasi, fakta, dan hubungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut.

Situasi masalah menjadi lebih kompleks sebagai hubungan antara unsur-unsur di ruang masalah yang lebih jelas, sehingga membutuhkan operasi lebih untuk mencapai sebuah solusi. Masalah di mana semua informasi yang disajikan dalam masalah Pernyataan karena itu lebih mudah untuk memecahkan daripada mereka yang masih hilang.

Riley, Greeno, dan Heller (1981) mengatasi jenis masalah di mana semua informasi yang tidak jelas disajikan dalam laporan masalah. Jenis ini masalah memerlukan jenis jaringan kognitif fakta dan keterkaitan antara fakta untuk masalah yang akan dipecahkan berhasil.

Sumber : journals.sagepub.com/toc/rer/60/1

Menangani masalah

Menangani konflik personal

  1. Hindari perilaku yang membuat situasi semakin buruk
  2. Pahami tentang apa masalah sebenarnya
  3. Cobalah untuk melihat dari perspective lain
  4. Pastikan merekan merasa dihormati dan dilayani
  5. Bicarakan itu
  6. Menemukan jalan tengah

Menangani masalah yang bukan dari seseorang

  1. Tetaplah tenang
  2. Dapatkan banyak informasi yang kamu bisa
  3. Mengevaluasi kemampuan apa yang anda punyai
  4. Memetakan apa yang terjadi
  5. Siapkan untuk beraksi
  6. Berkomunikasilah dengan seseorang

Menangani banyak masalah

  1. Lepaskanlah sesuatu yang tidak bisa anda rubah
  2. Bersiaplah untuk membuat beberapa pengorbanan
  3. Berhentilah menunda-nuda
  4. elesaikan hal-hal satu langkah dalam satu waktu
  5. Minta pertolongan kepada orang lain
  6. Perhatikan diri anda sendiri untuk mendapat suatu pencerahan

referensi : http://www.wikihow.com/Handle-Problems

Semua orang mempunyai suatu masalah. Entah itu besar maupun kecil, banyak maupun sedikit. Tentu dengan adanya masalah, orang akan otomatis mencari cara untuk menyelesaikan (memecahkan) masalah tersebut. Namun, banyak orang berusaha memecahkan masalah namun dengan cara-cara yang tidak efisien atau tidak kreatif. Sehinga bukan menyelesaikan masalah tersebut, namun justru menambah masalah menjadi rumit. Orang perlu berpikir kreatif dalam pemecahan masalah dan berpikir berbeda.

Creative problem solving (CPS) adalah sebuah cara untuk menyelesaikan masalah ataupun mengidentifikasi kentungan, ketika cara yang konvensional gagal. Hal tersebut, membuat anda untuk mencari prespektif baru dan mendatangkan solusi yang inovatif, sehingga anda dapat merumuskan rencana yang tepat untuk mencapai tujuan.


Kenapa memakai CPS?

Berurusan dengan rintangan dan tantangan merupakan bagian rutin dari kehidupan kerja, dan mengatasi nya tidak selalu mudah. Untuk meningkatkan produk, layanan, komunikasi, dan keterampilan interpersonal anda, perlu adanya dorongan berpikir kreatif dan menemukan solusi inovatif.

CPS membantu anda memisahkan ide "divergent" dan "convergent" dan membantu menyelesaikannya. Berpikir divergen adalah proses menghasilkan banyak solusi potensial dan kemungkinan, atau dikenal sebagai brainstorming. Sedangkan berpikir konvergen adalah evaluasi pilhan-pilhan tadi dan memilih satu solusi yang terbaik . Sering kali, kita menggunakan kombinasi dari dua cara tadi untuk mengembangkan ide-ide atau solusi baru. Namun, menggunakan mereka secara bersamaan dapat menghasilkan keputusan yang tidak seimbang atau bias.

Prinsip inti dari CPS

Prinsip inti dari CPS ada 4, yaitu:

  • Pemikiran divergent dan convergent harus seimbang. Kunci dari sebuah kreatifitas adalah belajar mengidentifikasi dan menggunakan pemikiran divergent dan convergent secara terpisah, dan tahu kapan menggunakan nya.

  • Ajukan masalah layaknya ketika bertanya. Ketika anda mengutak atik sebuah masalah dan menjadikan nya tantangan dengan pertanyaan-pertanyaan open-ended, akan meciptakan banyak solusi.

  • Menunda atau menangguhkan keputusan. Maksudnya ketika sebuah kelompok melakukan brainstorming, hindari memutuskan solusi secara awal yang cenderung akan menutup kemungkinan solusi-solusi lain. Sebaliknya, ada waktu yang tepat dan dibutuhkan untuk memutuskan ide-ide selama tahap konvergensi.

  • Fokus terhadap “Ya,dan”, daripada “tidak,tapi”. Bahasa anda ketika mengemukakan sebuah pendapat maupun informasi sangatlah berpengaruh. “ya,dan” membuat orang menjadi percaya diri akan pendapat nya, dan mau untuk berbagi ide. Sedangkan “tidak,tapi” membuat sebuah diskusi menjadi cepat berakhir, bahkan membuat ide-ide sebelumnya tak bernilai.

Cara menggunakan

1. CLARIFY

Explore the Vision
Identifikasi tujuan Anda, apakah itu sebuah keinginan atau tantangan. Hal ini adalah langkah pertama yang penting karena mudah untuk menentukan nya, tidak benar, bahwa anda benar tahu apa masalahnya. Namun, Anda mungkin telah melewatkan sesuatu atau telah gagal untuk memahami masalah ini sepenuhnya.

Gather Data
Setelah anda tahu dan paham masalah tersebut, Anda dapat mengumpulkan informasi tentang hal itu dan mengembangkan pemahaman yang jelas tentang itu. Buat catatan yang terperinci seperti siapa dan apa yang terlibat, semua fakta yang relevan, dan semua hal.

Formulate Questions
Bila Anda telah meningkatkan kesadaran Anda akan tantangan atau masalah yang sedang dihadapi, ajukan pertanyaan dan Tambahkan ke catatan pribadi anda, yang akan menghasilkan solusi. Pikirkan tentang hambatan yang mungkin Anda hadapi dan peluang apa saja yang ada.

2. IDEATE

Explore Ideas
Buatlah ide-ide yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tantangan yang sudah anda identifikasi di langkah 1. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk solusi yang sudah anda coba sebelumnya, pikiran kita cenderung untuk kembali ke pola berpikir kebiasaan yang menghentikan kita dari memproduksi ide-ide baru. Namun, ini adalah kesempatan untuk menggunakan kreativitas Anda.

3. DEVELOP

Formulate Solutions

Ini adalah tahap konvergen CPS, di mana Anda mulai fokus mengevaluasi semua solusi yang sudah anda buat. Menganalisis semua solusi potensial, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kriteria. Putuskan juga apakah anda dapat menerapkannya dengan sukses atau tidak. Selanjutnya, pertimbangkan bagaimana Anda dapat memperkuat mereka dan menentukan mana yang terbaik dan sesuai.

4. IMPLEMENT

Formulate a Plan

Setelah Anda memilih solusi terbaik, saatnya untuk melakukan aksi. Mulai dengan mengidentifikasi sumber daya dan tindakan yang tepat guna penerapan solusi yang anda pilih. Berikutnya, komunikasikan rencana Anda dan pastikan bahwa setiap orang yang terlibat memahami dan menerimanya.


Lakukan hal-hal di atas di kehidupan sehari-hari!

Pernahkah menghadapi suatu masalah yang Anda pikir itu hal yang mudah untuk diatasi? Mungkin atasan Anda meminta Anda untuk mengurangi pengeluaran di departemen Anda, tetapi Anda tidak bisa menentukan langkah yang tepat tanpa mengorbankan sesuatu di tempat kerja anda
.
Cobalah mengikuti langkah pertama dari proses CPS, dan identifikasi sebuah masalah secara jelas. Selanjutnya, kumpulkan data. Kemudian, Anda dapat mengeksplorasi ide-ide dilanjutkan dengan solusi. Akhirnya, jalankan aksi dan buat solusi Anda menjadi kenyataan.

John Michael Morgan menyatakan bahwa tergantung pada seberapa besar suatu tantangan, biasanya ada efek panik yang terjadi. Kepanikan ini menyebabkan pada pemikiran yang tertutup. Padahal sebuah pemikiran yang terbuka sangatlah penting untuk penyelesaian masalah yang kreatif.

Untuk pendekatan cara meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah, kita harus mengganti pendekatan kita untuk menyelesaikan masalah. Berhenti mencari jawaban yang benar dan mulailah mencari pertanyan yang tepat. Ubah sudut pandang kita terhadap suatu masalah. Berhentilah bertanya “kenapa ini terjadi pada saya?” mulailah bertanya “apa yang bisa saya dapatkan dari permasalahan ini?” atau “bagaimana saya bisa memanfaatkan kondisi ini?”

Ketika kita mulai menanyakan pertanyaan yang berbeda, kita juga akan mulai berpikir jawaban yang berbeda pula. Lebih banyak pertanyaan yang kita tanyakan lebih baik. Berbagai pertanyan dari sudut pandang yang berbeda akan memberikan kita solusi yang tidak kita duga.

Pertanyaan-pertanyaan kita tidak perlu kompleks, malahan, semakin sederhana semakin baik. Intinya daripada mencari jawaban yang benar, lebih baik berfokus pada pertanyaan yang tepat. Selama ini kita terlalu serting menghabiskan waktu mencari jawaban yang benar untuk pertanyaan yang salah.

Berikut usaha yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah.

Prosedur dalam pemecahan telah dijelaskan Rebori sebagai berikut:

  1. Menemukan adanya masalah
    Ketika seseorang mampu menggambarkan masalah, ia akan mengetahui situasi yang sebenarnya berdasarkan fakta yang ia temukan.

  2. Mengidentifikasi dan menemukan penyebab utama dari suatu masalah
    Untuk dapat memecahkan suatu masalah diperlukan kemampuan identifikasi dan kemampuan menganalisis penyebab dari permasalahan tersebut.

  3. Menghasilkan beberapa alternatif solusi
    Pada tahapan ini dihasilkan lebih dari satu solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

  4. Menentukan alternatif solusi
    Setelah didapatkan beberapa solusi alternatif, kemudian dipilih solusi terbaik untuk memecahkan masalah.

  5. Mengembangkan suatu rencana tindakan
    Perencanaan tindakan dilakukan untuk mengetahui keefektifan dari solusi yang dipilih.

  6. Penerapan
    Setelah membuat perencanaan tindakan, dilakukan penerapan solusi yang dipilih untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Proses pemecahan masalah juga telah diungkapkan oleh Berry Beyer , yaitu:

  1. Merumuskan masalah atau soal

  2. Menyadari adanya problem atau persoalan

  3. Melihat maknanya
  4. Mengusahakan agar masalah itu dapat dikendalikan

  5. Mengembangkan jawaban sementara (hipotesis)

  6. Meneliti dan mengklasifikasi data yang ada

  7. Mencari hubungan, membuat tafsiran yang logis
  8. Merumuskan hipotesis

  9. Menguji jawaban sementara

  10. Mengumpulkan data/bukti

  11. Menyusun data/bukti
  12. Menganalisis data/bukti

  13. Mengembangkan dan mengambil kesimpulan

  14. Mengevaluasi hubungan antara bukti dan hipotesis

  15. Merumuskan kesimpulan

  16. Menerapkan kesimpulan pada data atau pengalaman baru

  17. Menguji dengan bukti baru

  18. Membuat generalisasi tentang hasilnya

Sedangkan Polya mengemukakan bahwa dalam pemecahan masalah memuat empat langkah fase penyelesaian yaitu:

  1. Memahami masalah
    Siswa tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah dengan benar, bila tidak memahami masalah yang diberikan.

  2. Merencanakan penyelesaian
    Fase ini sangat bergantung pada pengalaman siswa dalam menyelesaikan masalah, semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan siswa lebih kreatif dalam menyusun rencana penyelesaian masalah.

  3. Menyelesaikan masalah sesuai rencana
    Bila penyusunan rencana telah dibuat, selanjutnya dilakukan penyelesaian masalah sesuai rencana.

  4. Melakukan pengecekan kembali
    Dan fase terakhir ini adalah melakukan pengecekan atas apa yang telah dilakukan mulai dari fase pertama sampai fase ke tiga.

Menurut Gagne, dalam pemecahan masalah biasanya ada 5 langkah yang harus dilakukan, yaitu:

  • Menyajikan dalam bentuk yang lebih jelas.
  • Menyatakan masalah dalam bentuk yang operasional (dapat dipecahkan).
  • Menyusun hipotesis-hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.
  • Mengetes hipotesis dan melakukan kerja untuk memperoleh hasilnya (pengumpulan data, pengolahan data, dan lain-lain), hasilnya mungkin lebih dari satu.
  • Memeriksa kembali (mengecek) apakah hasil yang diperoleh itu benar, atau mungkin memilih alternatif pemecahan yang terbaik.

Langkah-Langkah Problem Solving


Langkah-langkah problem solving yang dikemukakan oleh Gray yang dipergunakan ada 6 langkah :

1. Mengerti Masalahnya

Kesadaran ini penting, agar ada dorongan kuat untuk memcahkannya supaya dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah ini menandai permulaan penyelidikan ilmiah.

2. Mengumpulkan Keterangan atau Data

Apabila sebuah problem telah dimengerti, maka perlu mendapatkan tentang hal yang bersangkutan dengan problem itu. Mungkin sudah ada orang lain yang telah pernah memecahkan problem itu. Apabila demikian tidak perlu masalah itu dipecahkan. Penyelidikan hanya diulangi apabila hasil yang didapat meragukan, atau apabila kondisi-kondisinya telah berubah.

3. Menformulasikan atau Pemecahan Masalah yang Mungkin

Apabila suatu hipotesis nampaknya tidak dapat diharapkan, maka ia meninggalkan penyelidikan literatur dan melanjutkan langkah-langkahnya.

4. Mengevaluasi Hipotesis

5. Jika hipotesis tidak dapat berhasil, maka perlu kembali penyelidikan literatur.
Tetapi apabila percobaan berhasil, maka dapat diteruskan ke langkah berikutnya.

6. Pembuatan eksperimen

Ketika seorang cendikiawan membuat hipotesis untuk memecahkan suatu permasalahan, biasanya ia akan melakukan pengujian terhadap hipotesis tersebut dan mendiskusikannya berdasarkan informasi dan data yang ia miliki. Pengujian itu untuk mengkonfirmasi kesesuaian dan keabsahannya dalam memecahkan masalah. Kadang ia mendapatkan bahwa hipotesis yang dibuat tidak sesuai dengan sebagian informasi dan data yang dimilikinya. Lalu ia pun membuang hipotesis itu dengan alasan tidak tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Lalu ia membuat hipotesis lain, mengkaji dan mendiskusikannya pada hipotesis terdahulu, kadang akhirnya juga dibuang kembali.

Proses ini berulang-ulang hingga akhirnya samapi pada hipotesis yang bisa diterima serta sesuai dengan informasi dan data yang dimilikinya. Ia melihat bahwa hipotesis tersebut tepat untuk memecahkan masalah. (Najati : 2008)

7. Kesimpulan

Apabila suatu problem telah dipecahkan, maka ahli yang telah memecahkan itu harus membuat laporan. Ini merupakan review dari prosedurnya, juga kesalahan-kesalahan yang dibuat harus dituliskan. (Mustaqim : 1991)

Langkah-langkah lain yaitu menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi dasar untuk problem solving adalah sebagai berikut:

  • Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah.
  • Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
  • Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.
  • Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa-hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.
  • Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan. (Sanjaya: 2011)

Kemudian Partowisastro sebagaimana yang dikutip oleh Saiful Akhyar Lubis, beliau mengatakan bahwa ada 6 (enam) langkah yang harus diempuh dalam pemecahan masalah (problem solving), yaitu :

1. Rapport

Di dalam perjumpaan pertama, konselor seharusnya mengadakan hubungan baik dengan klien, konselor harus menunjukkan kerjasama yang optimal, mengusahakan sebaik mungkin dan dapat mengatasi hambatan-hambatannya dengan cara memperlihatkan kepribadiannya yang sebenarnya. Wawancara pembukaan ini sangat besar artinya untuk pertemuan berikutnya. Sebagai peinsip umum, pertemuan-pertemuan dengan klien sebaiknya sendirian. Dengan hadirnya orang lain, kontak yang sudah dipupuk itu akan mengalami gangguan yang dapat menutup sifat terbuka dari klien, kecuali pada dua situasi yaitu dalam menghadapi anak kecil yang masih malu-malu,diperlukan kehadiran orang tua.

2. Anamnese

  • Oto-anamnes : Keterangan-keterangan yang didapat dari klien sendiri.
  • Alo-anamnese : keterangan-keterangan tentang klien yang didapat dari sekitarnya, seperti orang tua, saudara, dan teman.
  • Hetro-anamnese : keterangan-keterangan yang didapat dari klien dan orang lain brsama-sama.

3. Pemeriksaan

Diperlukan pelbagai macam metode berbetuk wawancara, pertanyaan- pertanyaan lisan maupun tertulis dengan alat bantu lainnya.

4. Analisa dan Integrasi

Analisa dan integrasi dari hasi-hasil nomor 1,2, dan 3.

5. Penentuan sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya masalah.

6. Therap

Cara-cara penyehatan kembali atau penyelesaian problem- problem yang dihadapi klien. Theraphy dapat juga merupakan hasil pemeriksaan seara deskriptif, yaitu kesimpulan dari pemeriksaan disusun dengan singkat disertai saran-saran serta prognosanya. (Lubis : 271)
Inilah langkah-langkah yang biasanya diambil oleh seorang pemikir dalam memecahkan maslah. Kita juga melakukan langkah-langkah tersebut untuk menyelesaikan masalah kita sehari-hari.