Kalo aku ya, selama pandemi ini tak manfaatin buat "nyapa" followingku. Aku yakin disini teman-teman yang lain juga tidak terlalu mengenal atau bahkan tidak kenal sama sekali dengan following instagramnya. Karna biasanya mungkin kita memang tidak mengenal orangnya, tapi mereka tau kita, mereka mungkin pernah bertemu atau berpapasan dengan kita tapi kita lupa. Maka hal ini tak manfaatkan untuk sekedar me-react intagram storiesnya. Dari teknik "sok kenal sok dekat" ini lah bisa dikatakan relasiku bertambah, dari yang awalnya saling sungkan, sekarang jadi sering ngobrol, kalo satu daerah, ya agendakan ketemu, bahkan ada beberapa teman dari kampus lain yang meminta bantuan aku jadi penghubung urusan penelitiannya dengan kampusku (karena ada beberapa alat yang mau dia pinjam).
Selain itu, terhitung sejak febuari 2021 aku bikin akun twitter untuk nge-fangirling artis indo. Dari situ, malah dapet temen banyak, dari berbagai kalangan, dari yang masih pelajar SMA, mahasiswa S1, S2 bahkan ada yang menjadi senior HRD. Ya memang meskipun virtual, at least kita berhubungan baik sejauh ini. Mereka selalu ngasih/kirim makanan ke aku dan sebaliknya, selalu kasih support dengan apa yang sedang kami jalani dan lakukan. Kalo ditanya gimana awalnya, ya sama, the power of Sok Kenal Sok Dekat :sob: :joy: :+1:
Kalo secara profesional, cara nambah relasi ya ikut kegiatan, entah magang atau volunteer suatu project. Itu bagus banget sih menurutku, termasuk saat ini aku ikut magang di Dictio, relasiku jadi tambah, jadi kenal temen-temen kampus lain karena sering di rolling kelompoknya. Aku kira benefit magang "Menambah relasi" cuma dongeng semata, ternyata beneran works! :laughing: :+1:
yang mudah itu menambah, yang susah itu menjaganya. Maka, jika sudah menemukan kawan, dijaga komunikasinya agar tidak lost contact, akhiirnya kehilangan teman lagi, yaa sama ajaa :((