Untuk membedakannya, kita perlu mengetahui definisi dari keduanya, yakni :
Pengertian Nafsu
Nafsu didasarkan pada percintaan, keterikatan fisik, dan seksualitas – dengan kata lain cinta membara (Baron dan Byrne, 2005).
Passion atau nafsu meliputi rasa kerinduan yang dalam untuk bersatu dengan orang yang dicintai yang merupakan ekspresi hasrat dan kebutuhan seksual. Atau dengan kata lain bahwa passion merupakan elemen fisiologis yang menyebabkan seseorang merasa ingin dekat secara fisik, menikmati atau merasakan sentuhan fisik, ataupun melakukan hubungan seksual dengan pasangan hidupnya. Komponen passion juga mengacu pada dorongan yang mengarah pada romance , ketertarikan fisik, konsumsi seksual dan perasaan suka dalam suatu hubungan percintaan (Sternberg, 1986).
Passion adalah komponen yang memotivasi pembentukan hubungan romantis, yang secara dominan termanifestasi dalam bentuk ketertarikan fisik dan kebutuhan seksual dengan pasangan romantis. Passion termanifestasi dalam bentuk rangsang psikologis dan fisiologis yang umumnya saling terkait dan terjadi bersamaan. Manifestasi passion bervariasi pada berbagai individu, situasi, dan hubungan dekat.
Passion merupakan elemen fisiologis yang menyebabkan seseorang merasa ingin dekat secara fisik, menikmati/merasakan sentuhan fisik, ataupun melakukan hubungan seksual dengan pasangan hidupnya. Adanya passion ini menyebabkan dinamika kehidupan cinta antara dua individu yang berbeda jenis kelamin karena merasa bergairah secara seksual terhadap pasangan hidupnya. Kebutuhan seksual merupakan salah satu unsur terpenting untuk mempertahankan kelangsungan keutuhan cinta. Namun, bila dicermati secara mendalam, passion meliputi sentuhan fisik, membelai rambut, berpegangan tangan, merangkul, memeluk, mencium, atau hubungan seksual (Dariyo, 2003).
Pengertian Cinta
Cinta (love) adalah salah satu tema yang paling umum dalam lagu-lagu, film, dan kehidupan kita sehari-hari. Cinta adalah sesuatu yang lebih dari sekedar pertemanan biasa dan melebihi rasa tertarik secara romantis atau seksual dengan seseorang (Baron dan Byrne, 2005).
Menurut Shaver, Morgan & Wu (1996), cinta adalah reaksi emosional yang sama dikenalnya dan sama mendasarnya dengan rasa marah, kesedihan, kegembiraan, dan rasa takut.
Cinta mengacu pada perilaku manusia yang sangat luas dan kompleks. Menurut Santrock (2002), cinta dapat diklasifikasikan menjadi empat bentuk cinta, yaitu: altruism, persahabatan, cinta yang romantis atau bergairah, dan cinta yang penuh perasaan atau persahabatan. Meskipun cinta sudah tampak dalam tahap-tahap sebelumnya (seperti cinta bayi pada ibunya dan cinta birahi pada remaja), namun perkembangan cinta dan keintiman sejati baru muncul setelah seseorang memasuki masa dewasa. Pada masa ini, perasaan cinta lebih dari sekedar gairah atau romantisme, melainkan suatu afeksi-cinta yang penuh perasaan dan kasih sayang. Cinta pada orang dewasa ini diungkapkan dalam bentuk kepedulian terhadap orang lain.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa nafsu memiliki unsur terpentingnya adalah kebutuhan seksual, sedangkan cinta memiliki unsur terpentingnya adalah kasih sayang kepada pasangan.