Saat kita berbicara mengenai jati diri, kita harus menggaris bawahi bahwa jati diri berati hal-hal yang menjadi pembeda kita dengan orang lain. Meriam-Webster mendefinisikan jati diri sebagai pembeda karakter atau kepribadian seseorang. Kita harus memegang teguh dalam ingatan kita bahwa kita itu lahir dengan cara kita sendiri dan dengan keunikan kita masing-masing.
Tetapi seperti yang kita ketahui pada umumnya proses pencarian diri ini masih sulit dilakukan. Adanya standar norma yang berlaku di masyarakat yang menilai sifat baik dan buruk perilaku membuat kita juga cenderung mengikuti peraturan yang ada padahal hal tersebut membuat kreativitas kita berkurang sehingga sulit untuk menemukan karakter kita sendiri.
Selain itu, banyak diantara kita yang masih menjadi bayang-bayang dari identitas orang lain baik dari orang disekitar kita (ibu, ayah, teman) atau orang yang kita idolakan. Contohnya adalah kita akan berperilaku sesuai dengan bagaimana yang orang tua ajarkan atau kita berperilaku sesuai dengan sosok yang kita idolakan. Kita cenderung meniru persona yang mereka tunjukkan dan alih alih mencoba menemukan Jati diri.
Kadang-kadang mengidolakan seseorang juga menjadi hal baik, karena orang hebat seperti Adele saja juga mengidolakan Beyonce. Mengidolakan orang yang sukses akan membantu diri kita dalam proses pencarian jati diri. Itu membantu kita untuk mengadopsi hal-hal baik yang mampu menjadikan kita juga sesukses yang kita idolakan
Untuk menemukan jati diri, kita perlu memperhatikan beberapa hal seperti
Menemukan Passion dalam diri. saya setuju dengan pendapat ini:
[quote="Aryadita, post:3, topic:139286"]
Mencari passion memang gampang-gampang susah, karena terkadang sulit membedakan apa yang menjadi passion kita dan apa yang kita inginkan.
[/quote]
untuk lebih mudah memahaminya, passion disini seperti hal-hal apa yang sebenarnya kita sukai dan sangat tertarik di dalamnya. Ini akan sangat membantu kita untuk mengetahui keunggulan kita dan ini menjadi pembeda kita dengan orang lain.
Berdamai dengan diri sendiri, dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengikhlaskan harapan-harapan yang tidak sesuai dengan realita. Kita perlu mengambil waktu untuk berkompromi dan berdiskusi dengan diri kita sendiri dan menerima dengan lapang dada setiap hal negatif yang terjadi. Kita juga perlu memahami kelebihan dan kekurangan kita dan menerima itu sepenuhnya.
Selanjutnya mulailah dengan menentukan tujuan hidup agar dapat menjabarkan hal-hal yang akan dilakukan dan berfokus untuk mencapai tujuan tersebut. Jangan takut mencoba hal-hal baru yang mengarah pada tujuan hidup yang telah kamu tentukan.
Dan terakhir jangan lupa berdoa. Bahkan ketika berdoa pun, tetap sertakan pertanyaan pada Yang Esa
"Engkau ingin aku hidup seperti apa?"
Karena sejatinya, kita adalah makhluk ciptaan-Nya dan bagaimana kita hidup haruslah sesuai kehendak-Nya.
[details="Referensi"]
https://www.merriam-webster.com/dictionary/identity
[/details]