Model wellness ini didasarkan oleh kajian empiris dari berbagai lintas disiplin diantaranya bidang psikologi, antropologi, sosiologi, agama dan pendidikan (Wittmer dan Sweeney, 1992). Model ini sejalan dengan psikologi individual Adler, bahwa individu dimotivasi oleh dorongan- dorongan sosial, individu merupakan makhluk sosial dan masing-masing individu dalam berelasi dengan oranglain untuk mengembangkan gaya hidup yang unik (Corey, 2010). Adler memaparkan bahwa manusia memiliki keunikan tersendiri dalam konsep gaya hidup yang tidak ada kesamaan antara individu satu dengan yang lain.
Adler berpendapat bahwa individu merupakan suatu kesatuan antara pikiran, tubuh, semangat, unik, dan kereatif merupakan unsur yang saling berkaitan dalam the wheel of wellness. Terdapat lima dimensi kunci wellness yakni spiritual, self-direction, kerja dan waktu luang, persahabatan dan cinta (Myers, Sweeney, dan Witmer, 2000). Adapun uraian dimensi tersebut sebagai berikut.
1. Spiritual
Spiritual adalah sebuah kesadaran akan adanya kekuatan yang melebihi aspek material kehidupan dan memberikan perasaan yang dalam akan keluasan dan keterhubungan alam semesta. Spiritual merupakan pusat atau bagian utama dalam the wheel of wellness (Sweeney, 2009) yang menjadi satu kesatuan kesatuan individu, kehidupan batin, dan tujuan hidup (Witmer dan Sweeney, 1992).
2. Self-direction
Self-direction adalah cara setiap individu mengatur diri, disiplin dan mengarahkan dirinya dalam aktivitas sehari-hari dan dalam pencapaian tujuan jangka panjang. Tugas ini termasuk rasa kehati-hatian dan upaya menemui tugas utama kehidupan.
3. Kerja dan waktu luang
Kerja dalam hal ini tidak hanya aktivitas bekerja saja akan tetapi kerja yang membawa berbagai manfaat seperti psikologis, sosial, dan keuangan serta waktu luang bertujuan untuk memperluas gagasan kerja individu. Kerja dan waktu luang dipahami sebagai alokasi waktu yang memungkinkan individu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, yang mana dengan aktivitas tersebut individu dapat merasakan pencapaian akan sesuatu.
4. Persahabatan
Persahabatan adalah hubungan sosial yang melibatkan hubungan dengan orang lain secara individu dan dalam masyarakat. Hubungan ini bukan termasuk pernikahan, seksual, kekeluargaan atau hubungan yang dibangun atas dasar komitmen.
5. Cinta
Cinta didefinisikan sebagai sebuah hubungan yang dikembangkan berdasarkan komitmen yang berkelanjutan, jangka panjang, saling menguntungkan, dan didalamnya terdapat intimasi (Myers dan Sweeney, 2005).
Dari lima life-task diatas, The Wheel of Wellness diuraikan kembali menjadi 17 komponen diantaranya adalah :
1) Kreativitas dan pemecahan masalah,
- Rasa kontrol
3) Coping dan kesadaran emosi
4) Rasa humor
5) Pekerjaan
6) Waktu luang
7) Manajemen stress
8) Rasa layak
9) keyakinan realistik
10) Pertemanan
11) Cinta
12) Spiritual
13) Perawatan diri
14) Identitas gender
15) Identitas Budaya
16) Gizi
17) Latihan (Hattie, Myers, and Sweeney, 2004).
Ketujuh belas komponen diatas saling berkaitan antara komponen satu dengan komponen yang lain. Menurut Hattie, Myers, dan Sweeney (2004) memaparkan bahwa :
-
Faktor pertama dari uraian selain life-task diatas yakni creatif-self yang termasuk pemecahan masalah (problem solving) dan kreatifitas (creativity), rasa control (sense of control), rasa humor (sense of humor), kesadaran emosi dan coping (emotional awareness and coping) serta pekerjaan (work).
-
Faktor kedua, yakni coping self yang termasuk diantaranya yakni waktu luang (leisure), keyakinan realistik (realistic beliefs), manajemen stress (stress management), dan rasa berharga (sense of worth).
-
Faktor ketiga, social-self yang diuraikan menjadi persahabatan (friendship) dan cinta (love). Faktor keempat, essential-self termasuk spiritualitas (spirituality), perawatan diri (self- care), identitas gender (gender identity), dan identitas budaya (cultural identity). Dan faktor kelima yakni physical-self yanng termasuk gizi (nutrition) dan latihan (exercise).