Minat merupakan salah satu dimensi dari aspek afektif yang banyak berperan dalam kehidupan seseorang. Aspek afektif adalah aspek yang mengidentifikasi dimensi-dimensi perasaan dari kesadaran emosi, disposisi, dan kehendak yang mempengaruhi pikiran dan tindakan seseorang. Dimensi afektif ini mencakup tiga hal penting yaitu :
1) berhubungan dengan perasaan mengenai obyek yang berbeda;
2) perasaan-perasaan tersebut memiliki arah yang dimulai dari titik netral ke kubu yang berlawanan, tidak positif dan tidak negatif;
3) berbagai perasaan yang memiliki intensitas yang berbeda, dari kuat ke sedang ke lemah.
Berikut adalah pengertian minat menurut beberapa ahli :
-
Aiken (1994) mengungkapkan definisi minat sebagai kesukaan terhadap kegiatan melebihi kegiatan lainnya. Ini berarti minat berhubungan dengan nilai nilai yang membuat seseorang mempunyai pilihan dalam hidupnya.
-
Menurut Semiawan, Minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarahkan kepada suatu situasi atau obyek tertentu yang menyenangkan dan memberi kepuasan kepadanya (satisfiers). Definisi ini menjelaskan bahwa minat berfungsi sebagai daya penggerak yang mengarahkan seseorang melakukan kegiatan tertentu yang spesifik.
-
Menurut Sandjaja, minat merupakan suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas- aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek-aspek lingkungan. Selain itu, minat juga merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang.
-
Menurut Widyastuti, minat adalah keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya.
-
Hurlock (200) berpendapat bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Bila mereka melihat bahwa sesuatu menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang. Setiap minat memuaskan suatu kebutuhan dalam kehidupan anak, walaupun kebutuhan ini tidak segera tampak bagi orang dewasa. Semakin kuat kebutuhan ini, semakin kuat dan bertahan pada minat tersebut. Selanjutnya, semakin sering minat di ekspresikan dalam kegiatan semakin kuatlah ia. Sebaliknya, minat akan padam bila tidak disalurkan.
-
Mappiare, mengatakan bahwa minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut, kecenderungan lain yang mengarahkan individu terhadap pilihan tertentu.
-
Menurut Slamento, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat adalah sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Dan minat juga merupakan suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pedirian, prasangka dan rasa takut. Karena minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons yang tertarik pada situasi atau obyek.
Minat dipengaruhi pada diri sendiri dan dari luar (lingkungan). Dan kenyataannya, faktor yang paling dominan berpengaruh pada seseorang adalah faktor lingkungan. Dalam hal ini dipertegas dengan pendapat Bloom bahwa minat seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam pendapatnya, Bloom mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat diantaranya pekerjaan, sosial ekonomi, bakat, jenis kelamin, pengalaman, kepribadian, dan faktor lingkungan. Faktor-faktor ini yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan pengaruh yang tidak sama.
Ciri-ciri minat
Dari beberapa pengertian minat, diketahui bahwa minat memiliki ciri-ciri dan karakteristik tertentu yang akan membedakan dengan pengertian lain seperti motivasi,dan dorongan emosional lainnya.
Menurut Crow & Crow, ciri-ciri minat antara lain :
-
Perhatian terhadap obyek yang diminati secara sadar dan spontan, wajar tanpa paksaan. Faktor ini ditunjukkan dengan perilaku tidak goyah oleh orang lain selama mencari barang yang disenangi. Artinya tidak mudah tebujuk untuk berpindah ke selainnya.
-
Perasaan senang terhadap obyek yang menarik perhatian. Faktor ini ditunjukkan dengan perasaan puas setelah mendapatkan barang yang diinginkan.
-
Konsistensi terhadap obyek yang diminati selamaobyek tersebut efektif bagi dirinya.
-
Pencarian obyek yang diminati, faktor ini ditunjukkan dengan perilaku tidak putus asa untuk mengikuti model yang diinginkan.
-
Pengalaman yang didapat selama perkembangan individu dan bersifat bawaan, yang dapat menjadi sebab atau akibat dari pengalaman yang lalu, individu tertarik pada sesuatu yang diinginkan karena pengalaman yang dirasa menguntungkan bagi dirinya.
Selain itu, terdapat beberapa macam karakteristik minat, antara lain :
-
Minat menimbulkan sikap positif terhadap suatu obyek.
-
Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu obyek.
-
Mengandung suatu penghargaan menimbulkan keinginan atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi keinginan atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya.
Dengan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa minat diperoleh dari adanya konsistensi terhadap obyek secara sendiri, spontan, wajar dan tanpa paksaan. Adanya konsistensi tersebut diperoleh dari pengalaman yang diperoleh selama masa perkembangan individu dan tidak bersifat bawaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
Banyak hal yang dapat mempengaruhi minat, baik dari individu maupun lingkungan masyarakat, Crow & Crow dalam (Susilowati, 2010:32).
-
Faktor dorongan dari dalam (Internal), merupakan faktor yang berhubungan dengan dorongan fisik, motif, mempertahankan diri dari rasa lapar, rasa takut, rasa sakit dan sebagainya. Jika individu merasa lapar ini akan menimbulkan minat untuk mencari makan.
-
Faktor motif sosial, merupakan faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan aktifitas demi memenuhi kebutuhan sosial, seperti contoh kebutuhan Hunting Foto demi memenuhi tugas pameran, dan sebagainya.
-
Faktor emosional, atau perasaan. Faktor faktor ini dapat memacu minat individu, apabila menghasilkan emosi atau perasaan senang, perasaan ini akan membangkitkan minat dan memperkuat minat yang sudah ada.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat bersifat pribadi yang berkembang dimulai sejak kanak-kanak yang tertanam dalam diri individu ataupun dari lingkungan masyarakat.
Cara mengukur minat
Wood dan Marquis mengemukakan bahwa seseorang yang menemukan suatu obyek dan dapat berhubungan maka ia menaruh minat terhadap obyek tersebut. Jadi minat dapat timbul kesanggupan atau pengalaman yang berhubungan dengan obyek, misalnya individu tersebut berminat untuk membaca buku dikarenakan ada tugas mengulas buku. Sehingga hal tersebut mengharuskannya membaca buku, setelah membaca buku dan menelaahnya maka ia akan berminat membaca buku tersebut.
Sedangkan menurut Super dan Crities, terdapat empat cara mengenal bakat dan mereka menggolongkannya menjadi empat bagian, yaitu :
-
Menanyakan atau menuliskan kegiatan-kegiatan yang paling disenangi baik yang bersifat tugas maupun bukan tugas. Meskipun cara ini mengandung kelemahan tetapi besar kegunaannya dalam lapangan pendidikan dan sangat bermanfaat apabila digunakan dengan tepat dan disertai dengan pendekatan yang baik kepada subyek yang bersangkutan.
-
Mengobservasi secara langsung atau dengan mengetahui hobi serta akttifitas-aktifitas lain lain yang banyak dilakukan subyek subyek (Manifest Interest).
-
Menyimpulkan dari tes obyektif. Nilai-nilai yang tinggi obyek atau masalah biasanya menunjukkan minat yang tinggi pula terhadap hal tersebut. Perlu diperhatikan meskipun hal ini sering terjadi akan tetapi tidk selalu bersifat demikian (Tested Interest).
-
Menggunakan alat yang distandarisir. Minat dengan menyatakan kepada subyek yang bersangkutan, subyek senang atau tidak senang terhadap sejumlah aktifitas atau sesuatu yang dinyatakan (Inventoried Interest).
Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah adanya dorongan dari dalam yang berhubungan dengan dorongan fisik, motif, mempertahankan diri dari rasa lapar, rasa takut, rasa sakit, rasa senang, dan sebagainya. Adanya motif sosial yang menimbulkan minat individu bisa menimbulkan emosi atau perasaan senang.
Aspek-aspek minat
Menurut Hurlock (2004), minat mempunyai dua aspek, yaitu aspek kognitif dan aspek afektif.
1. Aspek Kognitif
Aspek kognitif minat didasarkan pada konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. Misalnya apek kognitif dari minat anak terhadap sekolah. Seorang anak yang menganggap sekolah sebgai tempat mereka dapat belajar tentang hal-hal baru yang bisa menimbulkan rasa ingin tahu mereka.
Menurut Hurlock (2004), mengukur aspek kognitif dapat dilihat dari :
-
Kebutuhan akan informasi
Seseorang yang berminat terhadap sesuatu akan menggali sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan apa yang diminatinya.
-
Rasa ingin tahu
Besarnya rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu dapat menentukan tingkat ketertarikan seseorang terhadap sesuatu tersebut. Semakin besar ketertarikan sesorang untuk tahu dan memperoleh pengetahuan maka semakin besar pula minat mereka dalam keingintahuan dalam suatu hal.
2. Aspek Afektif
Aspek afektif minat berkembang dari pengalaman pribadi yang berasal dari sikap orang yang penting seperti orang tua, guru, dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut (Hurlock, 2004).
-
Pengalaman dari sikap orang tua
Sikap orang tua yang memperhatikan dan mendukung keinginan anak dalam suatu hal, dan semakin besar perhatian dan dukungan orang tua, maka anak akan semakin senang dan semakin besar minatnya, sebaliknya semakin kurang perhatian dan dukungan orang tua, Minat pun akan semakin kurang. Sikap orang tua yang berupa perhatian dan dukungan akan menjadi pengalaman pribadi bagi anak yang bisa mempengaruhi minat mereka.
-
Pengalaman dari sikap guru
Guru yang merupakan orang tua anak ketika berada disekolah juga sangat menentukan besarnya minat siswa. Hubungan baik siswa dan guru tanpa mengurangi rasa hormat siswa ke guru sangat menentukan pola pikir siswa, karena sosok guru sebagai panutan siswa.
-
Pengalaman teman sebaya
Anak selalu mencari lingkungan yang sesuai dengan dirinya, dalam hal ini anak akan menghubungkan diri dengan teman sebayanya, itu menjadi pengalaman yang mempengaruhi pola pikirnya.
Dari beberapa aspek tersebut, maka disimpulkan bahwa semakin besar keinginan seseorang untuk memperoleh apa yang diinginkan maka akan semakin besar pula minatnya dan semakin besar perhatian dukungan orang tua, maka anak akan semakin senang dan semakin besar minatnya.