Deprivasi relatif adalah keadaan psikologis dimana seoranag merasakan ketidakpuasan atau kesenjangan atau kekurangan yang subyektif pada saat keadaan diri dan kelompoknya di bandingkan dengan kelompok lain.
Deprivasi bisa menimbulkan persepsi ketidakadilan yang muncul karena deprivasi akan mendorong adanya ketidakpuasan. Contoh paling bagus adalah daerah transmigrasi dimana penduduk asli tinggal tidak jauh dari sana. Sepanjang kondisi ekonomi penduduk asli masih lebih baik daripada transmigran,penerimaan penduduk asli terhadap transmigran akan berjalan baik. Akan tetapi begitu kondisi ekonomi pendatang menjadi lebih baik daripada penduduk asli maka mulai timbullah deprivasi relatif dari penduduk asli, dan akanmenimbulkan prasangka dan berbagai gejolak lainnya.
Pada teori deprivasi relatif, yang dikemukakan oleh Stouffler, menekankan pada pengalaman individu dan kelompok dalam kondisi kekurangan (deprivasi ) dan “kurang beruntung ‘ (disadvantage). Selanjutnya Konsep ini di kembangkan oleh Davis dan di definisikan sebagai persepsi terhadap adanya perbedaan ( discrepancy ) antara kenyataan dengan harapan atau keinginan.
Menurut pendapat Runciman memformulasikan munculnya deprivasi relatif bila seseorang
1) tidak mempunyai X ,
2) dia tahu orang lain mempunyai X,
3) dia ingin menginginkan X,
4) dia merasa layak atau mampu memilik X.
Menurut Runciman deprivasi ada dua:
-
Deprivasi Relatif Egoistical
Deprivasi Relatif Egoistical terjadi apabila seseoarang merasa kondisinya lebih buruk di banding orang lain dalam kelompoknya.
-
Deprivasi Relatif Fraternal
Deprivasi Relatif Fraternal terjadi bila sesorang menilai kondisi kelompoknya lebih jelek dibanding kelompok lain. Dan ada kemungkinan orang tersebut mengalami keduanya sehingga dia menagalami doubly deprived
Menurut Robbin Williams bila terjadi diskrenpasi atau kesenjangan antara apa yang dimiliki seseorang dengan apa yang diinginkan. Meskipun demikian Williams membedakan dengan kekecewaan yang disebabkan tidak terwujudnya harapan bukan keinginan. Di sini Williams juga memasukkan pentingnya perbandingan sosial sehingga muncul deprivasi. Oleh karena itu ia mencontohkan wujud dari deprivasi yaitu protes sosial. menurutnya deprivasi lebih banyak terjadi secara kolektif dari pada individual
Menurut Tedd Gurr faktor penyebab yang paling dasar terjadinya tindakan kekerasan masa, politik, revolusi adalah timbulnya ketidakpuasan sebagai akibat adanaya penghayatan atau persepsi mengenai sesuatu yang hilang yang disebut deprivasi relatif. Gurr mendefinisikan deprivasi relatif adalah suatu kesenjanagan yang di persepsikan anatara nilai harapan (value expectation) dan nilai kemampuan (value capabilities). Nilai (value) adalah peristiwa atau kejadian, obyek dan kondisi yang di perjuangkan orang. Gurr membedakan tiga macam nilai, yaitu kesejahteraan, kekuasaan, dan nilai-nilai intrapersonal.
Dari beberapa pendapat beberapa tokoh di atas dapat di simpulkan bahwa deprivasi relatif pada dasarnya merupakan kondisi psikologis yang tidak keadaan tidak menguntungkan, dan ketidakpuasan, Keadaan deprivasi relatif akan memunculkan kondisi psikologis seperti marah, tidak puas, cemburu, putus asa, tidak bahagia dan lain-lain.
Aspek-Aspek Deprivasi Relatif
Gurr menyatakan bahwa depriavasi relatif adalah sinonim dengan frustasi.
Menurutnya ada tiga jenis-jenis deprivasi yaitu :
1) Decremental Deprivation
Decremental Deprivation adalah kehilangan tentang apa yang dipikirkan orang bahwa itu seharusnya mereka miliki. Mereka mengalami deprivasi ini dengan menunjuk pada kondisi masal lalu yang dialaminya. Beragam situasi yang mungkin dapat menyebabkan deprivasi ini, misalnya depresi atau resesi ekonomi, pemberlakuan aturan, kemunduran pada sejumlah kesempatan yang ada ( seperti tenaga kerja yang tidak tampil cakap dalam suatu masyarakat yang meningkat teknologinya ). Sehingga banyak orang yang menderita reduksi status, kesulitan ekonomi dan perasaan tidak aman.
Dengan demikian dapat di katakan decremental deprivation adalah ketika ‘value expepectations “ dan “ value capabilities” dalam waktu tertentu berjalan sejajar, tetapi pada suatu saat tetentu “ value Capabilities” menurun sehingga terdapat jarak antara kedua values itu yang makin lama makin besar.
Bentuk-bentuk dari Decremental Deprivation yaitu seseorang mengalami berbagai mcam keadaan contohnya.
-
Depresi, :akibat harapan yang tidak pernah terpenuhi sehingga meresa kecewa dan berujung mengalami depresi
-
Resesi ekonomi: keadaan seseorang mengalami kesulitan ekonomi atau semakin berkurangnya tambahan ekonomi sehingga mengalami kemiskinan
-
Pemberlakuan aturan : adanya pemberlakuan aturan mengakibatkan seseorang terbatas untuk berekspresi dan di batasi untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.
-
Perasaan tidak aman : perasaan yang timbul dari dalam diri seseorang akibat dari lingkungan yang menunjukkan rasa tidak aman misalnya : terjadi persaingan dalam dunia kerja, permusuhan dalam satu lingkungan, lingkungan yang sering di jadikan ajang perang.
2) Aspirational Deprivation
Aspirational Deprivation yaitu jika jarak antara kedua values values terjadi karena kedua values yang tadinya berjalan sejajar pada suatu saat tertentu tidak lagi sejajar dengan meningkatnya “values expextation“ sedangkan “values capabilities” tetap.
Dalam situasi ini orang tidak merasa kehilangan, tetapi mereka merasa marah karena tidak memiliki alat / sarana untuk memperoleh harapan yang baru atau intensif.harapan-harapan itu dapat berbentuk.
-
Meningkatanya harapan tentang beberapa komoditas dalam pesediaan yang terbatas
(komoditas itu bisa dalam bentuk barang, kebebasan pribadi, atau rasa ketidak adilan)
-
Harapan megenai beberapa nilai baru yang sebelumya tidak pernah mereka miliki, misalanya partisipasi dalam dunia kerja atau kesamaan kelas sosial atau komitmen untuk melakukan sesuatu yang sebelumya tidak mereka pikirkan.
3) Progressive deprivation
Progressive deprivation yaitu deprivasi yang dimulai dengan kenaikan kedua values secara bersama-sama, tetapi pada suatu saat “values Expectation“ terus meningkat sedangkan “values capabilities” justru menurun sehingga terjadi jarak antara kedua values yang makin lama makin besar.
Menurut Davies, perkembangan ini kebayakan atau pada umumnya terjadi pada masyarakat yang menagalami sejumlah perubahan. Misalnya: seseorang karyawan yang sedang bekerja di salah satu perusahaan mempunyai tanggungan kebutuhan keluarga yang terus meningkat pada suatu saat seorang tersebut di pecat dari perusahaan itu karena kemampuan bekerja nya berkurang. Perubahan yang sebenarnaya tidak melangkah sejajar denagan meningkatnya harapan sehingga mengakibatkan ketidakpuasan.
Dari beberapa bentuk deprivasi relatif dapat disimpulkan bahwa terjadi kesenjangan antara nilai harapan dan nilai kemampuan yang dialami seseorang. Dan orang tersebut akan merasa kehilangan akibat tidak tercapainya suatu harapan dan orang akan mengalami ketidakpuasan dalam hidupnya dan pada beberapa teori di atas deprivasi relatif tidak terlepas self esteem (harga diri) seseorang yang mempengaruhi keadaaan deprivasirelatif untuk self esteem lebih bersifat individual dan untuk deprivasi relatif lebih bersifat kelompok.