Untuk mencapai komunikasi yang efektif tidaklah semudah yang kita bayangkan, karna begitu banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan pada proses komuikasi, yang disebut sebagai hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi bisa terjadi pada semua elemen komunikasi atau unsur-unur yang mendukung proses komunikasi tersebut. Dimana faktor-faktor penghambat komunikasi dapat dikelompokkan menjadi empat masalah utama.
Keempat faktor tersebut adalah :
- Masalah dalam mengembangkan pesan.
Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada, adanya pertentangan emosional dan kesulitan mengekspresikan ide atau gagasan.
- Masalah dalam menyampaikan pesan.
Masalah dalam menyampaikan pesan yang paling sering terjadi yaitu diakibatkan oleh gangguan saluran (media) yang digunakan dalam berkomunikasi. Selain itu masalah lain yang muncul dari penyampaian suatu pesan adalah bila dua buah pesan yang disampaikan mempunyai arti yang berlawanan atau bermakna ganda.
- Masalah dalam menerima pesan.
Masalah dalam menerima pesan biasanya diakibatkan oleh kondisi dari pihak penerima pesan yang bersangkutan dan juga kondisi lingkungannya. Misalnya gangguan penerimaan pesan terjadi akibat adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, cahaya yang tidak terang, lingkungan yang terlalu bising dan kondisi lain yang dapat mengganggu kosentrasi penerima pesan.
- Masalah dalam menafsirkan pesan.
Suatu pesan mungkin saja hilang selama proses penyampaian pesan terjadi, namun masalah terbesar adalah dimana suatu pesan ditafsirkan oleh penerima pesan. Munculnya kesalahpahaman dalam penafsirkan pesandapat diakibatkan oleh perbedaan latar belakang, perbedaan penafsiran kata dan perbedaan reaksi emosional.
Kesalahapahaman dalam berkomunikasi dapat diatasi dengan memperhatikan persepsi lawan bicara, ketepatan penyampaiannya, kredibilitas pengirim pesan dan kemampuan mengendalikan pesan.
Banyak para ahli dan pakar komunikasi yang menyatakan tentang hambatan dan gangguan komunikasi. Diantara beberapa ahli tersebut adalah Onong Uchjana Effendy, Hafied Cangara, Richard Sihite, dan Widjaja, dan masih banyak lagi.
Onong Uchjana Effendy mengemukakan hambatan komunikasi merupakan suatu gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, faktor penyebab hambatan komunikasi antara lain oleh :
1) Hambatan sosio-antro-psikologis, dimana komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi dilangsungkan;
2) Hambatan semantis, yakni hambatan komunikasi yang menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pesan dan perasaannya kepada komunikan;
3) Hamabatan mekanis, yakni hambatan yang dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi;
4) Hambatan ekologis, terjadi disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi.
Hafied Cangara dalam bukunya mengungkapkan bahwa ada tujuh hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada komunikasi, yaitu :
1) Gangguan teknis, terjadi jika salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan, misalnya gangguan yang terjadi pada jaringan telpon;
2) Gangguan semantik, yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan;
3) Gangguan psikologis, terjadi karena gangguan yang disebabkan oleh persoalan-persoalan dalam diri individu, seperti rasa curiga penerima kepada sumber pesan, situasi berduka atau gangguan kejiwaan sehingga dalam menerima pesan informasi tidak sempurna;
4) Gangguan fisik, disebabkan karena kondisi geografis;
5) Gangguan status, disebabkan karena jarak sosial diantara peserta komunikasi, misalnya perbedaan antara senior dan junior, atau atasan dengan bawahan yang menuntut prilaku komunikasi untuk selalu memperhitungkan kondisi dan etika yang sudah membudaya dalam masyarakat;
6) Gangguan kerangka berpikir, disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap pesan yang digunakan dalam berkomunikasi;
7) Gangguan budaya, disebabkan karena adanya perbedaan norma, kebiasaan dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.
Sedangkan menurut A. W. Widjaja, masalah komunikasi merupakan suatu gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Masalah komunikasi menunjukkan adanya masalah yang lebih dalam. Hambatan komunikasi ada yang berasal dari pengirim (komunikator), transmisi dan penerima. Hambatan dalam berkomunikasi antara lain :
1) Kurangnya perencanaan dalam komunikasi (tidak dipersiapkan terlebih dahulu);
2) Perbedaan persepsi;
3) Perbedaan pengetahuan;
4) Kondisi fisik dan mental yang kurang baik;
5) Pesan yang tidak jelas;
6) Prasangka buruk;
7) Transmisi yang kurang baik;
8) Penilaian atau evaluasi yang prematur;
9) Tidak ada kepercayaan;
10) Ada ancaman;
11) Perbedaan status, pengetahuan, bahasa;
12) Distorsi (kesalahan informasi).
Sementara itu menurut Richard Sihite dalam bukunya “Ethics Communication”, membagi hambatan komunikasi dalam jenisnya yaitu :
- Gangguan semantik
Gangguan semantik merupakan gangguan yang disebabkan oleh para pelaku komunikasi yang mempergunakan bahasa. Baik itu komunikator maupun komunikan. Karna bahasa merupakan salah satu alat dalam komunikasi dan yang paling umum digunakan manusia dalam berkomunikasi.
Bahasa dikategorikan kepada tiga macam, yakni bahasa lisan atau yang diucapkan, bahasa tulisan atau bahasa yang dituangkan dalam berbagai bentuk tulisan dan bahasa badan yang dituangkan dalam bentuk gestur dan mimik.
Pesan akan disalah artikan oleh komunikan , jika komunikator menggunakan bahasa yang tidak dipahami oleh komunikan.
Bahasa sangat menentukan keefektivan dosen dan mahasiswa dalam proses bimbingan. Apabila dosen dan mahasiswa banyak menggunkan bahasa asing dan struktur bahasa yang tidak baik maka akan menyebabkan pesan yang disampaikan susah untuk dipahami, sehingga proses komunikasi terganggu dan tujuan komunikasi tidak tercapai.
- Gangguan mekanik
Gangguan mekanik adalah gangguan yang terjadi akibat alat-alat komunikasi tersebut mengalami kerusakkan, sehingga proses komunikasi tidak berjalan dengan efektif. Disamping itu komunikan juga tidak dapat menangkap informasi secara jelas.
Sebagaimana yang telah dijelaskan, gangguan mekanik ini tidak dapat diterka oleh komuikator maupun kommunikan karena gangguan mekanik dapat terjadi kapan saja.
Gangguan mekanik tidak hanya terjadi pada satu alat saja, tapi juga bisa pada semua alat. Contohnya saja tiba-tiba sinyal radio atau telpon genggam tiba-tiba hilang, atau mikrofon yang digunakan suaranya tidak jelas, dan masih banyak lagi.
- Gangguan antropologis
Hambatan dalam proses komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan berupa suku, ras, budaya, norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat setempat, cara dan gaya hidup, bahasa dan sebagainya. Misalnya orang Batak menyampaikan pesan dalam bentuk simbol, maka orang Jawa tidak bisa memahami maksud dan tujuan dari komunnikasi tersebut.
Cara dan gaya hidup juga dapat menghambat proses komunikasi, seperti cara hidup orang Minang dengan orang Papua. Semua faktor yang sudah penulis jelaskan tadi dapat menjadi penghambat komunikasi.
- Gangguan psikologis
Gangguan psikologis adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan, seperti susah, emosional, marah, sedih, kecewa, iri hati, berprasangka buruk.25 Misalnya komunikator dalam keadaan kecewa atau mara, kemudian berkomunikasi dengan komunikan dalam keadaan tersebut, maka pesan tidak akan dapat dipahami dengan jelas oleh komunikan.
Jadi bila dosen dan mahasiswa hendak berkomuniksi dalam bimbingan skripsi, maka keduanya harus memperhatikan dan menghindari beberapa gangguan psikologis yang telah dijelaskan diatas. Sebab bila gangguan ini ada terjadi pada salah satu atau keduanya, maka proses komunikasi dalam bimbingan skripsi tidak akan berjalan baik.
Hambatan akibat salah paham atau salah pengertian sehingga pesan tidak dimengerti seperti yang dimaksudkan oleh pengirim dan ditanggapi sebagaimana yang diinginkan oleh pengirim dalam komunikasi bisa saja terjadi.
Masalah kesalahpahaman menurut A. M. Hardjana dapat terjadi pada pengirim, penyampaian pesan dan penerimaan.
Pengirim, salah pengertian dapat terjadi karena :
-
Pengirim tidak jelas tentang isi pesan yang hendak disampaikan;
-
Meski isi pesan itu jelas, tetapi pengirim mengemas isi pesan itu secara tidak tepat dan mengirim melalui media yang tidak mendukung;
-
Pada diri pengirim ada konflik batin tentang pesan yang akan dikirimkan dan tentang penerima yang dikirimi pesan;
-
Pengirim merasa sulit bagaimana mengungkapkan pesan yang akan disampaikan.
Penyampaian pesan. Pada penyampaian pesan, kesalahpahaman dalam berkomunikasi disebabkan karena :
-
Faktor-faktor fisik yang tidak mendukung, tulisan jelek yang tidak terbaca, saluran komunikasi rusak, alat pendengar tidak berfungsi baik, suara tidak jelas;
-
Dua pesan yang saling berebut perhatian penerima sehingga kosentrasi penerima kacau atau pesan sendiri mempunyai makna yang bertentangan;
-
Terlalu banyak gabungan saluran yang digunakan untuk menyampaikan sehingga pesan menjadi terlalu banyak pula.
Penerima pesan. Pada waktu menerima pesan, faktor-faktor yang bisa menyebakan salah pengertian dalam komunikasi antara lain :
-
Ada gangguan-gangguan fisik : penerangan, penglihatan, pendengaran, suara terlalu bising atau tidak terdengar;
-
Ada gangguan-gangguan mental : sulit berkosentrasi, sibuk dengan urusan lain, sikap menolak;
-
Kesehatan fisik : sakit, lelah, tidak ada gairah;
-
Latar belakang budaya, pendidikan dan pengalaman penerima jauh berbeda dari pengirim.
Hambatan komunikasi dapat menyebabkan arus pesan pada saluran komunikasi terbatas, terganggu, tercemar atau dalam kondisi yang rusak. Akibatnya jika kita sebagai sumber komunikasi berarti kita telah gagal mengirim pesan yang berarti tujuan komunikasi kitapun tidak tercapai. Dalam hal komunikasi inovasi berarti kita telah gagal mengubah prilaku sasaran komunikasi kita untuk memberi inovasi yang kita difusikan.
Hambatan yang muncul dapat bersifat internal pada individu, misalnya gagal menafsirkan pesan karena ketidaksamaan timbul pesan yang digunakan, atau bersifat eksternal misalnya tidak tersedianya media komunikasi yang memadai.