Episode depresi berat dengan gangguan psikotik merupakan depresi yang parah walau bukan penderita psikotik. Diagnosis gangguan ini ditegakkan berdasarkan adanya gejala episode depresif berat ditambah dengan gejala psikotik. Gejala psikotik yang didapatkan seperti adanya waham, halusinasi atau stupor depresif.
Dalam Panduan Pedoman Diagnostik Gangguan Jiwa III (PPDGJ III) gejala utama depresi pada derajat ringan, sedang dan berat melipputi: afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunya aktivitas.
Gejala lainnya antara lain:
-
Konsentrasi dan perhatian berkurang
-
Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
-
Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
-
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
-
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
-
Tidur terganggu
-
Nafsu makan berkurang
Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakkan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.
Kategori diagnosis depresif berat tanpa gejala psikotik :
-
Semua 3 gejala utama depresi harus ada
-
Ditambah sekurng-kurangnya 4 dri gejala lainnya, dan beberapa diantaranya berintensitas berat
-
Bila ada gejala penting (misalny agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok, maka pesien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejala secara rinci.
Dalam hal demikian, penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan.
-
Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang- kurangnya 2 minggu, akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat, maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu dari 2 minggu.
-
Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas (PPDGJ III, 2003).
Kategori diagnosis depresif berat dengan gejala psikotik :
-
Episode depresi berat yang memenuhi kriteria tersebut diatas.
-
Disertai waham, halusinasi atau stupor depresif. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa, kemiskinana atau malapetaka yang mengancam dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh, atau bau kotoran atau daging yang membusuk. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor (Maslim, 2001).