Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan komunikasi dilihat dari sudut komunikator, komunikan, dan pesan, sebagai berikut (Suranto, 2010):
Sudut Komunikator
- Daya Tarik
- Berwawasan Luas (kemampuan intelektual)
- Kredibilitas
- Integritas
- Keterpercayaan
- Kepekaan Sosial
- Kematangan Tingkat Emosional
- Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan
- Komunikator harus bersikap supel, ramah, dan tegas
Sudut Komunikan
-
Kecakapan atau keahlian komunikan dalam memahami pesan dan gagasan yang berasal dari komunikator akan memudahkan keberhasilan komunikasi.
-
Pengetahuan yang luas, yang dimiliki oleh seorang komunikan akan memudahkan keberhasilan komunikasi, hal ini dikarenakan salah faktor terjadinya komunikasi.
Sudut Pesan
Setelah membicarakan faktor-faktor keefektifan komunikasi yang dilihat dari sudut komikator, komunikan maupun pesan maka dibawah ini ialah paparan peneliti berupa hal-hal yang perlu menjadi perhatian komunikator tentang penyebab terjadinya hambatan dalam proses penyampaian ide serta gagasan.
Lima sikap pendukung komunikasi yang dijelaskan Devito:
-
Keterbukaan
Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antar pribadi.
-
Empati
Kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain.
-
Dukungan
Setiap pendapat, ide/gagasan yang disampaikan mendapat dukungan dari pihak-pihak yang berkomunikasi. Dengan demikian keinginan/hasrat yang ada dimotivasi untuk mencapainya. Dukungan membantu seseorang untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan aktivitas serta meraih tujuan yang diinginkan.
-
Rasa Positif
Setiap pembicaraan yang disampaikan dapat tanggapan positif, rasa positif menghindarkan pihak-pihak yang berkomunikasi untuk tidak curiga/ berprasangka yang dapat menggangu jalinan interaksi.
-
Kesamaan
Suatu komunikasi lebih akrab dan jalinan pribadi pun lebih kuat apabila memiliki kesamaan tertentu seperti kesamaan pandangan, sikap, usia, idelogi dsb.
Komunikasi yang baik dapat berujung pada terciptanya kerja sama yang sinergis antara komunikator dan komunikan, artinya, komunikasi interpersonal dapat mengantar terbentuknya kerjasama.dapat pada tahap berikutnya dapat menjaga kualitas kerjasama tersebut, tentu saja untuk mencapai itu semua dibutuhkan kecakapan atau keterampilan dalam berkomunikasi.
Agar pembicara dapat mencapai hasil yang memuaskan, maka diperlukan kecakapan komunikasi dan beberapa persiapan, yaitu :
-
Persiapan fisik, artinya usaha yang dilakukan untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima ketika berbicapra dihapadapan orang lain.
-
Persiapan mental, ialah usaha yang dilakukan untuk menibulkan keberanian dan kepercayaan diri.
-
Persiapan matang materi, ialah usaha yang dilakukukan untuk menguasai materi yang akan disampaikan di hadapan orang yang akan menjadi patner komunikasi interpersonal.