Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa Bagi Umat Islam? Apa Makna Dibalik Malam Lailatul Qadar?

nuzulul quran|690x246

Malam Lailatul Qadar atau dikenal dengan malam 1000 bulan merupakan malam yang begitu istimewa bagi umat Islam. Dikarenakan pada malam ini amalan-amalan kita akan senilai dengan 1000 bulan atau 83 tahun dan 4 bulan. Mengapa malam Lailatul Qadar begitu istimewa? Dan apa makna yang terkandung dibalik malam Lailatul Qadar?

31

Malam Lailatul Qadar merupakan malam-malam ganjil yang terdapat pada 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan, seoerti malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Sehingga dianggap sebagai malam-malam dimana Allah memberikan karunianya bagi mereka yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, yang berkah dan pahalanya senilai dengan 1000 bulan (83 tahun tambah 4 bulan). Datangnya Lailatul Qadar sesuai dengan Hadits dari Aisyah yang mengatakan " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Menurut Quraish Shihab Keistimewaan Malam Lailatul Qadar sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni :

  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.

  2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6) ayat 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat.

  3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya).