Istilah model pembelajaran amat dekat dengan strategi pembelajaran. Sofan Amri (2013) dalam bukunya mendefinisikan strategi, metode, pendekatan dan teknik pembelajaran antara lain sebagai berikut:
-
Strategi pembelajaran adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, yaitu:
-
pemilihan materi pelajaran (guru dan siswa);
- penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok);
- cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non formal);
-
sasaran penerima materi pelajaran (kelompok, perorangan, heterogen atau homogen)
-
Pendekatan pembelajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan.
-
Metode pembelajaran adalah cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misalnya mengajar dengan metode ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan terbimbing dan sebagainya.
-
Teknik mengajar adalah penerapan secara khusus atau metode pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa. Misalnya teknik mengajarkan perkalian dengan penjumlahan berulang dan atau dengan teknik yang lainnya.
Strategi pembelajaran menurut Kemp (1995) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapatnya Kemp, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik atau siswa.
Upaya mengimplementasi rencana pembelajaran yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disunsun dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan suatu metode yang digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah diterapkan. Dengan demikian bisa terjadi satu strategi pembelajaran menggunakan beberapa metode. Misalnya untuk melaksanakan strategi ekspositor bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termaksuk menggunakan media pembelajaran. Oleh sebab itu, strategi berbeda dengan metode.
Strategi menunjukkan pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedang metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
Strategi adalah a plan of operation achieving something , sedangkan metode adalah a way in achieving something .
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istialh pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Roy kellen (1998) mencatat bahwa terdapat dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru ( teacher centred approaches ) dan pendekatan yang berpusat pada siswa ( student centered approaches ).
-
Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung ( direct instruction ), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositor.
-
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran inkuri atau discovery serta pembelajaran induktif.
Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, teori-teori psikologi, sosiologis, analisis sistem, atau teori–teori lain yang mendukung (Joyce& Weil: 1980). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya guru dapat memilih model yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajarannya.
Pemilihan Model Pembelajaran
Sebelum menentukan model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan guru dalam memilihnya, yaitu.
-
Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. Pertanyaan– pertanyaan yang dapat diajukan adalah :
-
Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan kompetensi akademik, kepribadian, sosial dan kompetensi vokasional atau yang dulu diistilahkan dengan domain kognitif, afektif atau psikomotor?
-
Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?
-
Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademik?
-
Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran:
-
Apakah materi pelajaran itu berupa fakta, konsep, hukum atau teori tertentu?
- Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat atau tidak?
-
Apakah tersedia bahan atau sumber–sumber yang relevan untuk mempelajari materi itu?
-
Pertimbangan dari sudut peserta didik atau siswa:
-
Apakah model pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan peserta didik?
-
Apakah model pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi peserta didik?
-
Apakah model pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar peserta didik?
-
Pertimbangan lainnya yang bersifat nonteknis:
-
Apakah untuk mencapai tujuan cukup dengan satu model saja?
-
Apakah model pembelajaran yang kita tetapkan dianggap satu–satunya model yang dapat digunakan?
-
Apakah model pembelajaran itu memiliki nilai efektivitas atau efisiensi?
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
-
Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu, misalnya model berpikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berpikir induktif
-
Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas, misalnya model synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.
-
Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan:
1) urutan langkah-langkah pembelajaran ( syntax ),
2) adanya prinsip-prinsip reaksi,
3) sistem sosial, dan
4) sistem pendukung.
Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.
- Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi :
1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur,
2) dampak pengiring, yaitu hasil belajr jangka panjang.
- Membuat persipan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.
Model Pembelajaran Berdasarkan Teori
Pengkategorian model pembelajaran berdasarkan teori yang mendukungnya adalah sebagai berikut :
1. Model Interaksi Sosial
Model ini didasari oleh teori belajar Gestalt ( field theory ). Model interaksi sosial menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat ( learning to life together ). Pokok pandangan Gestalt adalah objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruan yang terorganisasikan. Makna suatu objek/peristiwa adalah terletak pada keseluruhan bentuk (gestalt) dan bukan bagian-bagiannya. Pembelajaran akan lebih bermakna bila materi diberikan secara utuh, bukan bagian-bagian.
Aplikasi Teori Gestalt dalam Pembelajaran adalah:
-
Pengalaman (insight /tilikan). Dalam proses pembelajaran siswa hendaknya memiliki kemampuan insight , yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur suatu objek. Guru hendaknya mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan insight .
-
Pebelajaran yang bermakna . Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait dalam suatu objek akan menunjang pembentukan pemahaman dalm proses pembelajaran. Content yang dipelajari siswa hendaknya memiliki makna yang jelas baik bagi dirinya maupun bagi kehidupannya di masa yang akan datang.
-
Perilaku bertujuan . Perilaku terarah pada suatu tujuan. Perilaku di samping adanya kaitan dengan SR juga terkait erat dengan tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran terjadi karena siswa memiliki harapan tertentu. Sebab itu pembelajaran akan berhasil bila siswa mengetahui tujuan yang akan dicapai.
-
Perinsip ruang hidup ( life space ) . Perilaku siswa terkait dengan lingkungan di mana ia berada. Materi yang disampaikan hendaknya memiliki kaitan dengan situasi lingkungan di mana siswa berada (kontekstual).
Model interaksi sosial ini mencakup strategi pembelajaran sebagai berikut.
-
Kerja Kelompok, bertujuan mengembangkan keterampilan berperan serta dalam proses bermasyarakat dengan cara mengembangkan hubungan interpersonal dan discovery skills dalam bidang akademik.
-
Pertemuan Kelas, bertujuan mengembangkan pemahaman mengenai diri sendiri dan rasa tanggung jawab. Baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kelompok.
-
Pemecahan Masalah Sosial atau Sosial Inkuiri , bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah–masalah sosial dengan cara berpikir logis.
-
Bermain Peranan, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menemukan nilai–nilai sosial dan pribadi melalui situasi tiruan.
-
Simulasi Sosial, bertujuan untuk membantu siswa mengalami berbagai kenyataan sosial serta menguji reaksi mereka.
Tabel Rumpun Model Interaksi Sosial
|No.|Model|Tokoh|Tujuan|
| --- | --- | --- | --- |
|1.|Penentuan Kelompok|Herbert Telen & John Dewey|Perkembangan keterampilan untuk partisipasi dalam proses sosial demokrasi melalui penekanan yang dikombinasikan pada keterampilan antar-pribadi (kelompok) dan keterampilan perkembangan pribadi merupakan halyang penting dalam model ini.|
|2.|Inkuiri Sosial|Byron Massialas & Benjamin Cox|Pemecahan masalah sosial, terutama melalui penemuan sosial dan penalaran logis.|
|3.|Metode Laboratori|Bethel Maine|Perkembangan keterampilan antarpribadi dan kelompok melalui kesadaran dan keluwesan pribadi.|
|4.|Jurispru densial|Donald Oliver & James P. Shaver|Dirancang terutama untuk mengajarkan kerangka acuan yurisprudensial sebagai cara berpikir dan penyelesaian isu-isu sosial.|
|5.|Bermain Peran|Fainnie Shatel & George Fhatel|Dirancang untuk memengaruhi siswa agar menemukan nilai-nilai pribadi dan sosial. Perilaku dan nilai-nilainya diharapkan anak menjadi sumber bagi penemuan berikutnya.|
|6.|Simulasi Sosial|Sarene Bookock & Harold Guetzkov|Dirancang untuk membantu siswa mengalami bermacam-macam proses dan kenyataan sosial, dan untuk menguji reaksi mereka, serta untuk memperoleh konsep keterampilan pembuatan keputusan.|
2. Model Pemrosesan Informasi
Model ini berdasarkan teori belajar kognitif dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi. Pemrosesan informasi merujuk pada cara menerima stimuli dari lingkungan dengan mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep dan menggunakan simbol verbal dan visual.
Menurut Piaget perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap, yaitu:
- sensory motor;
- pre operational;
- concrete operational;
- formal operational.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget (Sofan Amri, 2013) dalam pembelajaran adalah :
-
Bahasa dan cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yangs sesuai dengan cara berpikirnya.
-
Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
-
Bahan yang dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing bagi anak.
-
Berikan peluang agar anak belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
-
Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temannya.
Teori pemrosesan informasi/kognitif dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya mengatakan bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi–kondisi eksternal (ransangan dari lingkungan) dan interaksi antar keduanya akan menghasilkan hasil belajar.
Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia ( human capitalaties ) yang terdari dari :
1) informasi verbal;
2) kecakapan intelektual;
3) strategi kognitif;
4) sikap; dan
5) kecakapan motorik.
Delapan fase proses pembelajaran menurut Robert M. Gagne adalah.
-
Motivasi , fase awal memulai pembelajaran dengan adanya dorongan untuk melakukan suatu tindakan dalam mencapai tujuan tertentu (motivasi intrinsik dan ekstrinsik).
-
Pemahaman , individu menerima dan memahami informasi yang diperolah dari pembelajaran. Pemahaman didapat melalui perhatian.
-
Pemerolehan , individu memberikan makna / mempersepsi segala informasi yang sampai pada dirinya sehangga terjadi proses penyimpanan dalam memori siswa.
-
Penahanan , menahan informasi / hasil belajr agar dapat diginakan utuk jangka panjang. Proses mengingat jangka panjang.
-
Ingatan kembali , mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpa,bila ada rangsangan.
-
Generalisasi , menggunakan hasil pembelajaran utnuk keperluan tertentu.
-
Perlakuan , perwujudan perubahan perilaku individu sebagai hasil pembelajaran.
-
Umpan balik , individu memperoleh feedback dari perilaku yang telah dilakukan.
Ada sembilan langkah yang harus diperhatikan pendidik di kelas berkaitan dengan pembelajaran pemrosesan informasi, yaitu :
-
Melakukan tindakan utnuk menarik perhatian siswa.
-
Memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran dan topik yang akan dibahas.
-
Merangsang siswa untuk memulai aktivitas pembelajaran.
-
Menyampaikan isi pembelajaran sesuai dengan topik yang telah direncanakan.
-
Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa dalam pembelajaran.
-
Memberikan penguatan pada perilaku pembelajaran.
-
Memberikan feedback terhadap perilaku yang ditujuakn siswa.
-
Melaksanakan proses dan hasil.
-
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab berdasarkan pengalamanya.
Model proses informasi ini meliputi beberapa strategi pembelajaran, di antaranya adalah sebagai berikut :
-
Mengajar Induktif, yaitu untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan membentuk teori.
-
Latihan Inkuiri , yaitu untuk mencari dan menemukan informasi yang memang diperlukan.
-
Inkuiri Keilmuan, bertujuan untuk mengajarkan sistem penelitian dalam disiplin ilmu, dam diharapkan akan memperoleh pengalaman dalam domain–domain disiplin ilmu lainnya.
-
Pembentukan Konsep, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif, mengembangkan konsep, dan kemampuan analisis.
-
Model Pengembangan, bertujuan untuk mengambangkan intelegensi umum, terutama berpikir logis, aspek sosial dan moral.
-
Advanced Organizer Model , bertujuan mengembangkan kemampuan memproses informasi yang efisien utnuk menyerap dan menghubungkan satuan ilmu pengetahuan secara bermakna.
Implikasi teori belajar kognitif (Piaget) dalam pembelajaran di antaranya adalah:
-
Bahasa dan cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa, oleh karena itu guru hendaknya menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berpikir anak. Anak akan dapat belajr dengan baik apabila ia mampu menghadapi lingkungan dengan baik.
-
Guru harus dapat membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan belajrnya sebaik mungkin. (fasilitator, ing ngarso sung tulado, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani ).
-
Bahan yang harus dipelajari hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Beri peluang kepada anak untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya.
-
Di kelas, berikan kesempatan pada anak untuk dapat bersosialisasi dan diskusi sebanyak mungkin.
Tabel Rumpun Model Pemrosesan Informasi
| No |
Model |
Tokoh |
Tujuan |
| 1. |
Model Berpikir Induktif |
Hilda Taba |
Dirancang untuk pengembangan proses mental induktif dan penalaran akademik/ pembentukan teori. |
| 2. |
Model Latihan Inkuiri |
Richard Suchman |
Pemecahan masalah sosial, terutama melalui penemuan sosial dan penalaran logis. |
| 3. |
Inkuiri Ilmiah |
Joseph. J. Schwab |
Dirancang untuk mengajar sistem penelitian dari suatu disiplin, tetapi juga diharapkan untuk mempunyai efek dan kawasan-kawasan lain (metode-metode sosial mungkin diajarkan dalam upaya meningkatkan pemahaman sosial dari pemecahan masalah sosial). |
| 4. |
Penemuan Konsep |
Jerome Bruner |
Dirancang terutama untuk mengembangkan penalaran induktif, juga untuk perkembangan dan analisis konsep. |
| 5. |
Pertumbuhan Kognitif |
Jean Piaget Irving Sigel Edmund Sulllvan, Lawrence Kohlberg |
Dirancang untuk memengaruhi siswa agar menemukan nilai-nilai pribadi dan sosial. Perilaku dan nilai-nilainya diharapkan anak menjadi sumber bagi penemuan berikutnya |
| 6. |
Model Penata Lanjutan. |
David Ausubel |
Dirancang untuk meningkatkan efisiensi kemampuan pemrosesan informasi untuk meyerap dan mengaitkan bidang-bidang pengetahuan |
| 7. |
Memori |
Herry Lorayne Jerry Lucas |
Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengingat. |
3. Model Personal ( Personal Models)
Model ini bertitik dari teori Humanistik dan juga berorientasi pada individu dan perkembangan keakuan. Tokoh humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C.Buhler, dan Arthur Comb. Menurut teori ini, guru harus berupaya menciptakan kondisi kelas yang konduktif, agar siswa merasa bebas dalam belajar dan mengembangkan dirinya, baik emosional maupun intelektual.
Model pembelajaran personal ini meliputi strategi pembelajaran sebagai berikut:
-
Pembelajaran non-direktif , bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan pribadi (kesadaran diri, pemahaman, dan konsep diri).
-
Latihan kesadaran, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau kepedulian siswa.
-
Sintetik, untuk mengembangkan kreativitas pribadi dan memecahkan masalah secara kreatif.
-
Sistem konseptual, untuk meningkatkan kompliksitas dasar pribadi yang luwes.
Tabel Rumpun Model Personal
| No. |
Model |
Tokoh |
Tujuan |
| 1. |
Pengajaran non-Direktif |
Carl Rogers |
Penekanan pada pembentukan kemampuan untuk perkembangan pribadi dalam arti kesadaran diri, pertahanan diri, kemandirian, dan konsep diri. |
| 2. |
Latihan Kesadaran |
Fritz Perls William Schultz |
Meningkatkan kemampuan seseorang untuk eksplorasi diri dan kesadaran diri. Banyak menekankan pada perkembangan kesadaran dan pemahaman antarpribadi |
| 3. |
Sinektik |
William Gordon |
Perkembangan pribadi dalam kreativitas dan pemecahan maslah kratif |
| 4. |
Sistem-sistem Konseptual |
David Hunt |
Dirancang untuk meningkatkan kekompleksan dan keluwesan pribadi |
| 5. |
Pertemuan Kelas |
William Glasser |
Perkembangan pemahaman diri dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kelompok sosial. |
4. Model Modifikasi Tingkah Laku ( Behavioral )
Implementasi dari model modifikasi tingkah laku ini adalah meningkatkan ketelitian pada anak, guru selalu perhatian terhadap tingkah laku siswa, modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya rendah dengan memberi reward , sebagai reinforcement pendukung dan penerapan prinsip pembelajaran individual (individual learning) terhadap penbelajaran klasikal.
Tabel Rumpun Model Modifikasi Tingkah Laku
| No. |
Model |
Tokoh |
Tujuan |
| 1. |
ManajemenKontingensi |
B.F. Skinner |
Fakta-fakta, konsep, keterampilan |
| 2. |
Kontrol Diri |
B.F. Skinner |
Perilaku/keterampilan social |
| 3. |
Relaksasi (santai) |
Rimm & Masters Wolpe |
Tujuan-tujuan pribadi (mengurangi ketegangan dan kecemasan) |
| 4. |
Pengurangan Ketegangan |
Rimm &Masters Wolpe |
Mengalihkan kesantaian kepada kecemasan dalam situasi sosial. |
| 5. |
Latihan Asertif Desensitasi |
Wolpe, Lazarus, Salter |
Ekspresi perasaan secara langsung dan spontan dalam situasi sosial. |
| 6. |
Latihan Langsung |
Gagne Smith & Smith |
Pola-pola perilaku, keterampilan |
Sumber : Nurdyansyah, Eni Fariyatul Fahyuni, 2016, Inovasi Model Pembelajaran, Nizamial Learning Center