Seorang wartawan investasi Amerika Serikat bernama Annie Jacobsen dalam bukunya yang berjudul peledak di Area 51, mengungkapkan rahasia pemerintah atas apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu. Annie juga menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah membuat program nuklir di Area 51 selama berpuluh-puluh tahun.
Pada tahun 1957, departemen pemerintahan telah memutuskan untuk mengangkut bom-bom atom yang mengandung radio aktif ke tempat yang aman. Mereka tidak menginginkan sebuah kecelakaan yang dapat mengancam keamanan internal negara tersebut. Selain itu, pemerintah ingin jika orang luar dan masyarakat sipil tidak tahu dengan apa yang sedang dilakukan. Pejabat dari proyek khusus angkatan bersenjata kemudian memutuskan bahwa tempat yang tepat untuk melakukan hal itu adalah Area 51. Bahkan tes senjata nuklir yang dilakukan di kawasan Nevada seluas 1.350 hektar itu bisa dijamin. Namun, ternyata ada syarat yang tidak dipenuhi, yaitu penyediaan lahan atau situs uji coba yang tidak akakn bisa dijamah manusia selama 20.00 tahun.

Pada suatu ketika, program rahasia dengan sandi project 57, komisi energy atom, angkatan udara Amerika Serikat serta kontraktor pertahanan Eg and G, bekerjasama mensimulasikan sebuah kecelakaan pesawat angkatan udara yang melibatkan hulu ledak nuklir XW-25. Dalam uji coba tersebut, partikel radio aktif disebar ke tanah hingga kemudian tercemar oleh plutonium. Menurut para ilmuwan, kondisi tanah tersebut akan kembali menjadi baik atau pencemaran plutonium menjadi hilang setelah 24.100 tahun. Para ilmuwan tidak mengetahui bagaimana dampak radiasi melalui udara yang diakibatkan oleh uji coba tersebut.