Area laut itu punya julukan lain, Segitiga Naga (Dragon Triangle) atau Segitiga Formosa.
Terletak di lepas pantai Jepang dan Filipina, perairan itu konon menjadi lokasi sejumlah fenomena yang tak dapat dijelaskan -- termasuk anomali magnetik, cahaya, dan objek misterius.
Sejumlah insiden penghilangan misterius menambah keangkerannya. Area tersebut bahkan dianggap berbahaya oleh otoritas perikanan Jepang.
Konon, pada tahun 1952, pemerintah Jepang mengirimkan sebuah kapal penelitian, Kaiyo Maru No. 5, untuk menyelidiki misteri Segitiga Formosa.
Namun, bahtera tersebut, juga 31 awaknya tak pernah kembali. Mereka raib entah ke mana.
Legenda lainnya menyebutkan, Segitiga Formosa menjadi faktor yang menggagalkan upaya Kubilai Khan untuk menyerang Jepang.
Penguasa Mongolia sekaligus pendiri Dinasti Yuan Tiongkok kehilangan 40.000 tentara saat menyeberangi Laut Iblis.
Seperti halnya Segitiga Bermuda, sejumlah teori untuk menjelaskan fenomena misterius bermunculan. Dari alien, gerbang ke alam semesta paralel, bahkan mengaitkannya dengan benua Atlantis yang hilang.
Sejumlah pihak mengaitkan hal-hal tersebut dengan aktivitas vulkanik yang tinggi di wilayah tersebut.
Sejumlah pesawat raib di lautan luas. Air France Penerbangan 447 hilang di Samudra Pasifik pada 2009, sementara Malaysia Airlines MH370 berakhir di Samudra Hindia pada 2014.
Sementara, salah satu misteri terbesar Samudra Pasifik, adalah raibnya penerbang Amerika Serikat, Amelia Earhart.
Ia adalah perempuan pertama dan manusia kedua yang berhasil terbang solo melintasi Samudra Atlantik.
Pada 1937, ia berniat mengelilingi dunia, namun, hanya beberapa jam setelah mengudara, pesawatnya lenyap, diduga jatuh di barat daya Hawaii.
Insiden itu jadi misterius karena ada pesan terdengar setelah terjadinya kecelakaan. Hal tersebut membuat para penyelidik menyimpulkan bahwa kapal terbang yang dipiloti Amelia Earhart tak tercebur ke laut.
