Revolusi Perancis merupakan salah satu tragedi penting di dunia dan sejarah dunia. Yaitu peristiwa besar yang berpengaruh dalam studi ilmu pengetahuan hubungan internasional yaitu Revolusi Perancis.
Didalam pertengahan tahun 1700an sampai awal tahun 1800 Revolusi Perancis mampu mengubah sejarah Perancis. Sampai saat ini termasuk sistem pemerintahan Monarki absolut yang pada saat itu tersiar di seluruh Eropa.
Disaat Revolusi Perancis tidak hanya melibatkan Perancis saja. Melainkan juga melibatkan Eropa dan konflik negara-negara Eropa yang pada saat itu rentan sekali terkena efek domino.
Dilanda krisis keuangan rakyat sangat muak terhadap kekuasaan absolut di bawah kepemimpinan raja sebagai pemegang dan penggerakan kekuasaan tertinggi. Dan pemikiran dari rakyat dan perilaku sosial yang bisa mengubah Perancis sampai saat ini dalam waktu tiga tahun.
Penyebab Revolusi Perancis
Penyebab terjadinya revolusi Perancis terutama karena kebencian rakyat terhadap pemerintah yang umum terjadi di kala itu. Persepektif dari seorang Marxis menurut dari para sejarawan. Adanya konflik di antara kelas bangsawan dan rakyat biasa yang menjadi salah satu penyebab.
Ketidak adilan kelas tersebut menyebabkan kebencian dari rakyat. Yang menimbulkan suatu kebencian dari rakyat biasa terhadap pemerintah yang cenderung merangkul kepada kaum bangsawan didalam praktek sosial. Selain itu, bentuk dan sitem perekoniam yang timpang di Perancis kala itu memperburuk keadaan, krisis keuangan tak bisa di cegas.
Krisis keuangan juga ada beberapa pendorong seperti ketidak mampuan rakyat biasa dalam membayar pajak yang tinggi. Lebih tinggi di bandingkan dengan kaum pendeta dan juga bangsawan. Di sisi lain kaum pendeta dan kaum bangsawan mendapatkan banyak pengecualian dan keistimewaan didalam hal pajak, hasil panen yang buruk, kenaikan harga pangan, dan juga sistem transportasi yang tidak memadai menyebabkan kebencian rakyat terhadap pemerintah.
Buruknya keadaan Perancis pada saat itu juga di tandai dengan kebangkrutan pemerintah. Utang negara yang besar karena Perancis terlibat didalam perang yang besardan ketidak adilan pajak. Hilangnya jajahan Perancis di Amerika utara. Di sebabkan perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Perancis yang merupakan kekuatan militer utama dunia.
Selain itu Angkatan Laut Perancis juga mengalami kehancuran. Meski militer Perancis berhasil di bangun kembali dan menang didalam perang Revolusi Amerika. Tetapi Perancis masih mengalami kehancuran dikarenakan biaya perang yang mahal. Dan tidak ada keuntungan yang nyata bagi Perancis didalam perang tersebut.
Krisi dan utang negara yang besar tidak mampu ditangani oleh Raja. Sehingga pertama kalinya raja memanggil Majelis Bangsawan di tahun 1787 untuk pertama kalinya dalam seabad sebelumnya. Didalam kondisi perekonomian yang sangat parah, masalah kriminalitas dan pangan juga meninggi. Krisis keuangan juga tidak membaik, dan keluarga kerajaan malah hidup dengan nyaman dan mewah di Versailles.
Kesan tidak peduli dari keluarga kerajaan dengan keadaan sosial yang semakin bertambahnya waktu semakin bertambah buruk. Raja Louis XVI juga berusaha untuk mengurangi pengeluaran pemerintah. Rencana dari raja berhasil digagalkan karena mendapatkan pertentangan dari parlemen reformasi.
Bahkan sampai pemerintahan raja hendak di gulingkan. Berbagai upaya untuk menjatuhkan kekuasaan Louis XVI juga semakin terlihat disaat semakin banyak pihak yang menentang kebijakannya. Informasi palsu dari pamflet-pamflet dan dilebih-lebihkan yang mengkritik pemerintah dan aparat tersebar luas di Perancis. Dan rakyat kemudian semakin memperkuat opini publik untuk melawan pemerintahan Monarki Raja Louis XVI.
Selain semua itu, penyebab penyebab memicu dari terjadinya Revolusi Perancis juga. Karena adannya kebencian terhadap pemerintah yang semakin besar seiring adannya perkembangan cita-cita pencerahan. Absolutisme kerajaan juga di benci oleh rakyat, kebencian kaum miskin terhadap hak-hak istimewa yang dimiliki kaum bangsawan. Pengaruh dari kebencian didalam kebijakan publik dan lembaga-lembaga negara yang bersumber dari gereja katolik. Adanya penyimpangan hak kebebasan beragama, kebencian pendeta pedesaan miskin terhadap uskup aristokrat yang korup. Dan juga besarnya keinginan untuk mewujudkan kesetaraan sosial, ekonomi, politik, dan republikanisme. Disisi yang lain rakyat juga sangat membenci terhadap keborosan Ratu Marie Antoinette yang di anggap sebagai mata-mata Austria.
Pemecatan Jacques Necker dari jabatanya sebagai bendahara keuangan oleh raja yang di anggap sebagai kejahatan bagi rakyat Perancis. Karena Jacques Necker dianggap sebagai wakil rakyat dikerajaan.