Dewasa ini, nano-komposit telah diaplikasi dalam berbagai macam bidang, terutama dalam hal pengemasan pada industri makanan. Pada pengemasan nano-komposit digunakan dalam sistem pengemasan tanpa refrigerasi sehingga dapat mempertahankan kesegaran pada makan untuk beberapa tahun. Selain itu nano-komposit memiliki pencegahan (barrier) terhadap gas luar untuk kontak terhadap bahan makanan di dalamnya, termasuk gas oksigen dan karbondioksida. Hal ini dikarenakan, struktur partikel nano-komposit yang saling menutup dengan pola batu bata.
Secara umum nano-komposit mememiliki keuntungan dalam sifat-sifat kimia, mekanis dan fisiknya. Mengenai sifat-sifat mekanis nano-komposit, telah dikenal luas bahwa nano-komposit memiliki kelebihan dalam stabilitasnya terhadap panas sehingga tidak mengalami distorsi yang signifikan, selain itu tidak menghasilkan emisi gas saat terjadi pembakaran. Nano-komposit juga memiliki ketahanan atau konduktifitas listrik yang baik. Pada bahan kimia, nano-komposit memiliki resitensi terhadap beberapa zat kimia untuk tidak mengalami korosi.
Dengan kelebihan pada sifat-sifat yang dimiliki oleh nano-komposit tersebut, tentu akan memberikan keuntungan dalam aplikasinya dalam pengemasan selain sebagai barrier gas. Dengan resistensinya terhadap panas serta tidak mudah rapuh, memberikan kemampuannya dalam proses pada mikrowave, pasterisasi, serta sterilisasi yang membutuhkan suhu yang tinggi.