Metode peramalan digunakan untuk menghitung jumlah permintaan barang atau jasa di masa yang mendatang agar dapat sesuai dengan apa yang direncanakan. Menurut Heizer dan Render (2009), metode peramalan dibagi menjadi dua yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.
1 Metode Kualitatif
Metode ini merupakan subyektif atau berdasarkan pada estimasi-estimasi dan pendapat-pendapat. Menurut Heizer dan Render (2009) berbagai sumber pendapat bagi peramalan kondisi bisnis adalah sebagai berikut :
-
Para eksekutif
Dalam metode ini, dianggap bahwa para eksekutif sering mempunyai kemampuan untuk memberikan masukan-masukan peramalan yang berguna, terutama dari manajer yang mempunyai pengalaman yang cukup lama dalam industri atau perusahaan sejenis.
-
Metode Delphi
Metode ini merupakan teknik yang mempergunakan suatu prosedur yang sistematik untuk mendapatkan suatu konsensus pendapat-pendapat dari suatu kelompok ahli.
-
Tenaga Penjualan
Para tenaga penjualan secara tetap berhubungan dengan pelanggan sehingga dapat memperkirakan jumlah pembelian, sikap, dan kebutuhan mereka. Tenaga penjualan juga merupakan sumber yang dapat menyediakan informasi tentang strategi para pesaing sekarang dan perkiraan di waktu yang akan datang.
-
Para Pelanggan (Customer)
Pelanggan yang membeli suatu produk atau jasa perusahaan terkadang bersedia untuk mengungkapkan rencana pembelian mereka. Hal ini dijadikan sebagai umpan balik bagi perusahaan. Pelanggan menyampaikan informasi secara pribadi kepada para eksekutif dan tenaga penjualan, atau melalui surat, telephone dan pengisian daftar pertanyaan suatu survei konsumen atau wawancara pribadi.
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa peramalan dengan metode kualitatif ini merupakan cara untuk menentukan suatu hal di masa depan terkait bisnis yang diperoleh dari pendapat para subjek terkait.
2 Metode Kuantitatif
Menurut Heizer dan Render (2009) metode kuantitatif ini merupakan metode peramalan yang menggunakan berbagai model matematis yang menggunakan data historis dan atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan. Hasil peramalan sangat bergantung pada model peramalan yang digunakan tersebut.
Peramalan menggunakan metode kuantitatif dapat digunakan jika terdapat 3 kondisi sebagai berikut :
- Informasi mengenai keadaan pada waktu yang tersedia.
- Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numeric (angka).
- Waktu yang akan datang (disebut asumsi kontinuitas).
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode kuantitatif adalah cara untuk menentukan peramalan dengan menggunakan data historis.
3. Metode Regresi Linear
Menurut Handoko (2003), analisis regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk menentukan hubungan antar paling tidak dua variabel, satu atau lebih variabel bebas (independent variables) dan satu variabel bergantung (dependent variable).
Tujuannya adalah untuk meramalkan atau memperkirakan nilai variabel bergantung dalam hubungannya dengan nilai variabel bebas tertentu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode regresi linear merupakan metode statistika yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel terikat (dependen; Y) dengan satu atau lebih variabel bebas (independen; X).
Memantau dan Mengendalikan Peramalan
Menurut Heizer dan Render (2009) mengemukakan bahwa, tiga dari perhitungan yang paling terkenal adalah deviasi mutlak rerata (Mean Absolute Deviation - MAD) dan kesalahan kuadrat rerata (Mean Squared Error - MSE).
-
Deviasi Mutlak Rerata (Mean Absolute Deviation = MAD)
MAD merupakan ukuran pertama kesalahan peramalan keseluruhan untuk sebuah model. Nilai ini dihitung dengan mengambil jumlah nilai absolut dari tiap kesalahan peramalan dibagi dengan jumlah periode data (n).

-
Kesalahan Kuadrat Rerata (Mean Square Error = MSE)
MSE merupakan cara kedua untuk mengukur kesalahan peramalan keseluruhan. MSE merupakan rata-rata selisih kuardrat antara nilai yang diramalkan dan yang diamati. Kekurangan penggunaan MSE adalah bahwa ia cenderung menonjolkan deviasi yang besar karena adanya pengkuadratan.

Menurut Gaspersz (2004) akurasi peramalan akan semakin tinggi apabila nilai-nilai MAD dan MSE semakin kecil. Ketepatan dari sebuah ramalan merupakan hal yang sangat penting. Namun, hal yang perlu disadari bahwa suatu ramalan adalah tetap ramalan, yang selalu ada unsur kesalahannya. Sehingga yang penting diperhatikan adalah usaha untuk memperkecil kemungkinan kesalahannya tersebut.
Akhirnya, baik tidaknya suatu ramalan yang disusun sangat tergantung pada orang yang melakukannya, langkah-langkah peramalan yang dilakukannya dan metode yang dipergunakannya.