Unambiguous
Hanya ada satu cara untuk menafsirkan requirement, tidak menggunakan akronim yang tidak terdefinisi.
Testable (verifiable)
Penguji harus dapat memverifikasi apakah requirement yang ada diterapkan dengan benar. Agar bisa diuji, requirement harus jelas, tepat, dan tidak ambigu.
Clear (concise, terse, simple, precise)
Requirement tidak boleh mengandung informasi yang bertele-tele atau terlalu basa-basi. Requirement harus dinyatakan dengan jelas dan sederhana.
Correct
Jika requirement mengandung fakta, fakta tersebut harus bernilai benar.
Understandable
Requirement harus benar secara gramatikal dan ditulis dengan gaya yang konsisten. Jika ada yang harus dirubah, maka harus menggunakan konversi standar.
Feasible (realistic, possible)
Requirement harus dapat dilakukan dalam batasan yang ada seperti waktu, uang, dan sumber daya yang tersedia.
Independent
Untuk memahami suatu requirement, seharusnya tidak membutuhkan penjelasan dari requirement lain.
Atomic
Requirement harus berisi satu traceable element. Kalimat-kalimat termasuk kata-kata "dan" atau "tapi" harus ditinjau ulang untuk memastikan apakah kalimat tersebut dapat dipecah menjadi atomic requirement.
Necessary
Requirement harus memiliki nilai dibutuhkan oleh stakeholder yang bersangkutan, dan ketika requirement tersebut tidak ada maka akan memberikan pengaruh pada sistem. Contoh requirement yang tidak dibutuhkan oleh stakeholder adalah persyaratan yang ditambahkan oleh developer dan designer karena mereka menganggap bahwa pengguna atau pelanggan menginginkannya.
Implementation-free (abstract)
Requirement tidak boleh mengandung desain dan implementasi yang tidak dibutuhkan.
[details="Referensi"]
http://www.informit.com/articles/article.aspx?p=1152528&seqNum=4
[/details]