Manajemen risiko harus mengidentifikasi semua potensi resiko yang nantinya akan berkaitan dengan tujuan. Sejauh ini, manajemen resiko selalu berhenti disaat telah menemukan resiko yang sedang terjadi dan tidak berfikir kedepan pada saat resiko lain muncul. Jadi manajemen resiko yang awalnya akan diidentifikasi keseluruhan tidak terlaksana.
Menurut sumber yang saya temukan, Manajemen resiko pada organisasi gagal karena disebabkan oleh 12 faktor berikut :
- Modal yang tidak mencukupi
- Kesalahan model
- Kurangnya pengetahuan
- Resiko yang ada di cabang
- Perubahan dan pergeseran pada ancaman bentuk resiko
- Kegagalan incremental
- Pengukuran resiko yang tidak diketahui
- Gagal dalam memperhitungkan resiko
- Gagal dalam menyampaikan resiko pada top management
- Gagal dalam memantau resiko
- Gagal dalam mengelola resiko
- Gagal dalam menggunakan pengukuran resiko yang sesuai
Kegagalan manajemen resiko berdampak langsung ke organisasi (waktu dan biaya) dan dapat menghambat organisasi dalam memenuhi tujuan. Oleh karna itu diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk memahami strategi organisasi. Salah satu cotohnya adalah komunikasi antar manajemen untuk siap mengatasi resiko yang lebih kompleks. Organisasi juga harus konsisten dalam mengelola dan mengidentifikasi resiko.
(sumber :
)