
Manajemen risiko pada proyek meliputi langkah memahami dan mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi, memonitoring dan menangani risiko. Manajemen risiko yang proaktif artinya menjawab bagaimana orang secara aktif berusaha mengurangi risiko serta memperbaiki tingkat probabilitas keberhasilan pelaksanaan proyek.
Risiko merupakan kombinasi dari kemungkinan suatu kejadian dan akibat dari kejadian tersebut dengan tidak menutup kemungkinan bahwa ada lebih dari satu akibat yang mungkin terjadi untuk satu kejadian tertentu. Pada umumnya risiko dipandang daru perspektif negatif, seperti kehilangan, bahaya, kerugian, kegagalan dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut pada prinsipnya merupakan bentuk ketidak pastian yang mestinya dipahami dan dikelola secara efektif sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi organisasi.
Pada proses manajemen resiko ada beberapa tahap yaitu :
-
Perencanaan Manajemen Risiko (Risk Management Plan)
-
Identifikasi Risiko
-
Analisis Risiko Kualitatif
-
Analisis Risiko Kuantitatif
-
Penanganan Risiko
Nah untuk yang saya tanyakan kali ini adalah mengapa sih Risk Management Plan itu penting , apa yang membuat perusahaan menerapkan risk management plan ?