Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Cara apa saja yang dapat dilakukan dalam mitigasi risiko?

JE jesika 9 years ago

355_main|690x372

Dalam membuat sebuah risk management plan, ketika sudah mengidentifikasi risiko, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menghadapi risiko yang mungkin akan tejadi, yaitu dengan cara avoid, transfer, mitigate, atau accept. Mitigasi risiko adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi kemungkinan risiko akan terjadi. Dalam mitigasi risiko, cara apa saja yang dapat dilakukan untuk menghadapi suatu risiko?

34

Dalam mitigasi risiko, terdapat empat opsi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko yang akan terjadi dalam sebuah projek. Keempat opsi tersebut adalah:

Avoid
Avoid atau menghindari risiko biasanya dilakukan dengan mencoba alternatif lain yang berpeluang lebih besar untuk berhasil. Teknik ini biasanya memanfaatkan teknologi yang sudah ada dan terbukti dibandingkan mengadopsi teknologi baru, walaupun sebenarnya jika teknologi baru yang diadopsi berhasil akan memberikan kinerja yang lebih baik bahkan dengan biaya yang lebih rendah.

Accept
Ketika suatu risiko terjadi dan tim memutuskan untuk menerima risiko tersebut, hal itu juga dapat dikatakan sebagai cara untuk mitigasi risiko. Strategi ini biasanya diterapkan ketika biaya untuk menghindari risiko lebih besar daripada risiko itu sendiri. Tim proyek biasanya memilh strategi ini ketika ada kemungkinan risiko yang cukup minim terjadi.

Limit
Mitigasi dengan strategi limit biasanya dengan melakukan beberapa tindakan untuk menerima atau menghindari risiko yang mungkin terjadi. Strategi ini cukup banyak digunakan di berbagai perusahaan. Seperti contoh, untuk mengatasi listrik padam, perusahaan akan menyediakan genset untuk membangkitkan listriknya.

Transfer
Transfer risiko berarti menyerahkan kemungkinan risiko terjadi kepada pihak ketiga yang berkepentingan. Seperti contoh kasusnya, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya melakukan outsourcing untuk layanan kebersihan lingkungan. Hal ini bertujuan agar perusahaan bisa lebih fokus pada kompetensi utamanya, dan kompetensi lain yang bukan kompetensi yang dimiliki tetap bisa dilaksanakan.

[details="Referensi"]
https://www.mha-it.com/2013/05/four-types-of-risk-mitigation/
[/details]