Media-media sosial yang sekarang sedang viral , dan digunakan oleh banyak orang , menjadi tempat utama untuk para pebisnis melapakkan jualannya. Nah media sosial yang digunakan itu berasal dari algoritma-algoritma yang disusun yang membentuk sebuah program dan memungkinan para pebisnis untuk menjual dagangannya. Inilah salah satu alasan mengapa algoritma itu berpengaruh dalam marketing.
Peluang untuk marketing
Kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial kepada penggunanya tentunya juga berbanding lurus dengan kenyamanan yang diberikan pada advertiser. Salah satunya adalah memastikan iklan kita muncul pada pengguna yang tepat. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memastikan sebuah topik yang relevan kepada calon customer agar mereka tertarik untuk membeli produk yang kita tawarkan.
Sebagai contoh, jika kita mengiklankan sebuah buku masakan, dengan bantuan algoritma di media sosial, iklan kita dipastikan bisa terdelivery pada orang yang suka memasak. Sehingga, peluang untuk mencapai konversi pada iklan yang kita buat akan jauh lebih besar dibanding jika semua post harus tampil pada semua user.
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memastikan iklan kita terkonsep dengan baik. Sebab selain relevansi pada topik yang dibawa, pengemasan juga menjadi satu isu penting pada advertising. Sebagai contoh, bila kita mengiklankan sebuah aplikasi untuk design, maka sebaiknya pengemasan iklan kita juga harus dibuat seartistik mungkin. Jangan sampai kita membuat iklan untuk design tapi design iklannya sendiri tidak beraturan. Hal itu akan mempengaruhi rasa kepercayaan user kepada produk yang kita tawarkan.
Itulah bukti bahwa algoritma berpengaruh dalam marketing.
Meskipun begitu bukan berarti algoritma dirancang sempurna untuk marketing . Beberapa kekurangan algoritma untuk marketing adalah :
1. Tidak fleksibel , artinya customer tidak akan merasa puas untuk bertanya jawab ataupun melihat barang
2. Berbahaya dan mudah diretas
3. Mengurangi kepuasan
4. Mereka menahan respons emosional pelanggan terhadap tawaran pemasaran.
sumber : https://hbr.org/2015/06/the-perils-of-algorithm-based-marketing