Kurt Lewin (1951) tercatat sebagai Bapak Manajemen Perubahan dimana secara khusus melakukan studi tentang manajemen perubahan secara ilmiah. Ia mengembangkan model perubahan terencana yang disebut force-field model karena mengedepankan kekuatan-kekuatan penekanan, dimana menurutnya perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap organisasi, individu, atau kelompok. Model ini dibagi dalam tiga tahap, yang menjelaskan cara-cara mengambil inisiatif, mengelola, dan menstabilkan proses perubahan, yaitu: unfreezing , changing atau moving dan refreezing .
Secara skematis, proses perubahan model Lewin dapat dikemukakan sebagai berikut,
Gambar Model perubahan terencana Lewin : Force field model. Sumber: Greenberg & Baron, 2003
Pencairan ( Unfreezing )
Pencairan merupakan tahap pertama yang fokus pada penciptaan motivasi untuk berubah. Induvidu didorong untuk mengganti perilaku dan sikap lama dengan yang diinginkan organisasi. Pencairan merupakan usaha perubahan untuk mengatasi resistensi individual dan kesesuaian kelompok. Proses pencairan merupakan adu kekuatan antara faktor pendorong dan faktor penghalang bagi perubahan status quo. Untuk dapat menerima suatu perubahan diperlukan kesiapan individu. Pencairan dimaksudkan agar seseorang tidak terbelenggu oleh keinginan untuk mempertahankan status quo dan bersedia membuka diri.
Changing atau *Moving*
Changing atau moving merupakan tahap pembelajaran dimana karyawan diberi informasi baru, model perilaku baru, atau cara baru dalam melihat sesuatu. Tujuannya adalah membantu karyawan dalam mempelajari konsep atau titik pandang baru. Para pakar merekomendasikan, hal terbaik untuk menyampaikan gagasan kepada keryawan mengenai perubahan, bahwa perubahan suatu proses pembelajaran kontinu dan bukan kejadian sesaat. Dengan demikian dibangun kesadaran bahwa pada dasarnya kehidupan adalah suatu proses perubahan kontinu.
Pembekuan kembali ( Refreezing )
Refreezing merupakan tahap dimana perubahan yang terjadi distabilisasi dengan membantu karyawan mengintegrasikan perilaku dan sikap yang telah berubah ke dalam cara yang normal untuk melakukan sesuatu. Hal ini dilakukan dengan memberi keryawan kesempatan untuk menunjukkan perilaku dan sikap baru. Dengan terbentuknya perilaku dan sikap baru, maka harus diperhatikan, apakah masih sesuai dengan perkembangan lingkungan yang terus berlangsung? Bila ternyata diperlukan perubahan kembali, maka proses unfreezing akan dimulai lagi.