Metode ini berisi sembilan langkah perubahan. Setiap langkah terdiri dari beberapa aktivitas dan tugas yang dapat diikuti untuk merencanakan, mendesain, dan mengimplementasi perubahan (Anderson, et al., 2001).

-
Membentuk pemimpin kunci
Dalam langkah ini, ditentukan key people leader. Key people leader bertujuan untuk menyiapkan pemimpin yang akan mengendalikan perubahan.
-
Membuat visi, komitmen, dan kapasitas organisasi
Langkah ini bertujuan menbangun pengertian, komitmen, momentum dan kapasitas perubahan, khususnya diantara para stakeholder, dan pada seluruh elemen perusahaan umumnya.
-
Melihat situasi untuk menentukan rancangan perubahan
Langkah ini bertujuan melihat keadaan dan situasi yang ada pada perusahaan untuk membuat rancangan perubahan yang realistis.
-
Merancang perubahan yang diinginkan
Langkah ini membantu perusahaan merancang keadaan perubahan yang diinginkan.
-
Menganalisa pengaruh perubahan
Langkah ini menganalisis pengaruh perubahan di dalam perusahaan, orang, dan kebiasaannya sebagai dasar untuk merencanakan proses implementasi yang realistis.
-
Merencanakan dan mengelola penerapan perubahan
Langkah ini mengidentifikasi langkah apa yang diperlukan untuk menuju ke arah keadaan yang diinginkan.
-
Menerapkan perubahan
Langkah ini mengimplementasikan perubahan di dalam perusahaan.
-
Merayakan hasil perubahan yang didapat
Pada langkah ini dirayakan kemenangan atas hasil perubahan yang didapat dan memberi tahu perusahaan bahwa mereka sudah masuk dalam keadaan yang baru.
-
Mekanisme untuk terus memperbaiki keadaan yang sudah berubah
Langkah ini menciptakan mekanisme untuk terus memperbaiki keadaan yang sudah berubah dan menjadikannya permanen.
Metode Anderson and Anderson secara garis besar berisi 3 bagian dasar manajemen perubahan:
- Dasar fondasi yang kuat untuk perubahan (upstream change)
- Rancangan perubahan (midstream change)
- Implementasi perubahan (downstream perubahan)
Ketiga dasar manajemen perubahan tersebut ada dalam 9 langkah perubahan Anderson and Anderson, langkah 1 sampai 3 adalah upstream, langkah 4 sampai 6 adalah midstream dan langkah 7 sampai 9 downstream.
Keterbatasan dari metode manajemen perubahan Anderson and Anderson adalah (Consulting, 2013):
- Menggunakan pendekatan manajemen perubahan dari atas ke bawah,
- Tiap-tiap langkah harus dijalankan, tidak dapat dilewatkan tiap langkahnya.