
Akhir-akhir ini sebuah startup menjadi sorotan. Situs tersebut ialah Etsy, sebuah 'pasar' online yang berpusat di Brooklyn, New York. Situs ini memiliki keunikan tersendiri karena secara khusus mengakomodasi para penggemar barang-barang kerajinan tangan dan antik yang tidak dapat diperoleh di pusat-pusat perbelanjaan yang kita temui di area-area ramai. Dan situs jual beli kerajinan tangan ini terus menarik perhatian banyak pihak, termasuk media.
Barang-barang yang dijual di Etsy.com beragam, dari benda seni, foto, pakaian, perhiasan, aksesoris, makanan, produk pembersih badan, selimut bahkan hingga mainan anak-anak. Semuanya dihasilkan dengan tangan manusia, dan lebih sedikit menggunakan mesin.
Bisnis unik ini didirikan oleh Robert Kalin, Chris Maguire dan Haim Schoppik di tanggal 18 Juni 2005. Mereka tergabung dalam perusahaan Iospace. Proses pembuatan versi awal Etsy membutuhkan waktu 2,5 bulan. Sejumlah profesional muda bergabung setelahnya.
Di tahun pertamanya, Etsy menarik perhatian banyak pihak karena mampu menambahkan banyak alat yang memudahkan pengguna dan fungsionalitas baru ke dalam situsnya untuk memudahkan penjual mendapatkan publikasi dan kunjungan dari pengguna Internet yang ingin berjual beli barang antik dan kerajinan tangan. Etsy menampilkan visualisasi yang berbasis Adobe Flash dan pengelompokan dengan tags. Etsy sukses meraup penjualan senilai US$ 1,7 juta per Mei 2007. Pada tanggal 29 Juli 2007, Etsy sanggup menjual 1 juta produk dan menargetkan angka penjualan yang 2 kali lipat lebih tinggi di pertengahan Desember 2007. Di bulan Juni 2007, Etsy berambisi meraup laba di musim gugur namun bahkan hingga Desember 2007, Etsy gagal menjadi perusahaan yang profitable. Bulan Januari 2008, Etsy menerima pendanaan tambahan sejumlah 27 juta dollar dari Union Square Ventures, Hubert Media, dan Jim Breyer.
Etsy dianggap mampu bersaing dengan e-commerce lainnya, terutama dalam masalah kepuasan pelanggan karena Etsy menggali jauh lebih dalam untuk menemukan apa yang sebenarnya diinginkan costumer. Saat sebagian besar pengguna Amazon dan Ebay pergi ke situs-situs ini untuk membeli barang tertentu yang sudah ada dalam pikiran mereka, Etsy tahu sejak awal bahwa penggunanya datang untuk mengeksplorasi, menemukan dan membeli barang-barang baru yang unik. Untuk memfasilitasi ini, Etsy tahu bahwa perlu menghadirkan produk yang menarik kepada viewers, untuk mewujudkan user journey sedemikian rupa sehingga visitors melihat produk yang cocok dengan mereka. Menurut SVP produk Mike Grishaver, Etsy telah bekerja keras pada fungsionalitas yang dapat merekomendasikan produk berdasarkan faktor-faktor yang melampaui apa yang orang telah lihat. Feed Etsy di Web dan cellular melonjak tinggi setelah mereka menggunakan data analytics pada sistem mereka. Hasilnya adalah pengalaman yang mengejutkan costumers dengan barang baru yang unik dan akhirnya memacu mereka untuk menemukan lebih banyak barang lainnya. Grishaver menyarankan perusahaan lain untuk “melihat melampaui mekanisme dasar apa yang dapat dilakukan pengguna di situs Anda. Temukan pengalaman lebih dalam yang membuat mereka merasa lebih terhubung dan kemudian masukan ke setiap bagian pengalaman mereka dengan Anda”.
[details="Referensi"]
https://www.entrepreneur.com/article/243764
[/details]