Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Area bisnis apa saja yang harus ditingkatkan oleh sebuah organisasi dalam menghadapi product lifecycle?

Hampir semua produk yang ada di dunia ini memiliki jangka waktu hidup yang terbatas. Selama sebuah produk go live, produk tersebut akan melewati 4 tahap siklus hidup produk, yaitu: perkenalan; pertumbuhan; kedewasaan dan penurunan yang di setiap tahapnya memiliki tantangan yang berbeda.

Manajemen siklus hidup produk adalah bentuk penerapan dari strategi yang berbeda untuk membantu memenuhi tantangan ini dan memastikan bahwa, apa pun tahap siklus produk yang akan dilalui, produsen dapat memaksimalkan penjualan dan profit produk mereka.

Agar dapat memanajemen siklus hidup produk secara efektif, area-area bisnis mana yang harus ditingkatkan oleh organisasi?

124|690x246

23

Agar dapat memanajemen siklus hidup produk secara efektif, organisasi harus memiliki fokus yang kuat pada :
1. Pengembangan : Sebelum produk dapat memulai siklus hidupnya, perlu adanya pengembangan. Penelitian dan pengembangan produk baru merupakan salah satu tahapan yang paling penting dan mungkin menjadi proses yang paling memakan waktu dan biaya guna memastikan bahawa produk tersebut sukses.

  1. Keuangan : produsen biasanya akan membutuhkan dana yang signifikan saat launching produk baru dan mempertahankannya melalui tahap perkenalan.
    Tapi investasi lebih lanjut pada tahap pertumbuhan dan kedewasaan sudah bisa dibiayai dari keuntungan penjualan.
    Pada tahap penurunan, investasi tambahan mungkin diperlukan untuk menyesuaikan proses manufaktur atau pindah ke market baru.
    Sepanjang siklus hidup produk, perusahaan perlu mempertimbangkan cara yang paling tepat untuk membiayai cost mereka untuk memaksimalkan potensi profit.

  2. Pemasaran : selama hidup produk, perusahaan perlu menyesuaikan pemasaran dan kegiatan promosi tergantung pada tahapan siklus produk mana yang sedang dilalui.
    Pasar terus berkembang dan sikap konsumen terhadap produk juga ikut berubah. Jadi cara memasarkan dan promosi pada saat launching produk baru haruslah unik atau berbeda. Tujuannya adalah untuk menjaga pangsa pasar pada tahap kedewasaan nanti.

  3. Manufaktur : Biaya pembuatan produk dapat terus berubah selama siklus hidupnya. Di awal, proses baru dan biaya peralatan rata-rata memang tinggi, terutama kalau melihat volume penjualan yang masih rendah.
    Ketika pasar berkembang dan produksi meningkat, biaya akan mulai turun (kalau perusahaan bisa menemukan metode produksi yang lebih efisien dan murah, cost bisa semakin ringan).
    Perusahaan juga perlu mencari cara untuk mengurangi biaya selama proses manufaktur agar dapat fokus untuk menciptakan lebih banyak penjualan dan laba.

  4. Informasi : Informsi yang dimaksud disini dapat berupa data tentang market potensial yang cocok untuk produk baru, feedback tentang campaign pemasaran untuk melihat mana yang lebih efektif, atau memonitoring pertumbuhan dan penurunan pasar, informasi sangatlah penting untuk mensukseskan semua produk.

Produsen yang efisien dalam mengelola produk mereka sepanjang kurva siklus hidup produk biasanya adalah mereka yang telah mengembangkan sistem informasi paling efektif.
Kebanyakan, produsen menerima kenyataan bahwa produk mereka memiliki hidup yang terbatas.
Meskipun tidak terlalu banyak yang bisa mereka lakukan untuk mengubah itu, dengan berfokus pada area bisnis yang telah disebutkan pada bagian atas, manajemen siklus hidup produk membantu produsen untuk memastikan bahwa produk mereka akan sukses, walaupun semua perlu proses dan waktu yang panjang.

sumber:
http://le2i.cnrs.fr/sebti.foufou/papers/plm/eswaran-ijplm.pdf
http://projects.tempus.ac.rs/attachments/project_resource/641/975_266-827-1-rv%2520-%2520reviewed%2520%2520published%2520paper.pdf
https://digitalmarketer.id/content/product-life-cycle-mengenal-lebih-dekat-dari-tahapan-sampai-manajemennya/