Sebelum membuat sebuah produk, tahap awalnya adalah membuat replika atau contoh dasar dari produk tersebut dengan dikembangkan tahap demi tahap dan dibentuk dengan proses yang lebih baik. Biasanya replika sebuah produk tersebut dinamakan prototype, yaitu model sederhana berbentuk software yang berfungsi bagi user untuk memiliki gambaran dasar tentang program atau produk serta melakukan pengujian awal. Prototype memberikan fasilitas bagi developer dan user untuk saling berinteraksi selama proses pembuatannya, sehingga developer dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan di buat.
Sedangkan MVP adalah versi dari sebuah produk baru yang memungkinkan sebuah kelompok atau sebuah tim untuk dapat mengumpulkan pembelajaran yang tervalidasi mengenai user secara maksimum dengan sedikit mungkin usaha. Biasanya MVP adalah fitur-fitur terbatas yang diperuntukkan agar mendapatkan validasi dan pembelajaran bagi pengguna.

Prototype dibuat untuk menguji segala kemungkinan yang bisa saja terjadi terhadap produk dan bisa digunakan untuk menjadi "bahan" ketika melakukan presentasi kepada calon investor,.
MPV dibuat untuk membantu proses validasi agar lebih mudah dan sudah dibuat/diproduksi dalam bentuk yang bisa disebarluaskan kepada beberapa user.
(Sumber : http://startupborneo.blogspot.co.id/2016/06/perbedaan-prototype-dan-minimum-viable.html#.WtSlNIhuY2x )