Schedule compression atau kompresi jadwal adalah sebuah teknik yang digunakan dalam manajemen proyek untuk mempersingkat jadwal yang telah dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tanggal pengiriman pembaruan, peluang baru atau penundaan jadwal. Manajer proyek dapat mengompresi jadwal tanpa mengubah ruang lingkup proyek. Kompresi jadwal mempunyai 2 teknik penting yang dapat sangat berguna baik dalam bidang professional maupun pribadi.

Terdapat 2 teknik yang digunakan dalam kompresi jadwal:
1. Crashing
Pada teknik crashing, menetapkan lebih banyak sumber daya ke suatu kegiatan dengan biaya seminimal mungkin untuk mengurangi waktu keseluruhan untuk menyelesaikannya. Dengan biaya seminimal mungkin, maka pengurangan biaya dan jadwal dianalisis untuk menentukan bagaimana mendapat jumlah kompresi terbesar dengan biaya incremental terkecil. Manfaat biaya dari kegiatan harus dieksplorasi untuk membuat teknik yang berguna. Pertukaran antara biaya dan jadwal harus dipahami untuk mendapatkan kompresi jadwal sebaik mungkin.
- Fast Tracking
Teknik fast tracking merupakan teknik dimana aktivitas yang akan dilakukan secara berurutan dengan menggunakan jadwal semula dilakukan secara parallel. Dengan kata lain, fast tracking sebuah proyek berarti aktivitas dikerjakan secara stimultan. Akan tetapi aktivitas ini hanya bisa diterapkan jika aktivitas benar-benar tumpang tindih.
Meskipun dalam fast tracking tidak menghasilkan kenaikan biaya hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko, karena dengan aktivitas yang dilakukan secara parallel maka risikonya yaitu perlu mengolah atau mengatur ulang proyek. Padahal dengan mengolah atau mengatur ulang proyek dapat memakan waktu yang sangat lama.
Sebagai manajer proyek, maka perlu mempertimbangkan pro dan kontra dari fast tracking unttuk memahami manfaat dari teknik ini dengan adanya peningkatan risiko.
Kompresi jadwal sangat dibutuhkan untuk mengurangi waktu yang telah dijadwalkan. Kompresi jadwal juga dapat dilakukan secara rutin. Berikut alasan-alasan ketika kebutuhan kompresi jadwal diperlukan:
• Ketika jadwal awal terlalu panjang untuk memenuhi kontrak atau tujuan lain,
• Selama jadwal terjadi kepadatan (merencanakan pekerjaan kembali ke target),
• Untuk memulihkan waktu yang hilang sebagai akibat selisih atau keterlambatan jadwal,
• Untuk memenuhi target yang telah direvisi.
REFERENSI
https://mosaicprojects.com.au/WhitePapers/WP1059_Schedule_Compression.pdf